PROGRAM HAMIL
3 Juli 2020

Dapat Pengaruhi Peluang Hamil, Apa Itu Sindrom Asherman?

Perhatikan gejalanya, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh Dina Vionetta

Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi peluang hamil seorang wanita, termasuk di antaranya beberapa kondisi langka seperti sindrom asherman.

Yuk, ketahui lebih lanjut apa itu sindrom asherman dan bagaimana sindrom ini bisa mempengaruhi peluang hamil melalui penjelasan di bawah ini.

Apa Itu Sindrom Asherman?

Dapat Pengaruhi Peluang Hamil, Apa Itu Sindrom Asherman? 1

Foto: freepik.com

Mengutip situs kesehatan Healthline, sindrom asherman adalah suatu kondisi rahim langka. Pada wanita dengan kondisi ini, jaringan parut atau adhesi terbentuk di dalam rahim karena trauma yang disebabkan oleh berbagai hal.

Dalam kasus yang parah, seluruh dinding bagian depan dan belakang rahim dapat saling melekat atau menempel.

Sementara dalam kasus yang lebih ringan, adhesi dapat muncul di area yang lebih kecil di dalam rahim. Adhesi ini bisa tebal ataupun tipis, yang letaknya terpisah atau mungkin menyatu.

Baca Juga: Benarkah Konsumsi Antidepresan Pengaruhi Peluang Hamil?

Apa Saja Penyebab Sindrom Asherman?

Dapat Pengaruhi Peluang Hamil, Apa Itu Sindrom Asherman? 2

Foto: freepik.com

Menurut Cleveland Clinic, beberapa kondisi yang dapat menyebabkan dan meningkatkan risiko sindrom asherman antara lain:

  • Jaringan parut yang terbentuk akibat operasi rahim seperti dilasi dan kuretase (D&C). Di mana keduanya merupakan penyebab sekitar 90% kasus adhesi rahim.
  • Jaringan parut yang terbentuk setelah operasi caesar atau dari bekas luka jahitan yang digunakan untuk menghentikan perdarahan.
  • Endometriosis.
  • Infeksi pada organ reproduksi.
  • Perawatan radiasi.

Bagaimana Gejala Sindrom Asherman?

Video: The Egg Whisperrer

“Salah satu gejalanya adalah Anda tidak mendapatkan menstruasi,” kata Dr. Jessica Mann, Dokter Spesialis Fertilitas di IRMS Reproductive Medicine, New Jersey, melalui channel The Egg Whisperer.

“Ini kadang-kadang terjadi setelah melahirkan atau menjalani operasi rahim, lalu Anda tidak mendapatkan menstruasi namun masih merasakan nyeri siklis (sebulan sekali merasakan seperti akan menstruasi, tetapi tidak pernah menstruasi). Ini bisa sangat menyakitkan karena lapisan rahim menumpuk dan bukannya keluar melalui leher rahim dan vagina, lapisan itu bahkan masuk ke saluran tuba.”

Namun, Dr. Mann menyebutkan bahwa wanita dengan sindrom asherman juga mungkin mengalami menstruasi yang lebih ringan, yang memungkinkan mereka untuk hamil. Tetapi, ini meningkatkan risiko terjadinya keguguran karena adanya luka di rahim.

Baca Juga: Pengaruh Hiperandrogen pada Peluang Kehamilan, Kenali Tanda-tanda Ini

Apa Pengaruh Sindrom Asherman Terhadap Kesuburan?

Dapat Pengaruhi Peluang Hamil, Apa Itu Sindrom Asherman? 3

Foto: freepik.com

Pelekatan rahim yang terjadi pada sindrom asherman terbukti menyebabkan wanita dengan kondisi ini lebih sulit hamil atau mengalami keguguran berulang.

Bahkan peluang keguguran dan kelahiran mati juga diketahui lebih tinggi dibandingkan dengan wanita tanpa kondisi ini.

Mengapa demikian? Sebagaimana yang dijelaskan di atas, wanita dengan kondisi ini cenderung lebih jarang atau bahkan tidak menstruasi sama sekali.

Sehingga mereka juga tidak mengalami ovulasi (anovulasi).

Sementara mereka yang berhasil hamil secara alami, jaringan parut dan adhesi akibat kondisi ini dapat mengganggu perkembangan janin dan menyebabkan keguguran.

Selain itu, sindrom asherman juga meningkatkan risiko selama kehamilan seperti:

  • Placenta previa
  • Placenta increta
  • Perdarahan berlebihan

Baca Juga: 4 Risiko Plasenta Previa dan Cara Menanganinya, Bumil Wajib Tahu!

Bagaimana Pengobatan Untuk Wanita Dengan Sindrom Asherman?

Dapat Pengaruhi Peluang Hamil, Apa Itu Sindrom Asherman? 4

Foto: freepik.com

“Saya biasanya akan melakukan histeroskopi dan reseksi (pengangkatan jaringan parut. Beberapa pasien mungkin memerlukan stent intrauterin untuk mencegah pembentukan kembali jaringan parut, tetapi itu adalah keputusan yang saya buat selama operasi. Estrogen juga dapat digunakan pasca operasi untuk mencegah pembentukan jaringan parut,” jelas Dr. Mann.

Di mana menurut sebuah penelitian dalam jurnal Reproduction & Infertility (JRI), wanita yang menjalani adhesiolisis histeroskopi terbukti menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pola menstruasi.

Bahkan tingkat kehamilan pasien diketahui semakin membaik setelah adhesiolisis histeroskopi.

Nah, itulah penjelasan mengenai sindrom asherman dan pengaruhnya terhadap kesuburan, peluang hamil ataupun kehamilan.

Konsultasikan dengan dokter jika Moms memiliki faktor risiko dan gejala seperti yang disebutkan di atas.

Baca Juga: Ingin Cepat Hamil? 5 Olahraga Ini Bisa Tingkatkan Peluang Kehamilan

Artikel Terkait