NEWBORN
4 April 2020

Hindari 5 Bahan Skincare Bayi yang Berbahaya

Produk bayi yang mengandung pewarna dan pewangi dapat mengiritasi kulit bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Merawat kulit bayi adalah hal penting yang perlu dilakukan. Selain agar tetap menjaga kelembapan kulit, juga karena kulit bayi yang masih sangat sensitif. Moms perlu menghindari bahan skincare bayi yang berbahaya.

Menurut jurnal Skin Care for the Newborn, kulit bayi yang baru lahir berbeda dari kulit orang dewasa. Kulit bayi lebih rentan terhadap trauma dan infeksi, sehingga membutuhkan perawatan khusus.

Karena itu, untuk menghindari dampak atau risiko yang merugikan, Moms harus memerhatikan kandungan produk perawatan kulit bayi yang aman.

Baca Juga: Hindari Iritasi, Ini 4 Tips Memilih Produk Perawatan Kulit untuk Bayi

Bahan Skincare Bayi yang Berbahaya

Jika Moms hendak membeli produk skincare untuk Si Kecil, penting untuk memerhatikan kandungan bahan pada produk untuk mencegah risiko pada kulitnya yang masih sensitif.

Berikut ini daftar bahan skincare bayi yang berbahaya, Moms.

1. Sulfat

bayimandi4.jpg

Sulfat (SLS) merupakan kandungan bahan yang populer yang dijual di toko sabun dan pembersih bayi. Produk yang mengandung bahan ini termasuk sampo atau baby wash yang membuat produk "berbusa".

Moms mungkin berpikir bahwa semakin banyak gelembung yang dihasilkan sampo, akan semakin efektif kerjanya. Namun, sulfat bisa menjadi bahan skincare bayi yang berbahaya.

Menurut Rachel Nazarian MD, dokter kulit Grup Schweiger Dermatology, New York, mandi busa ecara cepat menghilangkan hidrator alami, mengeringkan kulit bayi dan membuatnya gatal.

"Saya merekomendasikan mandi dengan pembersih lembut minimal terbatas tiga kali seminggu. Mandi busa tidak pernah sepenuhnya direkomendasikan untuk bayi karena tidak perlu banyak sabun saat membersihkan bayi," jelas Dr. Rachel mengutip The Healthy.

Menurut database dari Environmental Working Group, SLS telah dikaitkan dengan neurotoksisitas, toksisitas pada organ, iritasi kulit, dan gangguan endokrin.

2. Zat Pewangi dan Pewarna

bayi tidak perlu dimandikan setiap hari 2.jpg

Produk yang berwarna cerah dengan aroma segar mungkin terlihat menyenangkan, tetapi bahan kimia yang berkontribusi dalam dua hal ini tidak baik untuk kulit bayi.

Mengutip Johns Hopkins Medicine, kulit bayi sangat mudah menyerap, sehingga sangat penting menggunakan produk hypo-allergenic bebas pewangi. Hindari parfum dan pewarna, yang dapat mengiritasi kulit bayi baru lahir.

"Cobalah menghindari bahan-bahan yang terdaftar sebagai parfum dan pewarna. Anda tidak ingin melepaskan minyak dan hidrator alami pada kulit bayi," kata Dr. Nazarian.

Baca Juga: 6 Produk Perawatan Bayi yang Juga Bisa Digunakan oleh Orang Dewasa

3. Paraben

skincare baby.jpg

Paraben adalah pengawet sintetis, dan biasanya digabung dengan bahan-bahan lain seperti methylparaben, ethylparaben, butylparaben, dan propylparaben. Ini juga merupakan bahan skincare yang bisa berbahaya bagi bayi.

Paraben digunakan untuk membuat produk bertahan lebih lama dan tidak cepat memburuk.

Mengutip Tree Hugger, paraben adalah neurotoksin dan berkaitan dengan toksisitas reproduksi, gangguan hormon, dan iritasi kulit. Jauhi produk bayi dengan nama kandungan yang memiliki kata 'paraben'.

4. Phthalates

skincare baby-2.jpg

Phthalate adalah bahan kimia industri yang digunakan untuk melunakkan plastik dan bertindak sebagai pelarut dalam banyak krim topikal, sabun, dan produk perawatan kulit lainnya.

Penggunaan bahan ini telah dilarang di banyak mainan anak-anak, tetapi masih banyak digunakan dalam produk perawatan kulit bayi. Moms perlu menghindari penggunaan bahan skincare bayi yang berbahaya ini, ya.

Menurut Made Safe, phthalate mengganggu endokrin yang terkait dengan malformasi reproduksi pada bayi laki-laki, mengurangi kesuburan, gangguan perkembangan, asma, dan meningkatnya reaksi alergi.

Baca Juga: Bedak Bayi Berbahaya Untuk Saluran Pernapasan Si Kecil?

5. Talc

Jangan Sembarangan, Begini Tips Memilih Bedak Bayi 4.jpg

Penggunaan talc atau mineral bubuk ini ditambahkan ke bedak bayi (dan banyak produk kosmetik tabur lainnya). Zat ini digunakan sebagai agen pengeringan, bisa mengiritasi paru-paru dan mungkin bersifat karsinogenik.

"Saya merekomendasikan untuk tidak menggunakan bedak bayi dan bubuk lain untuk mengatasi ruam popok," terang Dr. Nazarian.

Ia melanjutkan, "Partikel aerosol cukup mengiritasi paru-paru bayi dan berpotensi menyebabkan masalah pernapasan. Selain itu, hindari menaburkan bedak bayi di daerah popok."

Itu dia Moms, 5 bahan skincare yang berbahaya dalam produk bayi.

Artikel Terkait