BALITA DAN ANAK
28 Juli 2020

Tabel Berat Badan Ideal Balita 2-5 Tahun

Si Kecil masuk kategori berat badan kurang, normal, atau risiko gizi lebih?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Si Kecil mungkin kelihatan kurus, sedang, atau gemuk. Namun, Moms tetap perlu menimbang berat badannya. Apakah sudah sesuai dengan berat badan ideal balita 2-5 tahun?

Standar antropometri anak sebagai rujukan untuk menilai status gizi dan tren pertumbuhan anak 0-5 tahun di Indonesia mengacu pada WHO Child Growth Standards.

Mengapa mengacu pada standar internasional? Bukankah anak-anak “bule” cenderung bertubuh lebih besar daripada anak-anak Indonesia? Ternyata tidak, Moms. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dari negara manapun akan tumbuh sama bila gizi, kesehatan, dan pola asuh yang benar terpenuhi.

Pentingnya Berat Badan Ideal Balita 2-5 Tahun

Menjaga berat badan Si Kecil tetap normal sesuai standar antropometri anak Indonesia ternyata penting, Moms. Kalau pertumbuhan berat badan dapat dipertahankan di range normal, maka tinggi badan dan lingkar kepala juga akan normal.

Sebaliknya, jika berat badan anjlok berdasarkan persentil, berat badan kurang dibanding tinggi badan, atau bayi dengan berat badan lahir yang rendah tidak dapat mengejar ketertinggalan (weight faltering), tinggi badan dan lingkar kepala juga mengalami deselerasi (kecepatan tumbuhnya berkurang).

Standar Berat Badan Menurut Umur (BB/U)

Indeks berat badan menurut umur (BB/U) menggambarkan berat badan dibandingkan umur anak. Inilah tolok ukur balita dikatakan memiliki berat badan sangat kurang (severely underweight), kurang (underweight), normal, atau risiko berat badan lebih. Namun, untuk mengidentifikasi anak dengan gizi lebih dan obesitas, lebih cocok menggunakan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U).

Setelah menimbang berat badan Si Kecil, cocokkan dengan tabel di bawah ini sesuai umurnya dalam hitungan bulan. Berat badan ideal balita 2-5 tahun ada di kolom median. SD adalah singkatan dari standar deviasi.

Pastikan tabelnya sesuai jenis kelamin Si Kecil, ya, Moms, karena berat badan ideal balita 2-5 tahun antara anak laki-laki dan perempuan berbeda.

Baca Juga: Apakah Berat Badan Bayi Moms Normal? Coba Cek Dulu Panduannya!

BB/U Anak Laki-Laki Umur 24-60 Bulan

berat badan ideal balita 2-5 tahun bb-u laki2.jpg

BB/U Anak Perempuan Umur 24-60 Bulan

berat badan ideal balita 2-5 tahun bb-u perempuan.jpg

Anak dengan BB/U rendah kemungkinan mengalami masalah pertumbuhan. Namun, tenaga medis perlu mengonfirmasinya dulu dengan indeks BB/TB (berat badan dibandingkan tinggi badan) atau IMT/U sebelum melakukan penanganan.

Baca Juga: Kenapa Anak Doyan Makan Tapi Berat Badannya Sulit Naik?

Jika Berat Badan Si Kecil Masuk Kategori Underweight

berat badan ideal balita 2-5 tahun, Jika Berat Badan Si Kecil Masuk Kategori Underweight….jpg

Foto: Gabriel Miguel Bero from Pixabay

Salah satu cara menaikkan berat badan balita adalah memberikan makanan yang dapat membantu Si Kecil cepat gemuk. Bukan sekadar tinggi kalori, tapi juga harus kaya gizi dan seimbang. Contohnya adalah:

  • Susu dan keju
  • Pasta, nasi, kentang, labu, jagung, dan sebagainya (sumber karbohidrat)
  • Avokad (buah tinggi kalori dan lemak sehat)
  • Telur dan ikan (sumber protein)
  • Minyak zaitun, mentega, dan margarin (sumber lemak)

Moms yang memiliki buah hati dengan berat badan di bawah ideal (-2 SD dan -1 SD) juga perlu berhati-hati. Meski masuk dalam kategori berat badan normal, Si Kecil berisiko masuk kategori underweight jika nafsu makannya turun atau sakit dalam waktu lama.

Konsultasikan dengan ahlinya agar balita dengan berat badan kurang bisa mengejar ketertinggalannya serta dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Baca Juga: 7 Cara Menambahkan Berat Badan Anak

Jika Berat Badan Si Kecil Masuk Kategori Risiko Berat Badan Lebih…

berat badan ideal balita 2-5 tahun, Jika Berat Badan Si Kecil Masuk Kategori Risiko Berat Badan Lebih….jpg

Foto: Bhuwan Purohit from Pixabay

Moms bisa melakukan langkah-langkah yang disarankan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) berikut untuk Si Kecil agar berat badannya kembali ideal:

  • Terapkan pola makan sehat dan gizi seimbang. Perbanyak makanan tinggi serat karena lebih mengenyangkan.
  • Ganti snack tinggi kalori dengan buah segar dan air putih di antara jadwal makan berat dan camilan
  • Ajak Si Kecil memperbanyak aktivitas fisik (misalnya berjalan kaki, bersepeda, atau berolahraga bersama) dan mengurangi bermain gadget
  • Puji dan semangati Si Kecil untuk setiap keberhasilannya menerapkan perilaku sehat
  • Libatkan seluruh anggota keluarga serta guru dan teman di sekolah untuk membantu Si Kecil mengatasi obesitas.

Target penurunan berat badan Si Kecil yang obesitas 0,5 kg dalam seminggu atau turun mencapai 20% di atas berat badan ideal. Atau, kalau berat badan Si Kecil belum masuk kategori +3 SD, Moms bisa mempertahankannya karena tubuhnya masih bisa meninggi. Konsultasikan juga masalah berat badan Si Kecil kepada ahlinya.

Baca Juga: Anak Gemuk Belum Tentu Sehat, Ketahui Tips Menjaga Berat Badan Anak

Bagaimana, Moms, apakah Si Kecil masuk kategori berat badan ideal balita 2-5 tahun?

Artikel Terkait