NEWBORN
20 Agustus 2020

Berapa Jumlah Kebutuhan ASI yang Bayi Perlukan?

Kira-kira berapa banyak ASI yang dihabiskan Si Kecil per hari?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Amelia Puteri

Air Susu Ibu, atau ASI, merupakan sumber gizi utama bayi yang belum bisa mencerna makanan padat. Moms mungkin mengira-ngira sebenarnya berapa banyak kebutuhan ASI bayi.

Istilah ASI eksklusif merujuk pada pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berusia 0 hingga 6 bulan. Pemberiannya diteruskan hingga anak berusia 2 tahun.

Menurut panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terbaru, ASI diberikan selama 6 bulan pertama tanpa makanan tambahan apapun karena nutrisi yang terkandung di dalamnya sudah mampu mencukupi kebutuhan selama 6 bulan pertama kehidupan bayi.

ASI memberikan nutrisi yang ideal untuk bayi. Ia memiliki campuran vitamin, protein, dan lemak yang hampir sempurna dan semuanya dibutuhkan bayi kitauntuk tumbuh.

Selain itu, Moms bisa memberikan apa yang bayi butuhkan dalam bentuk yang lebih mudah dicerna dibanding susu formula bayi.

ASI mengandung antibodi yang membantu bayi kita melawan virus dan bakteri. Tahukah Moms bahwa menyusui menurunkan risiko bayi Moms menderita asma atau alergi?

Ditambah lagi, pemenuhan kebutuhan ASI bayi yang mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, tanpa susu formula, akan berisiko lebih rendah mengalami infeksi telinga, penyakit pernapasan, dan serangan diare.

Menurut penelitian dalam Journal of American Medical Association, anak yang diberi ASI memiliki tingkat intelegensi (IQ) dan bahasa lebih tinggi dalam kehidupannya di masa depan.

Terlebih lagi, kedekatan fisik, sentuhan kulit ke kulit, dan kontak mata semuanya membantu ikatan bayi dengan Moms, dan Si Kecil akan merasa lebih aman.

Bayi yang disusui mungkin memperoleh jumlah berat badan yang ideal saat mereka tumbuh daripada kelebihan berat badan.

Jurnal American Academy of Pediatrics (AAP) mengatakan menyusui juga berperan dalam pencegahan SIDS (sindrom kematian bayi mendadak). Diperkirakan juga dapat menurunkan risiko diabetes, obesitas, dan kanker tertentu, tetapi diperlukan lebih banyak penelitian.

Untuk Moms sendiri, menyusui membantu membakar kalori ekstra dalam tubuh, sehingga bisa membantu kita menurunkan berat badan saat hamil lebih cepat.

Juga bisa melepaskan hormon oksitosin, yang membantu rahim perlahan kembali ke ukuran semula, saat belum hamil dan dapat mengurangi perdarahan rahim setelah lahir.

Menyusui juga menurunkan risiko kanker payudara dan ovarium. Lebih menarik lagi, juga dapat menurunkan risiko osteoporosis.

Baca Juga: Manfaat ASI Eksklusif untuk Ibu dan Bayi

Jumlah Kebutuhan ASI Bayi

takaran asi bayi

Foto: Orami Photo Stock

Selamat atas keputusan Moms untuk menyusui bayi yang baru lahir! Mungkin akan ada banyak pertanyaan dalam benak Moms, seperti berapa jumlah kebutuhan ASI bayi yang diperlukan setiap harinya?

Mulai menyusui dalam satu jam pertama atau lebih setelah kelahiran bayi bisa membantu memberikan kolostrum yang berharga sejak bayi pertama kali menyusu.

Kolostrum, ASI awal yang kental, akan membangun kekebalan, dan kaya antibodi, segera tersedia selama dan terkadang bahkan sesaat sebelum fase pertama perjalanan menyusui ibu, disebut Fase Inisiasi.

Di bawah ini akan kita bahas terlebih dahulu fase-fase menyusui Si Kecil dan jumlah ASI yang dibutuhkan.

1. Fase Inisiasi

Lima hari pertama setelah lahir, sementara tubuh Moms belajar memproduksi ASI dalam jumlah yang banyak dan bayi belajar menyusu, sangat penting menyiapkan sisa perjalanan menyusui kita, tetapi jangan berharap suplai ASI akan langsung berlimpah.

Rata-rata, bayi akan mengonsumsi sekitar satu sendok teh kolostrum per menyusui dalam 24 jam pertama, yang ideal untuk perut mungilnya.

