BAYI
15 Mei 2020

Apakah Bayi Harus Memakai Masker Saat Pandemi Covid-19?

Jika Moms saja pakai masker, apakah bayi harus?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Dina Vionetta

Salah satu benda paling penting untuk digunakan selama masa pandemi Covid-19 ini adalah masker.

Hal itu pun direkomendasikan olah Centers for Disease Control and Prevention (CDC) untuk selalu digunakan, baik yang merasa sakit atau tidak.

CDC ingin orang-orang memakai masker saat berada di lingkungan komunitas, bukan untuk menghindari virus, tetapi untuk menghindari membuat orang lain sakit.

Pedoman CDC menuliskan, masker tidak dimaksudkan untuk melindungi pemakainya, tetapi untuk mencegah penyebaran virus dari pemakainya ke orang lain.

Namun, apakah bayi juga harus memakai masker untuk melindungi diri dari virus Covid-19?

Untuk saat ini, organisasi kesehatan masyarakat besar seperti American Academy of Pediatrics (AAP) belum memberikan rekomendasi resmi dan spesifik tentang masker wajah untuk bayi dan anak-anak.

Namun, CDC mengatakan bahwa masker wajah tidak boleh dipakai oleh anak-anak di bawah usia 2 tahun.

"Mereka terlalu muda," kata Dr. Rob Darzynkiewicz, kepala petugas medis Hazel Health.

Baca Juga: Unggah Foto Keluarga dengan Masker, Ini Foto Keluarga Raisa dan Hamish

Tidak Efektif, Justru Simpan Risiko

Apakah Bayi Harus Memakai Masker Saat Pandemi Covid 19 -1.jpeg

Foto: Telegraph.co.uk/Gettyimages

Saluran pernapasan bayi lebih kecil daripada anak-anak yang lebih tua atau orang dewasa, jadi hal tersebut akan menyulitkan bayi saat bernapas menggunakan masker.

Jika bayi kesulitan bernapas, bayi juga akan kesulitan melepas masker hingga bisa mati lemas.

Ini mirip dengan alasan di balik tidak direkomendasikannya penggunaan selimut di tempat tidur bayi oleh AAP.

"Selain itu, jika masker memiliki bagian-bagian kecil atau hal-hal yang bisa lepas, itu bisa menjadi potensi berbahaya karena membuat bayi tersedak," jelas Dr. Brianna Enriquez, direktur medis manajemen darurat Rumah Sakit Anak Seattle.

Di atas semua masalah keamanan itu, para ahli ragu tentang seberapa efektif masker melindungi bayi tertular COVID-19.

Briana mengatakan, untuk anak-anak, sangat penting untuk mengingatkannya selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah mengenakan masker dan tidak menyentuh atau menyesuaikan masker saat digunakan.

“Yang pada dasarnya merupakan hal yang mustahil dilakukan oleh bayi berusia di bawah 2 tahun,” jelasnya.

Baca Juga: Cara Menggunakan Masker yang Benar untuk Mencegah Virus, Simak di Sini!

Lakukan Tindakan Preventif

Apakah Bayi Harus Memakai Masker Saat Pandemi Covid 19 -2.jpg

Foto: Istockphoto.com

Para ahli mengatakan bahwa jauh lebih efektif untuk melakukan social distancing dan rajin mencuci tangan. "Saya kurang peduli tentang masker untuk bayi, dan lebih peduli tentang anak-anak yang pergi ke luar dan menjelajahi dunia dengan menyentuh dan menjilatinya," kata Brianna.

Pada dasarnya, bayi tampaknya tidak sakit seperti orang dewasa ketika mereka memiliki Covid-19 namun tanpa sadar dapat menjadi carrier. Cara terbaik untuk melindungi bayi adalah dengan menjaganya tetap di rumah.

Di beberapa negara bagian Amerika Serikat, pemerintah daerah mewajibkan pemakaian masker saat meninggalkan rumah, tetapi pernyataan CDC tentang masker wajah hanya merupakan rekomendasi. Beberapa anak, terutama anak-anak usia prasekolah, tidak akan betah menggunakan masker. Oleh karena itu, memakainya akan meningkatkan kemungkinan untuk menyentuh wajahnya.

Karena para ahli merekomendasikan untuk menjauhkan tangan dari wajah, apa pun yang akan membuat anak semakin menyentuh wajahnya bukanlah ide yang baik. Karena harus tetap di rumah, Moms bisa mengajak Si Kecil untuk sering mencuci tangan, misalnya setelah bermain.

Penggunaan masker untuk bayi hanya untuk hal-hal darurat. Jika tidak terlalu penting, lebih baik Moms dan bayi di rumah saja.

Baca Juga: Review 7 Masker Pelindung untuk Antisipasi Virus Corona, Mana yang Terbaik?

Artikel Terkait