PROGRAM HAMIL
18 Agustus 2019

Adakah Usia Ideal untuk IVF pada Pria?

Faktor usia turut menentukan tingkat kesuksesan IVF.
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Salah satu faktor yang dianggap menentukan keberhasilan in-vitro fertilization (IVF) pada perempuan adalah usia.

Berbagai studi menunjukkan usia ideal untuk IVF pada perempuan adalah 30-an. Dalam situs The Conversation, Mianna Lotz dari Macquarie University mencatat bahwa usia perempuan turut menentukan tingkat kesuksesan IVF yang ia jalani.

Tingkat persalinan melalui IVF pada perempuan usia 30–34 tahun adalah 20% hingga 26%. Angka tersebut menurun tajam pada perempuan berusia di atas 44 tahun, yaitu antara 1% dan 2,4% per siklus IVF.

Lantas, bagaimana dengan pria? Adakah usia ideal untuk IVF pada pria?

Baca Juga: 3 Fakta Unik seputar IVF yang Belum Banyak Diketahui

Penurunan Kesuburan Pria

Adakah usia ideal pria untuk jalani IVF (1).jpg

Foto: krishijagran.com

Dikutip dari situs web Science Daily, seiring dengan pertambahan usia pria, jumlah sperma menurun dan kerusakan DNA pada sperma akan meningkat.

Namun, penurunan kesuburan pria terjadi lebih lama dibandingkan pada perempuan. Contohnya sejumlah selebritas pria Hollywood yang punya anak di usia yang sangat matang, seperti Hugh Grant (52 tahun), Simon Cowel (53 tahun), Steve Martin (67), dan Mick Jagger (73 tahun!).

Dikutip dari situs web Mayo Clinic, studi menunjukkan bahwa usia calon Dads di atas 40 tahun dapat meningkatkan risiko persalinan yang berbahaya, di antaranya:

Baca Juga: Perjuangan Chrissy Teigen Mendapatkan Momongan melalui IVF

Usia Ideal IVF pada Pria

Adakah usia ideal pria untuk jalani IVF (2).jpg

Foto: sutterhealth.org

Saat hendak menjalani prosedur IVF, faktor usia pria juga perlu dipertimbangkan. Usia ideal untuk IVF pada pria menurut para ahli adalah di bawah 50 tahun.

Dalam sebuah studi terhadap 5.000 siklus IVF di London, para peneliti menyimpulkan tingkat kesuksesan IVF menurun secara signifikan pada pria yang berusia di atas 51 tahun.

Hasil studi tersebut dipresentasikan oleh Dr. Guy Morris dari Centre for Reproductive and Genetic Health (CRGH) di London.

Tim peneliti CRGH bekerja sama dengan tim dari Institute for Women’s Health di University College London untuk mengamati catatan medis 4.271 pria yang terlibat dalam 4.833 siklus IVF dan intracytoplasmic morphologically selected sperm injection (IMSI) antara 2009 dan 2018.

IMSI adalah teknik memilih sperma yang berkualitas untuk meningkatkan peluang kehamilan.

Untuk proses analisis, pria dalam studi tersebut dikelompokkan berdasarkan rentang usia, yaitu di bawah 35 tahun, 36−40 tahun, 41−44 tahun, 45−50 tahun, dan di atas 51 tahun. Pria dan perempuan usia di bawah 35 tahun dijadikan kelompok kontrol untuk perbandingan.

Analisis awal menunjukkan bahwa sperma kelompok pria yang berusia di atas 51 tahun kualitasnya di bawah nilai referensi standar yang telah ditetapkan lembaga kesehatan dunia WHO.

Temuan lain studi tersebut adalah tingkat kehamilan menurun seiring dengan makin tingginya usia calon Dads—49,9% pada kelompok pria di bawah 35 tahun, 42,5% pada kelompok pria usia 36−40 tahun, 35,2% pada kelompok pria usia 41−45 tahun, 32,8% pada kelompok pria usia 46−50 tahun, dan 30,5% pada kelompok pria usia di atas 51 tahun.

Baca Juga: Deteksi Awal Masalah Infertilitas, Jangan Takut Datang ke Klinik IVF

Jadi, pasangan yang berencana menjalani prosedur IVF perlu mempertimbangkan usia ideal untuk IVF tidak hanya dari sisi perempuan, tetapi juga dari sisi pria.

(AN)

Artikel Terkait