KESEHATAN
15 Januari 2020

Hernia Skrotalis, Penyakit yang Rentan Menyerang Para Dads

Hernia skrotalis merupakan satu jenis hernia dengan kasus khusus.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ryo

Ada satu jenis hernia yang menyerang pria. Namanya, hernia skrotalis. Yuk, simak penjelasannya di sini.

Hernia adalah membengkaknya otot dan tendon di perut yang fungsinya melindungi isi perut. Biasanya, hernia bermula dari benjolan kecil yang terjadi di balik kulit perut.

Hernia jelas menimbulkan rasa tak nyaman, bahkan sakit. Namun, karena banyak orang awam dengan penyakit ini, banyak yang tak memperhatikan hernia. Sampai akhirnya, keadaan ini menjelma jadi penyakit yang fatal.

Baca Juga: Kaitan Hernia dan Disfungsi Seksual, Benarkah Memicu Kemandulan pada Pria?

Hernia Skrotalis, Berasal dari Hernia Inguinalis

man-with-groin-pain.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Hernia bisa menyerang siapa saja. Pria, wanita, dewasa maupun anak. Bahkan bayi. Namun, ada beberapa jenis hernia yang kebanyakan menyerang laki-laki. Salah satunya adalah hernia inguinalis.

Dikutip dari Clinical Therapeutic Review, penyakit ini ditandai tonjolan usus atau kandung kemih melalui dinding perut di lipat paha. Penyakit ini terbagi lagi menjadi dua, yaitu hernia inguinalis medialis dan hernia inguinalis lateralis.

Namun ada satu jenis hernia inguinalis yang kasusnya lebih rumit, yakni hernia skrotalis.

Hernia skrotalis terjadi saat kantong hernia inguinalis lateralis mencapai skrotum (buah zakar). Hernia ini terdiri atas jaringan lunak, kantong, dan isi hernia.

“Jaringan lunak yang dimaksud disini adalah usus. Jadi melalui suatu lubang di lipat paha, usus turun dari daerah perut menuju ke skrotum (buah zakar),”

Baca Juga: Benjolan Pada Alat Vital Si Kecil, Waspadai Hernia pada Bayi

Penanganan Hernia Skrotalis

gettyimages-864574770-e1564436193854.jpg

Foto: canoe.com

Ada dua jenis penanganan hernia skrotalis, yakni secara konservatif dan operatif.

1. Penanganan Konservatif

Cara ini terbatas pada tindakan pengembalian posisi, yakni dengan cara mendorong masuk tonjolan yang ada secara manual- dan pemakaian penyangga atau penunjang untuk mempertahankan isi hernia yang telah direposisi.

Bantalan penyangga hanya bertujuan menahan hernia yang telah direposisi, bukan untuk menyembuhkanSehingga harus dipakai seumur hidup.

Hal ini biasanya dipilih jika kita menolak dilakukan perbaikan secara operasi atau terdapat kondisi yang tidak memungkinkan untuk operasi.

Sejujurnya, cara ini sangat tidak dianjurkan, karena dapat menimbulkan komplikasi.

Antara lain merusak kulit dan tonus (kekenyalan/tekanan) otot dinding perut di daerah yang tertekan.

Sedangkan strangulasi (terlilit/terpuntir) tetap mengancam. Penggunaan penyangga tidak menyembuhkan hernia.

Baca Juga: Wah, Ini yang Menyebabkan Hernia pada Bayi

2. Penanganan Operatif

Operasi merupakan penatalaksanaan yang lebih tepat untuk hernia. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakkan.

Moms tidak perlu terlalu cemas jika ada relasi yang harus melakukan operasi. Karena rasa sakit saat operasi dapat diatasi dengan pembiusan pada saat operasi.

Oh iya, hernia juga di-cover asuransi kesehatan. Jika kebetulan punya asuransi, boleh juga cek fasilitas kesehatan yang memberi pelayanan ini.

Artikel Terkait