3-12 BULAN
26 Juli 2020

Alternatif Pengganti Susu untuk Anak yang Alergi Susu Sapi

Moms bisa menggunakan produk susu ini untuk anak yang alergi susu
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Tidak mengherankan jika bayi atau anak Moms mengalami alergi susu. Jika sudah begini, tentunya Si Kecil tidak boleh mengonsumsi susu sapi.

Kejadian alergi susu sapi dilaporkan 5-7,5% pada bayi yang mendapat susu sapi. Kejadian tersebut akan berkurang hingga tinggal 30-40% dari bayi tersebut pada usia 12 bulan dan terus berkurang hingga 5% pada usia 3 tahun.

Gejala alergi susu sapi pada bayi bervariasi dan berkisar dari reaksi yang ringan hingga reaksi alergi yang parah (anafilaksis). Beberapa bayi akan mengalami gejala segera setelah mengonsumsinya, tetapi pada orang lain, gejala dapat membutuhkan waktu untuk berkembang.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), banyak faktor yang menyebabkan bayi mengalami alergi terhadap protein susu sapi, antara lain:

  • faktor genetik, 40% bayi yang lahir dari ibu penderita alergi kemungkinan akan mengalami alergi pula di kemudian hari
  • terpapar bahan alergi, bahan tidak saja yang dimakan oleh bayi secara langsung tetapi juga yang dimakan oleh ibu menyusui
  • faktor lain yang ikut berkontribusi, seperti polusi udara, asap rokok, bintang piaraan, cuaca

Gejala alergi susu sapi, berbeda dari bayi ke bayi, ada yang terjadi beberapa menit hingga beberapa jam setelah bayi Moms mengonsumsi susu atau makan produk susu. Tanda dan gejala alergi susu yang akan langsung muncul, seperti:

  • terdengar bunyi saat bernapas
  • merasa gatal atau kesemutan di sekitar bibir atau mulut
  • pembengkakan pada bibir, lidah atau tenggorokan anak
  • batuk atau sesak napas
  • muntah

Tanda dan gejala yang mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk berkembang diantaranya:

  • Diare pada anak yang mungkin mengandung darah
  • Kram perut
  • Pilek
  • Mata berair
  • Kolik pada bayi

Perlu Moms ketahui, alergi susu sapi berbeda dari intoleransi protein susu dan intoleransi laktosa. Tidak seperti alergi susu, intoleransi tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh. Intoleransi susu memerlukan perlakuan berbeda dari alergi susu sapi murni.

Tanda dan gejala umum dari intoleransi protein susu atau intoleransi laktosa termasuk masalah pencernaan, seperti kembung, gas atau diare, setelah mengonsumsi susu atau produk yang mengandung susu.

Namun untuk mencegah alergi susu sapi ini, Moms tidak perlu retriksi makanan yang bersifat alergi selama Moms hamil. Begitu pula saat Moms menyusui bayi, tidak perlu meretriksi makanan ibu, selama bayi tidak memperlihatkan gejala alergi. Pencegahan yang paling baik adalah memberikan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan.

Menurut jurnal dalam situs PLOS, memberikan ASI eksklusif pada awal kehidupan dapat secara langsung mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan kelangsungan hidup Si Kecil ke depannya.

Mau tidak mau, untuk mencukupi berbagai kebutuhan nutrisi Si Kecil, kita harus mencari produk susu bayi yang tidak mengandung laktosa. Lalu apa saja alternatif yang bisa Moms pilih?

Baca Juga: Mengapa Bayi Tidak Boleh Minum Susu UHT?

Alternatif Alergi Susu Sapi untuk Bayi

alternatif susu sapi

Pilihan susu tanpa laktosa yang populer di pasaran adalah susu kacang dan susu almond. Sayangnya, kedua susu ini tidak cocok untuk bayi.

Susu bayi tanpa laktosa umumnya dijual secara khusus. Agar tidak salah pilih, sebaiknya Moms berkonsultasi dengan dokter anak terlebih dahulu mengenai susu formula yang akan digunakan agar sesuai dengan kebutuhan bayi.

Susu bayi tanpa laktosa ini memiliki jumlah kalori dan protein yang lebih sedikit dibandingkan susu sapi pada umumnya.

