KESEHATAN
12 Desember 2019

Anemia Saat Menstruasi, Kenapa Bisa Terjadi?

Temukan jawabannya di bawah ini ya, Moms
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Ibu hamil dan wanita yang mengalami siklus menstruasi, berada pada risiko tertinggi kekurangan zat besi dan mengalami anemia.

Kondisi ini bisa terjadi akibat kekurangan zat besi, yang keduanya dapat menyebabkan masalah seperti kelelahan dan kerusakan neurologis yang parah.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, dari 5.200 orang Amerika yang meninggal karena kondisi tersebut setiap tahunnya adalah wanita berusia 65 dan lebih tua.

"Zat besi pada umumnya cukup sulit untuk hilang kecuali akibat kehilangan banyak darah atau melahirkan," ujar Nancy Berliner, kepala hematologi di Brigham and Women's Hospital dan wakil editor Blood, jurnal medis dari American Society of Hematology.

Apakah anemia ini juga berkaitan dengan menstruasi pada wanita?

Baca Juga: 6 Manfaat Mengejutkan dari Menstruasi

Anemia Saat Menstruasi

anemia akibat menstruasi

Menstruasi merupakan salah satu penyebab utama kekurangan zat besi pada wanita. The National Heart, Lung, and Blood Institute mengatakan bahwa 1 dari 5 orang wanita usia subur, menderita anemia akibat kekurangan zat besi.

Namun wanita yang menderita periode menstruasi berat lebih rentan terhadap bentuk anemia. Hal ini dikarenakan anemia saat menstruasi terjadi akibat sel darah merah hilang karena perdarahan, yang terjadi.

Anemia akibat menstruasi akan mengakibatkan tubuh kita merasa lelah, lemah, dan bahkan seperti kehabisan napas.

Salah satu tanda bahwa menstruasi Moms sangat tidak normal adalah jika kita mengganti pembalut setiap jam, setidaknya selama beberapa jam berturut-turut.

Tanda-tanda lain termasuk terlihat gumpalan darah besar dan perdarahan selama lebih dari tujuh hari berturut-turut.

Jika Moms mengalami salah satu dari situasi ini, harus dikonsultasikan dengan dokter untuk mengambil tes anemia.

Kekurangan Zat Besi

anemia akibat menstruasi

Jenis anemia ini terjadi karena tubuh kekurangan zat besi. Tidak memiliki cukup zat besi di dalam tubuh akan bermasalah karena diperlukan untuk memproduksi hemoglobin untuk sel darah merah.

Anemia ini juga bisa muncul akibat menstruasi. Faktor lainnya bisa terhadi karena diet.

Wanita usia subur memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami anemia ini karena kehilangan darah selama menstruasi dan meningkatnya permintaan pasokan darah selama kehamilan.

Anemia akibat kekurangan zat besi pada wanita yang lebih muda dapat menyebabkan komplikasi kehamilan dan masalah kesehatan yang serius termasuk kelelahan yang terus-menerus dan bahkan gagal jantung.

Haruskah Mengkhawatirkan Anemia Saat Menstruasi?

anemia akibat menstruasi

Kekhawatiran tentang anemia tergantung pada situasi yang kita alami. Anemia yang terjadi selama kehamilan memengaruhi hingga 40% wanita hamil dan sering dianggap normal.

Untuk wanita yang mungkin mempertimbangkan untuk hamil, dokter biasanya akan merekomendasikan suplemen termasuk zat besi dan folat, sebagai solusi untuk mengatasi hal ini.

Sedangkan anemia saat menstruasi atau kehilangan darah, juga karena kekurangan zat besi biasanya dapat diobati dengan suplemen zat besi dan bahkan penyesuaian makanan.

Namun, beberapa bentuk anemia dapat menjadi jauh lebih sulit untuk diobati dan memerlukan prosedur lain seperti transfusi darah dan transplantasi sumsum tulang.

Artikel Terkait