NEWBORN
30 Januari 2019

Hati-hati! BAB Bayi Berlendir Bisa Jadi Pertanda Disentri

Disentri amuba dan shigellosis biasanya dihasilkan dari sanitasi yang buruk
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Disentri didefinisikan sebagai diare yang disertai dengan darah, nanah, dan biasanya juga diiringi dengan sakit perut.

Meskipun mayoritas pengidapnya adalah balita, bayi merupakan yang cukup berisiko karena kondisi kekebalan tubuhnya yang belum matang.

Disentri sendiri terbagi menjadi dua jenis, yakni amoebic dysentery atau intestinal amoebiasis (disebabkan parasit mikroskopis bersel tunggal yang hidup di dalam usus besar), dan disentri basiler (disebabkan oleh bakteri invasif).

Namun, benarkah bab berlendir menjadi tanda bayi terkena disentri?

Penyebab Disentri Pada Bayi dan Balita

dis (1)

Disentri amuba dan shigellosis biasanya dihasilkan dari sanitasi yang buruk. Ini mengacu pada lingkungan di mana orang-orang yang tidak memiliki disentri bersentuhan dengan kotoran dari orang-orang yang sudah menderita disentri.

Kontak yang dimaksud di sini dapat melalui:

- Makanan yang terkontaminasi

- Air yang terkontaminasi dan minuman lainnya

- Cuci tangan yang buruk oleh orang yang terinfeksi

- Berenang di air yang terkontaminasi, seperti danau atau kolam renang

- Kontak fisik

Anak-anak paling berisiko shigellosis, tetapi siapa pun bisa mengalami disentri pada usia berapa pun.

Mudah menyebar melalui kontak orang ke orang dan melalui makanan maupun minuman yang sudah tercemar.

Shigellosis kebanyakan menyebar di antara orang-orang yang berhubungan dekat dengan orang yang terinfeksi.

Disentri amuba terutama menyebar melalui makanan yang terkontaminasi atau minum air yang terkontaminasi di daerah tropis yang memiliki sanitasi buruk.

Baca Juga: Kenali 8 Warna Dan Tekstur BAB Bayi untuk Mengetahui Gambaran Kesehatannya

Tanda dan Gejala Disentri

dis (2)

1. Disentri Basiler

Disentri basiler disebabkan oleh bakteri shigella. Biasanya disentri basiler mulai muncul satu hingga tujuh hari setelah terjadinya infeksi.

Gejala umum yang muncul merupakan sakit perut ringan dan diare berdarah. Gejala-gejala bayi disentri basiler ini berlangsung selama 3-7 hari dan banyak orang yang tidak perlu mengunjungi dokter umum.

Biasanya muncul diare hebat untuk memulai, diikuti oleh volume yang lebih kecil dan terkadang menyakitkan.

Dalam kasus yang lebih parah, gejala dapat termasuk:

- BAB bayi berlendir, berair, dan berdarah (diare parah)

- Mual

- Muntah

- Nyeri perut yang parah

- Kram perut

- Suhu badan tinggi (demam) sekitar 38 derajat Celcius atau lebih

Baca Juga: 8 Hal yang Jarang Diketahui Tentang Bayi Baru Lahir

2. Disentri Amuba

Disentri ini disebabkan oleh amuba (parasit bersel tunggal) disebut disentri amuba atau amoebasis. Disentri amuba terutama terjadi di daerah tropis.

Dalam beberapa kasus, disentri amuba tidak menyebabkan gejala apa pun.

Namun, orang yang terinfeksi akan melewati kista di dalam tinjanya saat buang air besar, dan dapat menginfeksi sekelilingnya.

Gejala biasanya dapat muncul 10 hari setelah terinfeksi.

Gejala disentri amuba sendiri dapat meliputi:

- Diare berair, yang biasanya mengandung darah

- Lendir atau nanah

- Mual

- Muntah

- Sakit perut

- Demam dan menggigil

- Pendarahan dari rectum

- Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan

Gejala-gejala disentri amuba biasanya berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu. Namun, tanpa pengobatan, bahkan jika gejalanya hilang, amuba dapat terus hidup di dalam usus selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Ini berarti bahwa infeksi masih dapat ditularkan kepada orang lain dan bahwa diare juga masih dapat kembali.

(RGW)

Artikel Terkait