BALITA DAN ANAK
13 Juni 2019

Anak Suka Kopi Kekinian, Amankah?

Banyak orang suka kopi kekinian, tapi bagaimana jika anak suka kopi kekinian juga?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur

Jika dulu kopi identik dengan minuman orang dewasa, kini anak-anak pun sudah mulai menggemari minuman kopi. Terutama kopi kekinian yang disajikan dengan beragam bahan tambahan yang menarik.

Kopi yang diracik dengan tambahan susu, aneka sirup, dan krim ini jadi salah satu minuman favorit anak-anak karena rasanya tidak lagi pahit.

Ya, kopi kekinian tak lagi identik dengan rasa pahit. Rasanya yang nikmat membuat anak-anak pun menyukainya, mulai dari kopi kemasan sachet yang diblender dengan es, hingga kopi mahal yang dijual di kafe. Tidak heran jika kini anak suka kopi kekinian.

Tapi, bagaimana dengan efeknya? Dan seberapa banyak anak-anak aman mengonsumsi kopi kekinian tersebut? Simak pendapat beberapa pakar berikut tentang anak suka kopi kekinian dan dampaknya, seperti dilansir dari healthline.com.

Baca Juga: Bolehkah Balita Minum Kopi? Ini Dampak Bila Anak Kebanyakan Kafein

1. Kopi Membuat Kecanduan

Anak Suka Kopi Kekinian, Amankah 1.jpeg

Foto: Pexels

Dampak anak suka kopi kekinian yang pertama adalah kecanduan. Toby Amidor, MS, RD, nutrisionis sekaligus penulis The Greek Yogurt Kitchen: More Than 130 Delicious, Healthy Recipes for Every Meal of the Day, menyebutkan bahwa kopi mengandung kafein yang merupakan stimulan.

Ketika anak mulai kecanduan kafein, ia akan mengonsumsinya secara berlebihan. Padahal, terlalu banyak kafein dapat menyebabkan insomnia, gelisah, sakit perut, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, dan peningkatan denyut jantung.

Pada anak-anak, gejala-gejala ini bahkan bisa muncul setelah konsumsi kafein dalam jumlah kecil.

2. Kopi Kekinian Sering Kali Mengandung Kalori Tinggi

Anak Suka Kopi Kekinian, Amankah 2.jpeg

Dampak anak suka kopi kekinian yang selanjutnya adalah mengonsumsi terlalu banyak kalori. Kopi, terlebih yang ditambah gula, krimer, dan susu, seringkali tidak memberikan nutrisi apa-apa selain kalori yang tinggi.

Akibatnya, anak hanya akan menimbun kalori tanpa mendapatkan vitamin dan mineral yang mereka butuhkan.

Konsumsi kalori yang lebih banyak dari kebutuhan tubuh, akan membuat kalori diubah menjadi lemak. Terlalu banyak lemak dalam tubuh dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan.

Kandungan gula yang tinggi juga dapat menyebabkan karies atau gigi berlubang pada anak.

Baca Juga: Bolehkah Anak Kecil Minum Kopi?

3. Kafein dalam Kopi Dapat Mengganggu Penyerapan Kalsium

Anak Suka Kopi Kekinian, Amankah 3.jpg

Foto: verywellfamily.com

Dampak anak suka kopi kekinian yang selanjutnya adalah terganggunya penyerapan kalsium. Kafein dapat mengganggu penyerapan kalsium dalam tubuh. Hal ini karena kafein bersifat diuretik, yaitu memicu produksi air seni.

Dilansir dari verywellfamily.com, semakin cepat air seni atau urin dikeluarkan oleh ginjal, semakin banyak pula kalsium yang belum diserap tubuh ikut terbuang.

Padahal, kalsium sangat dibutuhkan oleh anak-anak untuk membentuk tulang dan gigi yang kuat. Kekurangan kalsium berisiko menghambat pertumbuhan anak dan menyebabkan masalah seperti gigi berlubang.

4. Kopi Kekinian dapat Mengurangi Selera Makan Anak

Anak Suka Kopi Kekinian, Amankah 4.jpeg

Dampak anak suka kopi kekinian yang selanjutnya adalah berkurangnya selera makan. Kopi adalah minuman stimulan yang akan berdampak buruk bagi selera makan anak. Kopi dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada anak, yang menimbulkan gejala mual atau sakit perut.

Ditambah lagi, kopi kekinian dengan tambahan berbagai gula, krim, sirup, dan sebagainya, membuat anak semakin malas makan karena terlanjur kekenyangan.

Padahal, anak dalam masa pertumbuhan yang sangat membutuhkan berbagai asupan gizi yang didapat dari makanan.

Baca Juga: Apa Anak 5 Tahun Boleh Minum Kopi?

Nah, itu dia hal-hal yang harus Moms pertimbangkan ketika anak suka kopi kekinian yang mudah didapat di gerai-gerai kopi.

Saran The American Academy of Pediatrics, batasi konsumsi kafein pada anak tidak lebih dari 45 mg untuk anak usia 4-6 tahun, 62,5 mg untuk usia 7-9 tahun, dan 85 mg untuk anak 10-12 tahun.

(VAN)

Artikel Terkait