KESEHATAN
11 Agustus 2019

Benarkah Menelan Permen Karet Membahayakan Tubuh? Begini Penjelasannya

Permen karet yang tertelan bisa bertahan di lambung bertahun-tahun?

Sumber: rd.com

Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Biasanya kita sering mendengar ucapan jika menelan permen karet akan berbahaya bagi tubuh.

Permen karet yang tertelan akan tertahan di dalam lambung hingga bertahun-tahun tanpa bisa dicerna.

"Ini hampir sama benarnya secara ilmiah dengan menelan biji semangka akan membuat kita menumbuhkan semangka di perut kita," kata Caleb Backe, pakar kesehatan dan kebugaran untuk Maple Holistics saat berbicara mengenai permen karet.

Lalu, apakah menelan permen karet benar berbahaya bagi tubuh? Ini penjelasannya dari ahli.

Baca Juga: Jangan Panik, Langsung Lakukan Hal Ini Saat Balita Menelan Benda Asing

Bahan Pembuat Permen Karet

Benarkah Menelan Permen Karet Membahayakan Tubuh 01.jpg

Foto: rd.com

Seperti yang dikutip dari recipes.howstuffworks.com, sampai Perang Dunia II, permen karet terbuat dari zat yang disebut chicle yang dicampur dengan perasa.

Chicle adalah getah lateks yang berasal dari pohon sawo yang asli dari Amerika Tengah. Dengan kata lain, chicle adalah bentuk karet.

Sama seperti karet gelang yang tidak larut saat kita mengunyahnya, begitu pula chicle.

Chicle sedikit lebih lembut daripada karet gelang dan terjadi lebih lunak dan menghangat di mulut kita.

Setelah Perang Dunia II, ahli kimia belajar cara membuat basa getah buatan untuk menggantikan chicle.

Basa-basa permen karet ini pada dasarnya adalah karet sintetis yang memiliki suhu yang sama dengan chicle.

Baca Juga: Bolehkah Anak Mengonsumsi Makanan Pedas? Ini Penjelasan Ahli!

Berbahayakah Menelan Permen Karet?

Benarkah Menelan Permen Karet Membahayakan Tubuh 02.jpg

Foto: rd.com

Walaupun ada bagian dari permen karet yang terbuat dari bahan sintetis yang tak dapat dicerna, itu bukan berarti akan membuatnya tertahan di dalam tubuh hingga bertahun-tahun.

Permen karet tak akan bertahan di dalam tubuh lebih dari seminggu karena perut manusia secara berkala mengosongkan isinya ke usus halus.

Menurut ilmuwan dari Ohio State University, saat kita menelan permen karet, permen tersebut akan pindah karet usus besar dan keluar bersama kotoran.

Hal tersebut pun senada dengan Michael Picco, asisten profesor kedokteran di College of Medicine, Mayo Clinic, dan juga konsultan dalam gastroenterologi di Mayo Clinic di Florida.

"Meskipun permen kunyah dirancang untuk dikunyah dan tidak ditelan, umumnya permen karet tidak berbahaya jika tertelan.

"Jika Anda menelan permen karet, memang benar bahwa tubuh Anda tidak dapat mencernanya.

"Tetapi permen karet tidak tinggal di perut kita. Permen karet akan bergerak relatif utuh melalui sistem pencernaan kita dan diekskresikan dalam tinja kita," ujar Michael Picco.

Walau begitu, tetap tidak disarankan untuk terlalu sering menelan permen karet karena bisa membahayakan tubuh.

"Menelan permen karet berulang-ulang dapat menyebabkan bezoar, sejumlah kecil bahan yang tidak bisa dicerna, berpotensi menyebabkan penyumbatan usus," kata gastroenterolog Edwin McDonald.

Dalam kasus yang sangat jarang, menelan permen karet di saat sedang sembelit bisa menyumbat usus.

Baca Juga: Pentingnya Membiasakan Anak Mengunyah Makanan Tanpa Berbunyi

Manfaat Mengunyah Permen Karet

Benarkah Menelan Permen Karet Membahayakan Tubuh 03.jpg

Foto: rd.com

Mengunyah permen karet pun memiliki sejumlah manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh.

Menurut penelitian terbaru dari tim psikolog di St Lawrence University, mengunyah permen karet bisa meningkatkan memori karena fungsi kognitif dan kinerja tes secara keseluruhan meningkat secara signifikan.

Selain meningkatkan memori, mengunyah permen karet bisa mengurangi stres dan kecemasan.

Dalam sebuah penelitian 2011, peserta yang mengunyah permen karet dua kali sehari selama 14 hari menilai kecemasan mereka secara signifikan lebih kecil daripada yang tidak mengunyah permen.

Secara ilmiah, ditunjukkan bahwa mengunyah permen karet dapat secara signifikan mengurangi hormon stres kortisol karena tindakan sederhana mengunyah menenangkan bagi kebanyakan orang.

(SA)

Artikel Terkait