PROGRAM HAMIL
6 Mei 2019

Benarkah Riwayat Infeksi Menular Seksual Bikin Susah Hamil?

Seberapa besar pengaruhnya pada peluang hamil?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Penyakit atau infeksi menular seksual (IMS) dapat menyerang pria maupun perempuan. Penyebab IMS berbeda-beda, ada yang dipicu oleh bakteri (seperti gonore, klamidia), jamur (seperti kandidiasis), dan parasit (seperti trikomoniasis).

Dalam situs Parryscope, Dr. John Preston Parry, pendiri klinik Positive Steps Fertility menyebutkan, IMS dapat membuat pria maupun perempuan infertil.

Namun, dampaknya lebih besar pada perempuan, termasuk terhadap peluang hamil. Tapi sekitar 85% perempuan justru tidak sadar mereka pernah menderita penyakit tersebut.

Salah satu jenis IMS yang bisa muncul tanpa gejala adalah klamidia yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis.

Dikutip dari Stanford Children’s Health, pada perempuan, klamidia dapat menyebabkan gangguan pada sistem reproduksi dan memengaruhi peluang hamil.

Baca Juga: Waspada! Ini 6 Penyakit Menular Seksual yang Harus Diketahui dan Dihindari!

Pengaruh Infeksi Menular Seksual Pada Peluang Hamil

322902_1100.jpg

Pengaruh IMS pada peluang hamil ternyata cukup besar, terutama bila penyakit itu tidak diobati secara benar.

Menurut Dr. Parry, sekitar 15% perempuan yang tidak sadar dirinya menderita klamidia, dan tidak melakukan pengobatan, kemudian menderita penyakit radang panggul (PID).

Klamidia yang tidak diobati secara benar dapat menyebar ke rahim atau tuba falopi dan menyebabkan PID.

Tuba falopi yang tergores dapat mempersulit pertemuan antara sel telur dan sperma sehingga mempersulit peluang hamil.

PID dapat melukai tuba falopi dan rahim, memicu nyeri kronis, infertilitas, dan kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang berkembang di luar rahim (biasanya di dalam tuba falopi).

Klamidia dan gonore juga dapat memicu peradangan di serviks dan uretra (saluran yang menghubungkan kantung kemih ke lingkungan luar tubuh).

Sementara, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pada perempuan hamil, klamidia dapat menyebabkan kelahiran prematur. Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi klamidia pun berisiko mengalami infeksi pada mata dan saluran pernapasannya.

Baca Juga: Kenali Gejala dan Cara Mencegah Herpes Genital

IMS Banyak Menyerang Perempuan

boram-kim-91504-unsplash.jpg

Data dari CDC menunjukkan bahwa sekitar 20 juta kasus IMS muncul setiap tahun di Amerika Serikat. Sekitar 75% perempuan pernah menderita penyakit ini setidaknya sekali dalam hidup mereka.

IMS paling banyak menyerang perempuan berusia di bawah 25 tahun dan lebih dari 80% perempuan menderita klamidia pada usia antara 15 hingga 25 tahun.

Karena pengaruh IMS pada peluang hamil bisa jadi cukup signifikan, Dr. Parry menganjurkan Moms yang berencana hamil untuk menjalani tes IMS guna memastikan dirinya tidak memiliki salah satu penyakit tersebut.

Bila ternyata Moms positif akan salah satu IMS, Moms dapat menyembuhkannya terlebih dahulu sebelum memulai program hamil. Dengan demikian, Moms nantinya dapat menjalani kehamilan dengan aman dan tenang.

(AN/INT)

Artikel Terkait