Sebagian besar susu alternatif ini terfortifikasi dengan kalsium dan vitamin D dalam kadar yang serupa dengan susu sapi. Pada beberapa produk, susu tanpa laktosa ini juga mengandung fortifikasi protein.

Baca Juga: Susu Kedelai Bisa jadi Alternatif Pengganti Susu Sapi untuk Bayi?

Jika anak Moms sudah mencapai umur 1 tahun atau lebih, berikut ini beberapa alternatif susu tanpa laktosa yang bisa diberikan untuk bayi yang alergi susu sapi

1. Susu Kedelai

alergi susu sapi

Foto: Orami Photo Stock

Jenis susu ini terbuat dari ekstrak kacang kedelai. Susu kedelai berasal dari tanaman dan secara alami bebas kolesterol, rendah lemak jenuh, dan tidak mengandung laktosa. Akan tetapi susu kedelai ini mengandung protein yang hampir sama banyaknya dengan susu sapi, tapi dengan kalori yang lebih rendah.

Meskipun kandungan dalam setiap merek susu dapat berbeda, umumnya susu kacang dilengkapi dengan kandungan kalsium, vitamin A dan D, riboflavin, serta protein, sehingga menjadikannya sebagai alternatif susu sapi yang baik.

Susu kedelai memiliki kandungan fitoestrogen dan isoflavon. Pada orang dewasa, isoflavon dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung, osteoporosis, dan kanker payudara, sedangkan fitoestrogen bermanfaat mengurangi gejala pada wanita menopause akibat kekurangan estrogen.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita yang meminum susu kedelai setiap hari memiliki risiko osteoporosis 56% lebih rendah dibandingkan dengan wanita yang tidak meminumnya. Namun, susu kacang juga dikaitkan dengan infertilitas pada wanita.

Belum banyak penelitian mengenai keuntungan susu kacang pada anak. Walau demikian, susu kacang dan produk kacang kedelai lainnya aman untuk dikonsumsi selama diikuti diet yang seimbang.

Baca Juga: Anak Alergi Susu Sapi, Apa Yang Harus Mama Lakukan?

2. Susu Almond

alergi susu sapi

Foto: Orami Photo Stock

Sesuai namanya, susu ini terbuat dari almond. Susu ini memiliki tekstur menyerupai produk susu sapi. Kelebihan susu ini ada pada kandungan vitamin E yang tinggi.

Namun, susu almond terfortifikasi lebih banyak mengandung air dibandingkan almond. Oleh karena itu, jika Moms menginginkan kandungan vitamin E yang lebih tinggi, lebih baik mengonsumsi almond secara langsung.

Kekurangan susu almond berada pada kandungan vitamin, mineral, dan asam lemak yang lebih rendah dibandingkan susu sapi. Ingat jangan diberikan pada anak jika Si Kecil alergi kacang ya Moms.

Jika berminat menggunakan susu almond sebagai alternatif susu sapi, pastikan susu tidak mengandung pemanis buatan atau terfortifikasi dengan kalsium, vitamin A, dan D.

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, pastikan anak mendapatkan asupan protein dan lemak dalam bentuk lain. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi ke dokter spesialis anak mengenai susu yang akan diberikan kepada anak Anda.

Itu dia beberapa jenis susu pengganti untuk anak yang alergi susu sapi yang bisa Moms berikan. Hal yang perlu diperhatikan oleh para Moms agar bayi yang lahir terhindar atau kemungkinan kecil berkembang menjadi alergi terhadap protein susu sapi di kemudian hari, adalah dengan memberikan ASI eksklusif sampai Si Kecil berusia 6 bulan dan kendalikan lingkungan, seperti cuaca, hindarkan anak dari karpet kotor , binatang peliharaan, dan asap rokok.

Namun jika Si Kecil menunjukan tanda-tanda alergi susu sapi, Moms harus bawa anak berkonsultasi dengan dokter atau ahli alergi jika memperlihatkan gejala alergi susu segera setelah mengonsumsi susu.

Jika mungkin, temui dokter selama reaksi alergi untuk membantu dokter membuat diagnosis pada bayi. Cari perawatan darurat jika Moms atau anak mengalami tanda-tanda atau gejala anafilaksis. Semoga membantu para Moms baru di luar sana ya!

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Artikel Terkait