NEWBORN
12 November 2017

Apakah Bayi Perempuan Harus Disunat?

Ada yang bilang sunat pada perempuan tidak membawa manfaat, berbeda dengan khitan pada laki-laki. Benarkah?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (fitria.rahmadianti)
Disunting oleh (fitria.rahmadianti)

Selain tindik telinga, banyak bayi perempuan juga menjalani sunat setelah lahir. Berbeda dengan khitan pada laki-laki yang umumnya dilakukan saat anak masuk usia sekolah. Sebenarnya, apakah sunat pada bayi perempuan memiliki manfaat?

Prosedur Sunat pada Perempuan

Sebelum mencari tahu jawabannya, Moms perlu tahu macam-macam prosedur sunat yang dilakukan pada perempuan:

  1. Menusuk atau mencungkil bagian kelamin
  2. Memotong klitoris (bagian kelamin wanita yang paling sensitif)
  3. Memperkecil liang vagina dengan cara menjahit bibir vagina

Dampak Sunat pada Perempuan

Sunat pada perempuan umumnya dilakukan karena tradisi. Namun, menurut dr. Suzy Maria, Sp.PD dari Omni Hospitals Pulomas, dari sudut pandang kesehatan, tidak ada anjuran untuk melakukan sunat pada perempuan.

World Health Organization telah menyatakan bahwa sunat pada perempuan tidak memberi manfaat terhadap kesehatan dan hanya membawa kerugian atau bahaya.

Tindakan sunat pada perempuan akan membuang atau merusak struktur yang normal dan sehat dari kelamin perempuan. Hal ini dapat berakibat terganggunya fungsi alami organ intim perempuan.

Sunat pada perempuan dengan metode manapun akan merusak kelamin yang sangat sensitif, terutama bagian klitoris. Akibatnya, sensitivitas seksual dapat terganggu sehingga dapat menimbulkan penurunan rangsangan dan kenikmatan seksual, nyeri saat berhubungan seks, bahkan hilangnya orgasme.

Baca juga: Susah Orgasme Saat Berhubungan Seks, Normalkah?

Bagaimana Jika Orang Tua Tetap Ingin Meneruskan Tradisi Sunat pada Bayi Perempuan?

Bila orang tua tetap ingin melakukan sunat pada bayi perempuannya, pastikan hal-hal ini:

  1. Tindakan dilakukan oleh tenaga kesehatan yang terlatih
  2. Menggunakan alat yang steril
  3. Bayi tidak merasa kesakitan akibat tindakan sunat tersebut (meskipun anestesi jarang digunakan pada sunat perempuan)

Setelah tindakan sunat, orang tua juga harus memantau penyembuhan luka sunat dan mengatasi nyeri yang dirasakan bayi bila ada.

Bagaimana dengan Sunat pada Bayi Laki-laki?

Berbeda dengan sunat perempuan, sunat pada laki-laki dilakukan dengan berbagai alasan. Misalnya, untuk terapi penyakit tertentu, pencegahan penyakit, serta alasan agama ataupun budaya.

Secara medis, sunat laki-laki dapat dilakukan kapan saja. “Namun sunat pada usia bayi dan anak-anak lebih baik karena dilakukan dengan teknik yang lebih sederhana, penyembuhan lebih cepat, dan bekas luka akan lebih baik secara kosmetik,” kata dr. Suzy.

Suzy menambahkan, waktu ideal untuk sunat adalah usia di bawah satu tahun. Sebab, bayi merasakan nyeri yang lebih ringan, tidak banyak bergerak pada proses operasi, dan tidak mengingat pengalaman operasinya.

Nah, apakah Moms akan tetap melakukan sunat pada bayi perempuan? Untuk Moms yang punya bayi laki-laki, apakah Moms mempertimbangkan akan melakukan sunat selagi dia belum berusia satu tahun? Sampaikan pendapat Moms di kolom komentar di bawah, ya!

(EMA)

Presented By:

pjimage (1) pjimage (3)
Artikel Terkait