ADVERTISEMENT

PERNIKAHAN & SEKS
06 Agustus 2019

Apa Dampak Menikahi Janda atau Duda? Yuk, Simak 3 Poinnya

Apa untung ruginya?
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Di beberapa kasus, menikah dengan janda atau duda masih dianggap sebagai hal yang tidak sepantasnya dilakukan.

Alih-alih berbahagia dengan hubungan, lingkungan sosial justru seringkali mengucilkan seseorang yang menjalin hubungan dengan janda atau duda.

Seolah-seolah menikahi janda atau duda berarti tidak respek dan tidak menghargai hubungan sebelumnya.

Dalam buku “Love for Grown-ups” karangan Ann Blumenthal Jacobs, ada banyak wanita yang diwawancarai menganggap bahwa wanita yang menikahi duda mendapat berbagai cibiran dan stigma buruk dari masyarakat sosial, begitu pula dengan pria yang menikahi janda.

Banyak yang percaya bahwa menikahi janda atau duda adalah hal yang terlalu rumit dan akan berujung pada ketidakharmonisan rumah tangga.

Bahkan ada yang sudah mencap jelek duda atau janda yang sudah memiliki anak dan menganggap bahwa mereka tidak kompatibel untuk hubungan yang stabil dalam jangka panjang.

Memang apa saja dampak menikahi janda atau duda?

Baca Juga: 5 Kebiasaan yang Harus Dihilangkan Setelah Menikah

1. Pasangan sudah memiliki mantan istri/suami yang tak bisa diabaikan begitu saja

Foto: flickr.com

Suka atau tidak, ingin atau tidak, mantan istri/suami akan memiliki tempat sendiri di hati pasangan.

Terus-terusan cemburu dengan pasangan yang masih sering menghubungi mantan istri/suaminya tak akan menyelesaikan masalah.

Terlebih jika di hubungan sebelumnya sudah memiliki buah hati, maka rasanya tak mungkin jika hubungan dengan mantan suami/istri diputus begitu saja.

Mau tak mau kita harus menerima risiko bahwa pasangan akan secara rutin berkomunikasi dengan mantan istri/suami mereka untuk menjaga hubungan baik.

Kelapangan hati sangat diperlukan jika kita memutuskan untuk menikahi janda/duda karena mereka memiliki masa lalu yang berbeda dengan kita yang memang mungkin belum pernah memiliki pasangan sebelumnya.

Baca Juga: 10 Tahun Menikah, Seperti Ini Perjalanan Cinta BCL dan Ashraf

2. Masa lalu pasangan yang mungkin akan membayangi

Foto: pinterest.com

Membandingkan hubungan kita bersama pasangan saat ini dengan hubungannya di masa lalu memang normal, namun jika kita terlalu masuk ke dalam perbandingan itu sendiri, maka akan membuat rasa insecure atau tidak percaya diri muncul.

Pasangan kita tidak menikahi kita karena kita mirip mantan istri/suami yang dulu pernah ia nikahi.

Pasangan menikahi kita karena kita unik dan memiliki kualitas yang membuat pasangan jatuh cinta dengan kita, tak peduli seberapa berbeda atau miripnya kita dengan mantan istri/suami terdahulu.

Terimalah bahwa kita dan mantan istri/suami pasangan bukanlah orang yang sama, keduanya memiliki karakter yang unik dan pantas mendapat cinta pasangan.

Tidak perlu berkompetisi, karena memang tak ada yang perlu dibandingkan satu sama lain.

Baca Juga: 4 Artis Ini Memilih Menikah dengan Polisi dan Meninggalkan Dunia Hiburan

3. Jangan pernah ragu untuk mundur

Foto: traveler.es

Jika sebelum menikah sudah menunjukkan ketidakcocokan, jangan ragu untuk mundur.

Beberapa wanita menahan perasaan dan bertahan dalam hubungan yang tak sehat karena mereka berpikir bahwa pasangan akan berubah seiring berjalannya waktu, terlebih jika nanti sudah menikah.

Jangan pernah jatuh dalam perangkap ini. Dalam buku Dating a Widower karangan Abel Keogh, cinta tak pernah seperti itu.

Jika pasangan memang tak pernah serius menjalin hubungan, selamanya tak akan pernah ada keseriusan.

Jangan pernah settle demi orang yang tak mau memberikan ketulusan cinta. Kumpulkan keberanian jika memang harus melangkah pergi sebelum semua terlambat.

(SN)

Artikel Terkait

ADVERTISEMENT