Faktanya, perut bayi hanya seukuran buah ceri di hari pertama kehidupannya dan hanya mampu menampung 5 - 7 mL atau 1 - 1 ½ sendok teh ASI setiap kali menyusui!

Jangan khawatir, berat badan bayi memang akan mengalami penurunan setelah lahir adalah ini merupakan hal yang wajar, tetapi dokter dan perawat akan memantau bayi Moms dengan cermat untuk memastikan mereka tetap sehat.

Selain manfaat nutrisi dan kesehatan dari kolostrum untuk bayi, mengeluarkannya dengan memompa atau memberi makan memberi tahu tubuh bahwa bayi akan segera lapar, sehingga volume ASI yang lebih besar harus diproduksi untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi yang terus meningkat.

Pada hari ke-3, perut bayi baru yang baru lahir akan mulai tumbuh seukuran kenari. Artinya, jumlah kebutuhan ASI yang diminum bayi akan meningkat secara eksponensial hanya dalam waktu singkat, dan perut mereka yang sekarang mampu menampung antara 22 - 27 ml atau ¾ - 1 ons per menyusui.

Memberi makan Si Kecil setidaknya 8 - 10 kali per hari pada minggu pertama setelah lahir akan membantu meningkatkan suplai ASI yang sehat dan cukup ke depannya.

2. Fase Aktivasi Sekretori (Pembangunan)

Fase ini terjadi ketika tubuh beralih dari memproduksi kolostrum menjadi mengeluarkan ASI yang lebih matang untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi yang sedang berkembang.

Meskipun waktunya berbeda untuk setiap ibu, ini biasanya terjadi dalam rentang waktu 24 - 120 jam setelah melahirkan.

Namun, beberapa ibu membutuhkan waktu lebih lama, dalam hal ini Moms harus berkonsultasi dengan dokter atau perawat untuk memastikan bayi baru lahir menerima jumlah nutrisi yang tepat sampai volume ASI meningkat.

Seringkali pada akhir minggu pertama, para ibu memproduksi sekitar 500 mL atau 16 ½ ons susu per 24 jam. Juga sekitar 1 minggu, perut bayi akan tumbuh seukuran buah aprikot dengan kemampuan menampung sekitar 45 - 60 mL atau 1 ½ - 2 ons susu.

Pada usia sekitar 2 minggu, bayi biasanya akan kembali ke berat badan semula dan biasanya mengganti setidaknya 6 popok basah dan 3 atau lebih popok karena buang air besar setiap 24 jam.

Juga sekitar waktu ini, perut bayi telah membesar hingga seukuran telur dan sekarang dapat menampung antara 80 - 150 mL atau 2 ½ - 5 ons per menyusui.

Buah hati Moms kemungkinan besar akan mendapatkan penambahan berat sekitar 4 - 7 ons per minggu di bulan pertama dan saat memasuki Fase Pemeliharaan dari perjalanan menyusui.

3. Fase Pemeliharaan

Sejak minggu ke-4 hingga makanan tambahan dimasukkan ke dalam makanan bayi pada usia sekitar 6 bulan, suplai ASI Moms tidak akan banyak berubah jika rutinitas menyusui dan memompa tetap konsisten.

Hal ini dikarenakan makanan baru pada akhirnya akan menggantikan sebagian ASI dalam makanan bayi kita mulai sekitar usia 6 bulan.

Produksi ASI Moms mungkin akan mulai berkurang secara bertahap pada saat ini kecuali kita memompa untuk menyimpan persediaan ASI.

Bayi biasanya bertambah sekitar 4 - 7 ons per minggu, selama 6 bulan pertama. Ini biasanya berkurang menjadi sekitar satu 16 ons bulan, mulai dari sekitar 6 - 12 bulan.

Penting untuk diingat bahwa bayi yang mendapat ASI sedikit, tetapi waktunya lebih lama, seiring bertambahnya usia, meskipun konsumsi harian mereka tetap sama.

Ini berarti bahwa kebutuhan ASI bayi mungkin memiliki lebih sedikit sesi menyusui sepanjang hari, tetapi biasanya akan menyusu untuk waktu yang lebih lama ketika mereka melakukannya.

Selama periode usia 3 - 6 bulan, bayi mulai tumbuh lebih lambat, sehingga mereka tidak membutuhkan lebih banyak susu saat ini.

Pada bayi yang menyusu langsung, memang cukup sulit mengukur jumlah takaran ASI yang harus diminum oleh bayi, kecuali bayi yang mendapatkan ASIP.

