KESEHATAN
16 Oktober 2019

Anak Terserang Asma, Kini Penanganannya Bisa di Puskesmas di 3 Kota Ini lho Moms!

Jangan anggap remeh penyakit asma ya Moms!
Artikel ditulis oleh Ikhda Rizky Nurbayu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Penyakit asma adalah penyakit paru-paru kronis yang sering dianggap enteng dan banyak Moms yang menganggap kalau penyakit ini tidak berbahaya. Padahal penyakit asma termasuk salah satu faktor penyebab kematian jika dibiarkan begitu saja dan tidak ditangani dengan tepat.

Berdasarkan survei Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan tahun 2015 mencatat bahwa penyakit paru-paru kronis adalah salah satu dari 10 penyebab kematian terbesar di Indonesia.

Menurut artikel dari Directorate General of Health Services, Indonesia Ministry of Health, 2018, mengatakan bahwa 4,5% dari populasi di Indonesia menderita penyakit asma, dengan jumlah kumulatif kasus asma sekitar 11.179.032 penderita.

Baca Juga: Jaga Kebersihan Rumah Supaya Asma Tidak Kumat

Penyebab dan Gejala Asma (pada Anak dan Dewasa)

1920_asthma-423761.jpg

Foto: news.childrensmercy.org

"Asma adalah penyakit yang ditandai dengan peradangan saluran napas dan penyempitan saluran udara," kata Dr. Nicola Hanania, profesor kesehatan di bagian paru, perawatan kritis dan obat tidur, juga direktur pusat penelitian klinis saluran udara di Baylor College of Medicine.

Penyebabnya bisa terjadi karena dua hal yaitu karena riwayat keluarga dengan penyakit asma atau asma dikarenakan alergi. Moms harus tahu terlebih dahulu tentang dua penyebab ini jika ingin menangani asma pada diri sendiri atau Si Kecil.

Baca Juga: Kenali Faktor dan Gejala Penyakit Asma

Apalagi bayi atau balita belum bisa mengutarakan apa yang mereka rasakan, sehingga Moms harus lebih waspada terhadap tanda-tanda asma. Menurut dr. Nicola, kebanyakan penderita asma memiliki gejala yag lebih tidak terkontrol pada malam hari daripada siang hari.

Gejala penyakit asma bisa mempunyai tanda yang berbeda, namun gejala umum yang biasanya ditunjukkan seperti batuk yang konstan atau sebentar-sebentar, bunyi mengi seperti suara siul saat bernapas, kesulitan bernapas, sesak dada, kelelahan, batuk di malam hari, sampai napas yang berisik.

Kini Penanganan Asma Bisa Dilakukan di Puskesmas

Foto 2.jpeg

Foto: doc/webershandwick

Jika Moms atau Si Kecil menderita penyakit asma atau melihat gejala-gejala penyakit asma seperti di atas, sekarang bisa langsung dibawa ke Puskesmas untuk pengobatannya.

Seiring dengan tujuan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk memperkuat Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan primer di Indonesia. AstraZeneca bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Project HOPE, dan Universitas Gadjah Mada melalui program Healthy Lung, mengidentifikasi kesenjangan dalam pengobatan asma.

Baca Juga: Mengenal Penyebab Asma pada Anak, Genetik atau Faktor Lingkungan?

Berperan sebagai mitra strategis selama beberapa tahun, Project HOPE sebagai pendukung AstraZeneca sudah menjalankan program intervensi di 71 puskesmas di Bandung, Jawa Barat (20 puskesmas), Bantul, Yogyakarta (27 puskesmas), Banjar, Kalimantan Selatan (24 puskesmas).

Hebatnya, terdapat 126 pusat inhalasi, terdapat 1300 jet nebulizer yang sudah didistribusikan di 71 puskesmas, serta 1800 tenaga kesehatan (HCP) yang telah dilatih melalui Pelatihan Tata Laksana dan Edukasi Penyakit Asma.

Jadi, kini Moms tidak perlu khawatir dan panik ketika mengalami asma atau Si Kecil terserang penyakit asma. Datang ke Puskesmas sudah cukup karena pengobatannya lengkap tanpa harus dirujuk untuk lagi pergi ke Rumah Sakit.

Artikel Terkait