PROGRAM HAMIL
18 Februari 2020

(Alergi Sperma) Cairan Semen Memengaruhi Peluang Kehamilan

Meski tidak secara langsung menyebabkan infertilitas, namun alergi cairan semen memengaruhi peluang kehamilan.
Artikel ditulis oleh Gladys
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Saat memiliki alergi makanan laut, maka Moms tentu akan menghindari konsumsi makanan ini. Namun bagaimana jika jenis alergi yang Moms miliki adalah alergi cairan semen (air mani)?

Ya, alergi ini memang langka, tapi ada beberapa orang yang mengalami alergi cairan semen. Hal ini tentu membuat alergi cairan semen memengaruhi peluang kehamilan.

Apa yang Perlu Diketahui Tentang Cairan Semen Memengaruhi Peluang Kehamilan

Berikut ini beberapa hal yang perlu Moms ketahui mengenai alergi cairan semen memengaruhi peluang kehamilan.

1. Mengenal Alergi Cairan Semen

alergi cairan semen

Foto: nydailynews.com

Menurut Dr Rob Hicks, GP dan penulis Beat Your Allergies, alergi terhadap cairan semen memang tidak biasa, tetapi dipahami baik oleh para pakar kesehatan.

“Ini adalah reaksi sistem kekebalan tubuh seperti alergi lainnya. Orang bereaksi terhadap protein dalam cairan semen yang mengakibatkan gejala seperti kemerahan pada vagina, gatal, sensasi terbakar dan terkadang terasa sakit,” ungkapnya, seperti dikutip dari vice.com.

Baca Juga: Alergi Sperma, Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya

Dikutip dari refinery29.com, sebagian penderita alergi cairan semen memengaruhi peluang kehamilan dapat mengalami gejala alergi terhadap seseorang, namun belum tentu terhadap orang lainnya.

Seperti alergi lainnya, alergi cairan semen juga dapat berkembang mulai usia dewasa dan dapat berkurang atau menghilang secara alami dari waktu ke waktu.

Jika seseorang diperkirakan mengalami alergi cairan semen, maka Dokter akan menjalani tes alergi pada kulit Moms terhadap cairan semen pasangan, untuk memastikan Moms mengalami alergi cairan semen memengaruhi peluang kehamilan.

2. Gejala Alergi Cairan Semen

alergi cairan semen

Foto: remediesexchange.com

Gejala alergi cairan semen memengaruhi peluang kehamilan paling umum adalah munculnya kemerahan, pembengkakan, nyeri, gatal, dan sensasi terbakar di bagian vagina.

Gejala alergi cairan semen yang memengaruhi peluang kehamilan ini biasanya dimulai sekitar 10-30 menit setelah Dads ejakulasi atau Moms terkena cairan semen.

Menurut International Society for Sexual Medicine, dijelaskan bahwa gejala umum alergi sperma adalah kemerahan, bengkak, nyeri, gatal, dan sensasi terbakar di area vagina. Gejala biasanya mulai sekitar 10-30 menit setelah kontak dengan air mani.

Alergi mungkin tidak hanya terjadi pada area vagina; namun juga dapat terjadi di daerah mana saja yang bersentuhan dengan semen, termasuk kulit dan mulut. Gejala dapat berlangsung selama beberapa jam atau beberapa hari.

Selain gejala ringan, alergi cairan semen memengaruhi peluang kehamilan juga dapat berdampak serius pada tubuh, seperti kesulitan bernapas hingga anafilaksis (reaksi alergi yang mengancam jiwa).

Baca Juga: Bisakah Perempuan dengan Alergi Sperma Hamil?

Pada beberapa kasus, alergi cairan semen memengaruhi peluang kehamilan tidak mudah terdeteksi, karena gejalanya hampir mirip dengan beberapa penyakit lainnya.

Seperti infeksi jamur, sexually transmitted infection (STI), vaginitis, atau jenis alergi lainnya (seperti alergi pelumas seksual). Namun ada salah satu hal yang dapat membedakan alergi cairan semen memengaruhi peluang kehamilan dengan penyakit infeksi jamur.

“Karakter khas lendir (vagina) yang terlihat seperti keju lengket pada infeksi jamur, tidak terdapat pada alergi cairan semen,” ungkap ahli kesehatan wanita, Jennifer Wider, M.D., seperti dikutip dari self.com.

3. Alergi Cairan Semen VS Fertilitas

alergi cairan semen

Foto: healthline.com

Untuk menghindari munculnya gejala alergi cairan semen dapat dilakukan dengan penggunaan kondom saat melakukan hubungan seksual.

Selain itu, mengonsumsi antihistamine sebelum melakukan hubungan seksual yang tidak terproteksi juga dapat menjadi cara untuk mengurangi atau mencegah munculnya gejala alergi cairan semen.

Namun dikutip dari whattoexpect.com, konsumsi antihistamine dapat memengaruhi pembuahan dan membuat embrio sulit terimplan.

Sehingga meski dapat menjadi pilihan untuk mencegah timbulnya gejala alergi, namun tidak disarankan bagi pasangan yang sedang berusaha untuk mendapatkan kehamilan.

Baca Juga: Waspadai Alergi Saat Hamil

Alergi cairan semen memengaruhi peluang kehamilan merupakan salah satu hal yang cukup ditakuti oleh para penderitanya yang ingin memiliki keturunan.

Namun alergi cairan semen tidak secara langsung menyebabkan infertilitas. Salah satu perawatan yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan alergi cairan semen adalah dengan desensitisasi, di mana Moms secara perlahan terpapar cairan semen untuk meningkatkan toleransi terhadap cairan tersebut.

Biasanya dapat dibantu dengan larutan medis untuk mempermudah prosesnya. Namun jika cara tersebut tidak membuahkan hasil, Moms yang ingin memiliki keturunan dapat menjalani program inseminasi buatan atau IVF.

Artikel Terkait