Menurut penelitian, kebutuhan ASI bayi diperlukan sekitar 750 ml per hari (25 oz). Rata-rata bayi membutuhkan asupan ASI 570-900 ml per hari.

Frekuensi menyusu ASI pada bulan pertama sekitar 8-12 kali per hari. Setelah berusia 1-2 bulan, frekuensi menyusunya cenderung akan berkurang menjadi 7-9 kali per hari.

Bagi Moms yang memberikan ASIP menggunakan botol, takaran kebutuhannya mungkin kurang lebih sama dengan langsung dari payudara, meskipun memang tidak ada jumlah yang baku.

Hal paling penting yang perlu Moms ingat terkait frekuensi dan jumlah ASI yang diterima oleh Si Kecil adalah tetap fleksibel dan membiarkan bayi yang mengatur sendiri jumlah asupannya.

Moms tidak perlu memaksa Si Kecil untuk menghabiskan isi botol ASIP maupun menghentikannya saat ia menyusu. Bisa jadi saat Moms memaksa Si Kecil berhenti, justru sebenarnya ia masih lapar.

Baca Juga: Berapa Kebutuhan ASI Bayi Sesuai Usianya?

Tanda Bayi Mendapatkan ASI yang Cukup

kebutuhan asi bayi

Foto: Orami Photo Stock

Berikut beberapa tanda-tanda bayi ASI yang telah minum cukup ASI dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):

  1. Produksi ASI akan berlimpah pada hari ke-2 sampai ke-4 setelah melahirkan, nampak dengan payudara bertambah besar, berat, lebih hangat dan seringkali ASI menetes dengan spontan
  2. Bayi menyusu 8 - 12 kali sehari, dengan pelekatan yang benar pada setiap payudara dan menghisap secara teratur selama minimal 10 menit pada setiap payudara.
  3. Bayi akan tampak puas setelah menyusu dan seringkali tertidur pada saat menyusu, terutama pada payudara yang kedua
  4. Frekuensi buang air kecil (BAK) bayi > 6 kali sehari. Urin berwarna jernih, tidak kekuningan. Butiran halus kemerahan (yang mungkin berupa kristal urat pada urin) merupakan salah satu tanda ASI kurang.
  5. Frekuensi buang air besar (BAB) > 4 kali sehari dengan volume paling tidak 1 sendok makan, tidak hanya berupa noda membekas pada popok bayi, pada bayi usia 4 hari sampai 4 minggu. Sering ditemukan bayi yang BAB setiap kali menyusu, dan hal ini merupakan hal yang normal
  6. Feses berwarna kekuningan dengan butiran-butiran berwarna putih susu diantaranya (seedy milk), setelah bayi berumur 4 sampai 5 hari. Apabila setelah bayi berumur 5 hari, fesesnya masih berupa mekoneum (berwarna hitam seperti ter), atau transisi antara hijau kecoklatan, mungkin ini merupakan salah satu tanda bayi kurang mendapat ASI.
  7. Puting payudara akan terasa sedikit sakit pada hari-hari pertama menyusui. Apabila sakit ini bertambah dan menetap setelah 5 - 7 hari, lebih-lebih apabila disertai dengan lecet, hal ini merupakan tanda bahwa bayi tidak melekat dengan baik saat menyusu. Apabila tidak segera ditangani dengan membetulkan posisi dan pelekatan bayi maka hal ini akan menurunkan produksi ASI
  8. Berat badan bayi tidak turun lebih dari 10 persen dibanding berat lahir
  9. Berat badan bayi kembali seperti berat lahir pada usia 10 sampai 14 hari setelah lahir.

Baca Juga: Bayi Enggan Menyusu, Coba 5 Cara Ini Untuk Penuhi Kebutuhan ASI-nya

Komposisi ASI untuk bayi juga berbeda-beda berdasarkan lamanya waktu menyusui. Pada permulaan menyusui (5 menit pertama), bayi akan menghisap foremilk yang mengandung kadar protein tinggi.

Sedangkan ASI yang dihasilkan pada akhir menyusui (setelah 15-30 menit) disebut hindmilk yang mengandung kadar lemak tinggi.

Oleh karena itu, disarankan agar Moms menyusui Si Kecil sampai tuntas pada 1 payudara, baru kemudian berpindah ke payudara yang lain, sehingga Si Kecil mendapatkan keseluruhan kandungan ASI yang dibutuhkan.

Itu dia Moms, penjelasan mengenai kebutuhan ASI bayi sesuai dengan usianya.

Artikel Terkait