KESEHATAN
28 April 2018

Bagaimana Ciri-ciri Anak yang Kekurangan Zat Besi?

Bagaimana Ciri-ciri Anak yang Kekurangan Zat Besi?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan
Disunting oleh Intan

Tanya:

Saya ingin bertanya mengenai pemberian suplemen zat besi pada balita. Menurut rekomendasi IDAI zat besi wajib diberikan untuk anak sampai usia 5 tahun, betul begitu Dok?

Dosis pemberiannya bagaimana dan apa ada efek jangka panjang jika memberikan zat besi terus menerus? (Debie Octora)

Bagaimana ciri-ciri anak yang kekurangan zat besi? Supaya kami para orangtua bisa memantau perkembangan anak apakah masih kurang zat besi atau tidak. (Ria Irawan)

Jawab:

Penelitian yang ada memang menunjukkan banyak sekali anak yang mengalami defisiensi zat besi, dan karenanya dikeluarkanlah rekomendasi pemberian zat besi bagi anak.

Ada berbagai sediaan di pasaran, dan untuk dosisnya dapat dilihat di kemasan, atau sesuai rekomendasi dokter sesuai kondisi anak.

Pemberian zat besi yang berlebihan tidaklah perlu dikhawatirkan karena jarang terjadi bila mengikuti anjuran dosis. Namun ada kalanya memang menimbulkan efek samping sembelit, yang akan membaik ketika pemberian dihentikan sementara.

Anak Kekurangan Zat Besi

Anak yang mengalami kekurangan zat besi, dapat tampak secara klinis maupun tidak.

Bila kekurangan zat besi namun belum sampai menyebabkan anemia (rendahnya kadar hemoglobin), maka tidak akan dapat diketahui kecuali dengan pemeriksaan laboratorium khusus yang memeriksa kadar besi.

Sedangkan pada anak yang kekurangan zat besi dan sudah terjadi anemia, dapat terlihat ia lebih pucat dari seharusnya. Sulitnya, kadangkala orangtua merasa anaknya 'memang putih' dari lahir, padahal sebenarnya ia mengalami anemia.

Untuk mengetahui apakah anak memang berkulit putih atau memang ada kecurigaan anemia, dokter akan memeriksa tidak hanya dari kulit, tetapi juga dari bagian tubuh lain, misalnya telapak tangan dan konjungtiva mata.

Untuk memastikannya, dokter juga tetap perlu melakukan pemeriksaan laboratorium.

Dijawab oleh dr. Martinus M. Leman, DTMH, Sp.A

Sumber: Forum Orami - Ask The Expert

Artikel Terkait