BAYI
19 September 2019

Biduran Pada Bayi, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Cari penyebabnya, bisa saja terkena alergi sesuatu
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Apakah Moms melihat bentolan merah yang melebar di beberapa bagian atau di sekujur tubuh Si Kecil tanpa alasan yang jelas? Itu mungkin biduran atau yang disebut utikaria dalam dunia medis.

Biduran pada bayi terkadang tampak mengkhawatirkan dan itu bisa membuat Si Kecil merasa tidak nyaman. Tetapi, bagaimana bisa bayi terkena biduran? Apa yang harus Moms lakukan untuk mengatasinya?

Penyebab Biduran Pada Bayi Sangat Beragam

Biduran Pada Bayi Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya 1.jpg

Foto: raisingchildren.net.au

Dalam sebuah studi, ditemukan bahwa dalam 65% kasus biduran pada bayi disebabkan oleh 25% makanan dan 37,5% obat-obatan dan infeksi bakteri virus.

Pada bayi di bawah 6 bulan, 75% bayi mengalami biduran akut karena alergi susu sapi. Sedangkan pada bayi di atas 6 bulan, penyebab utamanya adalah asupan obat (kebanyakan karena aspirin dan amoksisilin).

Selain faktor penyebab di atas, faktor lingkungan dan gigitan atau sengatan lebah juga bisa menyebabkan utikaria pada bayi.

Lingkungan yang dingin dan panas atau perubahan lingkungan bisa dengan mudah memicu munculnya bentolan merah yang menyebar pada kulit bayi yang masih sangat sensitif.

Baca Juga : Ini Dia 6 Bahan Alami untuk Mengatasi Biduran

Bagaimana Ciri-ciri Biduran Pada Bayi?

Biduran Pada Bayi Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya 2.jpg

Foto: babycenter.com

Dalam laman situs kesehatan Healthline disebutkan bahwa beberapa gejala utikaria pada bayi antara lain:

  • Bentolan dengan berbagai ukuran yang menyebar pada kulit. Biasanya berwarna merah atau merah muda dengan bagian pusat yang tampak memutih.
  • Pembengkakan kulit.
  • Kulit seperti tertarik.
  • Terasa menyengat atau seperti terbakar.

Biduran juga terlihat seperti gigitan serangga. Terkadang hanya di satu bagian tubuh bayi atau menyebar hingga ke seluruh tubuh. Lokasi biduran yang paling umum adalah wajah, tangan, kakmi, dan alat kelamin.

Namun bentolan bisa muncul di bagian tubuh mana saja dan bisa dengan mudah menyebar ke bagian tubuh lainnya beberapa saat kemudian.

Dalam kasus yang lebih serius, biduran bisa mempengaruhi lebih dari sekedar permukaan kulit. Gejala lain yang juga ditimbulkan termasuk:

  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut

Baca Juga : 5 Produk Alami Young Living Seedlings untuk Perawatan Kulit Bayi yang Sensitif

Bagaimana Perawatan dan Cara Mengatasi Biduran Pada Bayi?

Biduran Pada Bayi Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya 3.jpg

Foto: parents.com

“Obat terbaik untuk utikaria adalah menghindari pemicunya, walaupun untuk mengidentifikasinya sering kali sangat sulit,” kata Bruce A. Brod, MD, FAAD, dokter kulit bersertifikat dan p;rofesor klinis bidang dermatologi di University of Pennsylvania, Perelman School of Medicine, seperti dikutip dari situs American Academy of Dermatology.

“Salah satu cara untuk mengidentifikasi pemicu biduran adalah dengan mencatat gejala yang ditunjukkan bayi, termasuk hari dan waktu biduran terjadi, serta berapa lama gejalanya bertahan. Setiap perubahan pada lingkungan bayi yang mungkin berkontribusi menyebabkan biduran juga harus selalu diperhatikan, seperti debu, hewan, atau area di luar rumah.”

Baca Juga : Mengenal Penyakit Scabies, Keadaan Kulit Akibat Tungau yang Bisa Terjadi Pada Bayi

Beberapa hal yang direkomendasikan Dr. Brod untuk merawat bayi yang biduran yaitu:

  1. Kompres bentolan utikaria menggunakan handuk dingin, ini akan membantu meringankan rasa gatal dan panas pada kulit bayi.
  2. Jika memungkinkan, usahakan agar Si Kecil tidak menggaruk bentolan, karena bisa memperburuk kondisinya. Pastikan pula untuk meminimalisir terjadinya goresan dengan bentolan.
  3. Pertimbangkan pula untuk mengoleskan krim anti gatal dengan pramoxine atau mentol ke bentolan.
  4. Mandikan bayi dengan air suam-suam kuku dan batasi waktu mandinya maksimal 10 menit. Moms juga bisa menambahkan produk yang mengandum oatmeal koloid ke air mandi bayi. Gunakan sabun lembut yang bebas pewangi. Hindari pelembab yang beraroma. Setelah mandi, keringkan dengan menepuk-nepuk tubuh Si Kecil menggunakan handuk lembutg hingga kering. Olesi krim atau pelembab untuk menjaga kelembaban kulitnya.
  5. Jika Moms mencurigai pemicu tertentu, catat dan hindari paparan dengan pemicu tersebut.

Biduran bisa terjadi dalam beberapa menit setelah terpapar pemicu atau dua jam kemudian.

Jika biduran terus berlanjut atau berulang, konsultasikan dengan dokter kulit bersertifikat.

Saat kondisi biduran semakin memburuk atau bayi mengalami gejala lebih serius seperti kesulitan bernapas atau muntah, segera bawa ke klinik atau rumah sakit, karena gejala ini bisa menjadi lebih serius.

(RGW/CAR)

Artikel Terkait