KESEHATAN
1 Oktober 2019

Angin Duduk Pada Wanita, Bahaya Besar yang Kerap Disepelekan

Hati-hati saat serangan angin duduk pada wanita. Sering dianggap biasa, namun dampaknya luar biasa!
Artikel ditulis oleh Ryo
Disunting oleh Ryo

Coba diingat, apakah Moms pernah tiba-tiba merasa tidak enak badan disertai rasa nyeri di bagian tengah dada? Biasanya, hal ini tak diindahkan. Namun, terus pantau. Jika nyerinya tidak hilang selama 20 menit, Moms sudah harus harap-harap cemas. Apalagi kalau malah menjalar ke rahang bawah, leher, bahu, dan lengan, serta punggung.

Sama halnya kalau Moms merasa ada nyeri di bagian kiri dada. Seperti ada yang menekan, dan disertai dengan keringat dingin yang mengucur.

Kalau sudah begitu rasanya, kenapa pikir panjang? Angin duduk sudah datang. Segera minta pertolongan ke rumah sakit terdekat. Bila ditangani dengan cepat, nyawa bisa diselamatkan. Namun, tak demikian dengan mereka yang terbilang santai menghadapi kondisi itu. Nyawanya bisa saja melayang.

Baca Juga: Begini Cara Mengobati Angin Duduk

Serangan Jantung Ringan

chest-pain.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Kadang, sindrom seperti ini dianggap masuk angin biasa. Padahal, itu kumpulan gejala akibat gangguan di pembuluh darah. Seram, ya, Moms?

Bagi awam, gejala-gejala di atas itu ditangkap sebagai gejala “angin duduk”. Kalau kemudian ada yang merasa sembuh setelah “mandi balsem” atau kerokan, boleh percaya atau tidak, itu nasib baik saja.

Namun, dalam dunia medis, keluhan seperti itu harus dilihat sebagai gejala serius. Karena bisa cepat berkembang menjadi sindrom koroner akut (SKA).

Penderita harus cepat-cepat mendapatkan pertolongan medis agar jiwanya tertolong. Penderita sindrom koroner akut mesti dirawat di rumah sakit, sedapatnya di ICU. Tak bisa hanya berobat jalan saja.

SKA memang sekumpulan gejala yang muncul karena adanya gangguan aliran darah di pembuluh koroner secara akut. Gangguannya muncul gara-gara ada sumbatan di sebagian rongga pembuluh darah koroner.

Penyebabnya bisa kerak aterosklerosis yang kemudian robek sehingga memicu terjadinya gumpalan darah (trombosis).

Baca Juga: Yuk Simak, Ini 7 Cara Alami untuk Meringankan Angin Duduk

Kerak Aterosklerosis yang Berbahaya

serangan jantung, ini bedanya dengan masuk angin 2

“Kerak ini akan menyebabkan diameter rongga arteri koroner menyempit. Ketika terjadi luka, kerak itu akan mengalami erosi. Kemudian diikuti proses pembentukan bekuan-bekuan hingga membentuk gumpalan darah (trombus),” ungkap Ken Kronhaus, seorang ahli jantung dari Lake County, Florida, Amerika.

Trombus yang menjadi biang keladi darah sukar mengalir ke otot jantung. Akibatnya, daerah yang seharusnya mendapat pasokan darah terancam mati. Sindrom ini salah satu manifestasi penyakit jantung koroner (PJK) yang dapat berubah menjadi serangan jantung.

Makanya, jangan menganggap angin duduk hanyalah masuk angin biasa. Gejala klinis SKA adalah nyeri, rasa terjepit, kram, rasa berat atau rasa terbakar di dada (angin duduk). Biasanya di sisi tengah atau kiri dada yang berlangsung selama 20 menit.

“Ingat, rasa nyeri ini bisa menjalar ke rahang bawah, leher, bahu, dan lengan, serta punggung. Rasa nyeri ini juga bisa timbul pada waktu istirahat. Selain itu, juga bisa timbul meskipun kita tak pernah mengalami hal ini,” jelas Dr Kronhaus.

Jadi, Moms, kalau merasakan gejala-gejala di atas, pergilah secepatnya ke rumah sakit. Bukannya malah menyeruput teh hangat , “mandi balsem”, atau kerokan saja.

Baca Juga: Simak 3 Cara Mengatasi Angin Duduk Ini, Moms

(RYO/DIN)

Artikel Terkait