KEHAMILAN
4 Mei 2020

Air Ketuban Sedikit saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Bila dini ditangani, maka air ketuban sedikit akan bisa dikendalikan oleh dokter kandungan.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Air ketuban merupakan bagian penting dari sistem pendukung kehidupan Si Kecil dalam kandungan. Air ketuban mampu melindungi serta membantu dalam pengembangan otot, anggota badan, paru-paru, dan sistem pencernaan janin.

Air ketuban diproduksi segera setelah kantung ketuban terbentuk sekitar 12 hari setelah pembuahan. Awalnya, air ketuban terbuat dari air yang disediakan oleh ibu dan kemudian sekitar 20 minggu, air seni janin menjadi zat utamanya.

Baca Juga: Waspada Emboli Air Ketuban yang Bisa Mengancam Jiwa

Saat bayi tumbuh dia akan bergerak dan jatuh di dalam rahim dengan bantuan air ketuban. Pada trimester kedua, bayi akan mulai bernapas dan menelan air ketuban. Dalam beberapa kasus, air ketuban sedikit atau oligohidramnion dapat terjadi.

Menurut American Pregnancy Association, dokter kandungan dapat mengukur jumlah air ketuban melalui beberapa metode berbeda, paling umum melalui evaluasi indeks cairan ketuban (AFI) atau pengukuran dalam saku.

Jika AFI menunjukkan tingkat cairan kurang dari 5 sentimeter (atau kurang dari persentil ke-5), tidak adanya kantong cairan dengan kedalaman 2-3 cm, atau volume cairan kurang dari 500 mL pada usia kehamilan 32-36 minggu, maka diagnosis oligohidramnion akan dicurigai.

Penyebab Air Ketuban Sedikit

Ilustrasi Janin

Foto: Orami Photo Stock

Air ketuban sedikit atau rendah (oligohidramnion) adalah suatu kondisi di mana cairan ketuban lebih rendah dari yang diperkirakan untuk usia kehamilan bayi.

Padahal air ketuban menjadi bantal yang melindungi Si Kecil dalam kandungan dari cedera serta ruang tumbuh kembangnya. Lalu, apa penyebab dari air ketuban sedikit? Berikut ulasannya.

1. Cacat Lahir

Moms, air ketuban sedikit berarti adanya masalah dengan perkembangan ginjal atau saluran kemih yang dapat menyebabkan produksi urin sedikit.

2. Masalah Plasenta

Bila plasenta tidak menyediakan cukup darah dan nutrisi untuk Si Kecil dalam kandungan, maka bayi dapat berhenti mendaur ulang cairan sehingga menyebabkan air ketuban sedikit.

3. Bocor atau Pecahnya Selaput

Secara tiba-tiba Moms merasakan semburan atau tetesan air yang lambat turun. Bisa jadi ini disebabkan adanya robekan pada selaput atau membrane. Ketuban pecah dini pun dapat menyebabkan tingkat air ketuban sedikit.

4. Usia Kehamilan

Bila Moms hamil yang berlangsung lebih dari 42 minggu maka dapat memiliki air ketuban sedikit karena menurunnya fungsi plasenta.

5. Komplikasi Ibu

Faktor-faktor seperti dehidrasi, hipertensi, preeklamsia, diabetes dan hipoksida kronis dapat memiliki efek pada tingkat air ketuban.

Baca Juga: 9 Fakta Seputar Air Ketuban

Perawatan Air Ketuban Sedikit

preeklamsia.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Perawatan untuk air ketuban sedikit akan tergantung pada penyebab dan seberapa jauh usia kehamilan, Moms.

Beberapa penyebab air ketuban sedikit memiliki solusi sederhana, tetapi yang lain mungkin memerlukan perawatan intensif.

Beberapa cara di bawah ini bisa dilakukan untuk mengatasi air ketuban sedikit. Yuk simak!

1. Minumlah Lebih Banyak Cairan

Selama hamil, Moms akan diminta minum air. Menurut sebuah penelitian National Institutes of Health, hidrasi dapat sangat membantu untuk meningkatkan air ketuban pada Moms pada usia kehamilan antara 37 dan 41 minggu.

Sementara penelitian lebih lanjut diperlukan, penelitian yang diterbitkan Cochrane juga menemukan bahwa hidrasi sederhana meningkatkan kadar air ketuban.Sehingga,tidak ada salahnya minum lebih banyak air saat hamil.

2. Amnioinfusi

Amnioinfusi adalah ketika dokter kandungan menyemprotkan larutan air asin (saline) melalui leher rahim dan masuk ke dalam kantong amniotik. Mungkin terdengar tidak nyaman, tetapi itu sangat membantu jika dokter kandungan berpikir Moms membutuhkan ini.

Ini setidaknya dapat secara sementara meningkatkan tingkat cairan ketuban. Ini juga dilakukan untuk meningkatkan visibilitas Si Kecil pada USG, atau sebelum persalinan jika denyut jantung bayi tidak normal.

Menurut ulasan dariUNC School of Medicine, amnioinfusion adalah pengobatan yang efektif untuk meningkatkan lingkungan bayi jika air ketuban sedikit.

3. Cairan IV

Dokter kandungan dapat merekomendasikan cairan IV. Ini bisa sangat membantu jika Moms mengalami dehidrasi karena mual atau muntah, atau jika perlu menghidrasi (dan karenanya menambah cairan ketuban) lebih cepat.

Pada dasarnya, ini adalah cara lain untuk memasukkan cairan yang sangat penting ke dalam tubuh Moms.

4. Bedrest

Bedrest tidak sepopuler perawatan kehamilan seperti dulu dan itu tidak pernah sangat populer di antara mereka yang harus melalui itu. Tetapi beberapa dokter masih akan meresepkannya dalam kasus air ketuban sedikit.

Beristirahat di tempat tidur atau di sofa kecuali pergi ke kamar mandi atau mandi dapat membantu meningkatkan aliran darah ke plasenta, yang pada gilirannya membantu meningkatkan air ketuban.

Bedrest kemungkinan besar akan disarankan jika Moms berada di trimester ketiga dan dokter kandungan berharap untuk menunggu sebelum melahirkan Si Kecil.

Ini tidak mudah, tetapi cobalah untuk bersantai selama waktu ini. Temukan pertunjukan Netflix yang sempurna untuk Moms nikmati.

Baca Juga: Air Ketuban Berlebih Saat Trimester Ketiga, Berbahayakah?

Air ketuban sedikit dapat terjadi kapan saja selama kehamilan, meskipun itu paling umum semakin dekat dengan waktu persalinan. Tapi, hal ini dapat memiliki efek serius pada kesehatan Si Kecil dalam kandungan dan harus segera ditangani oleh dokter.

Beberapa tanda yang memerlukan panggilan segera ke dokter kandungan atau bidan termasuk merasa janin bergerak kurang dari biasanya atau cairan bocor dari vagina.

Bila Moms memiliki air ketuban sedikit ada sejumlah perawatan, termasuk persalinan, yang dapat membantu menjaga Si Kecil dalam kandungan aman serta sehat.

Artikel Terkait