Benarkah Berhubungan Seks dengan Suami saat Hamil Memicu Keguguran?

Ini fakta yang perlu Moms ketahui!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Kesibukan menanti kelahiran sang buah hati pastinya pastinya dialami oleh seorang ibu yang sedang mengandung. Segala hal seputar kehamilan menjadi sangat penting dan pokoknya, ingin yang terbaik untuk calon bayi yang akan dilahirkan.

Terkadang, saking sibuknya memerhatikan kehamilan, Moms lupa kalau ayah dari calon bayi tersebut juga membutuhkan perhatian.

Perlu diketahui pula, seorang ayah adalah pendukung utama sejak janin masih dalam kandungan hingga nanti dialah yang dapat mendukung ibu untuk memproduksi ASI secara optimal. Jadi, penting rasanya untuk menjaga hubungan dengan suami agar tetap romantis meskipun dalam masa kehamilan.

Salah satu cara untuk meningkatkan keintiman dengan suami tentunya dengan berhubungan seks. Namun, hal yang menjadi kekhawatiran adalah sebenarnya bisa atau tidak berhubungan seks saat hamil.

Banyak anggapan yang mengatakan seks saat hamil akan berbahaya bahkan bisa meningkatkan risiko keguguran.

Sebelumnya jangan menelan mentah-mentah anggapan ini, y, Moms. Seiring perkembangan teknologi yang pesat, kita memang mudah mendapatkan informasi seputar kehamilan dari mana saja.

Namun sebagai seorang calon ibu dan istri yang bijak, harus pintar dalam memilih informasi yang tepat. Begitu juga yang diungkapkan oleh dr. Ricky Susanto, Sp.OG, M.Kes, dokter kandungan RS Mitra Keluarga Kalideres.

Baca Juga: 8 Posisi Bercinta agar Cepat Hamil yang Perlu Moms dan Dads Coba

Seks saat Hamil Tidak Berbahaya Namun Bisa Menyebabkan Keguguran

Berhubungan Seks dengan Suami saat Hamil Memicu Keguguran, Benarkah-1.jpg

Foto: todaysparent

Secara langsung, dr Ricky mengungkapkan bahwa berhubungan seks dengan suami selama masa kehamilan itu tidak menjadi masalah.

Namun, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti usia kehamilan, kondisi ibu hamil, dan proses penetrasinya. JIka kondisi ibu hamil masih trimester awal atau kedua, ada aturan yang harus diikuti.

Proses berhubungan seks saat hamil harus disesuaikan dengan kondisi ibu hamilnya sendiri, seperti tidak ada flek atau nyeri di bagian perut bawah. Namun, faktor yang paling penting adalah sperma tidak boleh dikeluarkan di dalam area kelamin.

"Sperma mengandung zat yang menimbulkan kontraksi, sedangkan kontraksi tidak boleh terjadi pada usia kehamilan muda karena dapat meningkatkan risiko keguguran,” ujar dr Ricky pada Kulwap Orami Community, Kamis (31/1) lalu.

Berhubungan seks selama masa kehamilan juga harus memerhatikan kondisi janin dalam keadaan sehat dan posisi berhubungan yang tepat.

Hindari posisi misionaris yang dapat menimpa perut ibu yang sedang hamil. Sebaiknya pilih posisi miring atau duduk yang tidak memberatkan posisi perut sang ibu.

Baca Juga: Hamil Muda Boleh Berhubungan Seks?

Hal yang Terjadi pada Janin saat Berhubungan Seks

Berhubungan Seks dengan Suami saat Hamil Memicu Keguguran, Benarkah-3.jpg

Foto: healthline

Berhubungan seks saat hamil sering ditakutkan baik bagi Moms dan Dads karena takut membahayakan kondisi janin. Padahal kenyataannya, janin dalam kandungan sudah terlindungi oleh serviks dan lendir yang tebal sehingga tidak akan bermasalah.

Berhubungan seks lewat penetrasi maupun seks oral tidak akan membahayakan janin selama melakukannya dengan intensitas berat dan bahaya. Air ketuban akan melindungi janin dari tekanan-tekanan tersebut dan menyerapnya.

Perlu diketahui juga bahwa seks saat hamil dapat membantu Moms dalam melatihan kekuatan otot saat menghadapi persalinan nanti. Ketika mencapai orgasme, maka terjadi kontraksi di dasar panggul dan hal ini meningkatkan kekuatan otot.

Hal yang penting diperhatikan adalah selalu cek kondisi janin dan pastikan tubuh ibu dalam keadaan sehat. Keromantisan dengan suami tetap terjaga, kesehatan calon bayi pun tidak terlupa! Setuju tidak Moms?

(DG/AND)

Artikel Terkait