BAYI
3 Juni 2020

Blefaritis pada Bayi, Berbahayakah?

Blefaritis merupakan peradangan pada kelopak mata
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Jika Moms melihat bayi menggosok matanya, perhatikan juga apakah matanya terlihat lebih bengkak dan iritasi daripada biasanya. Jika iya, bisa jadi kondisi tersebut adalah blefaritis pada bayi.

Kondisi mata bayi ini biasanya hanya gejala ringan, tapi bisa juga blefaritis pada mata bayi bisa berbahaya.

Blefaritis adalah peradangan kelenjar minyak di kelopak mata yang bisa saja terjadi pada bayi.

"Ini mungkin disebabkan oleh bakteri atau oleh kondisi kulit lainnya seperti ketombe, alergi kulit, atau eksim. Ini biasanya menyebabkan kelopak mata bengkak dan menyebabkan kerak bulu mata yang berlebihan," kata Deborah Ann Mulligan, MD, profesor pediatri di Nova Southeastern, Universitas di Benteng Lauderdale.

Blefaritis dapat terjadi pada usia berapa pun dan biasanya terjadi kembali pada yang pernah terkena penyakit ini sebelumnya. Blefaritis umumnya bersifat ringan dan tidak menyebabkan kerusakan mata yang lama atau merusak penglihatan.

Paling buruk, hal itu dapat menyebabkan mata tidak nyaman, gatal, dan iritasi bisa menyakitkan.

Baca Juga: 3 Masalah Pada Mata Bayi yang Harus Moms Tahu

Gejala Blefaritis pada Bayi

Apakah Blefaritis Membahayakan Mata Bayi -1.jpg

Foto: Parenting.firstcry.com

Jika gejalanya ringan, Moms mungkin akan melihat bahwa blefaritis tidak mempengaruhi bayi.

“Dalam kasus blefaritis, ada peradangan kelopak mata kronis, biasanya ke garis bulu mata yang menyebabkan kelopak mata membengkak,” kata Anjali Rao, M.D., seorang dokter anak dengan Northwestern Medical Group di Chicago.

Hal ini biasanya terjadi pada kedua mata pada saat yang bersamaan dan bulu mata akan sering kusut ketika bayi bangun. Gejala lain termasuk mata iritasi, gatal, bersisik, atau berkerak, bulu mata dengan lapisan berkerak, dan sensitivitas cahaya yang meningkat.

Bayi yang mengalami blefaritis kondisi matanya mungkin akan terlihat kering, dalam kasus yang parah, bulu mata bisa rontok. Kondisi ini blefaritis pada bayi in berbahaya, yang berarti dapat terulang kembali atau berlanjut untuk jangka waktu yang lama.

Baca Juga: Kenapa Bayi Sering Mengucek Mata?

Perawatan Blefaritis pada Bayi

Apakah Blefaritis Membahayakan Mata Bayi -2.jpg

Foto: Raisingchildren.net.au

Blefaritis biasanya didiagnosis berdasarkan riwayat medis lengkap dan pemeriksaan fisik bayi. Tes tambahan biasanya tidak diperlukan untuk mengkonfirmasi diagnosis.

Menurut Children's Hospital of Philadelphia, perawatan spesifik untuk blefaritis akan ditentukan berdasarkan usia bayi, kesehatan keseluruhan, riwayat medis, kondisi terkini, toleransi terhadap obat, prosedur, atau terapi tertentu, serta pendapat atau preferensi Moms.

Kebersihan yang baik juga dapat membantu mencegah dan mengendalikan blefaritis. Moms bisa memastikan untuk membersihkan kelopak mata. Saat kambuh, Deborah menyarankan untuk mencuci kelopak mata dua hingga empat kali sehari.

“Untuk mencuci kelopak mata dengan aman, cobalah untuk menaruh beberapa tetes sampo bayi ke dalam cangkir air, dan celupkan bola kapas atau lap ke dalam cairan. Sapukan dengan lembut kapas atau kain di setiap kelopak mata tertutup sekitar 10 kali. Pastikan untuk menyeka bulu mata juga. Bilas atau biarkan air hangat mengalir di atas mata tertutup selama satu menit. Bilas dengan hati-hati dan hindari mencuci dengan kuat,” jelasnya.

Kompres hangat dan pembersihan kelopak mata seringkali cukup untuk menenangkan blefaritis, tetapi jika ada infeksi serius yang tidak responsif terhadap kebersihan kelopak mata yang baik dan pengangkatan kerak yang hati-hati, dokter mungkin perlu meresepkan antibiotik topikal atau oral.

Hubungi dokter jika bayi juga demam lebih dari 38 derajat atau jika gejalanya berlanjut dan area kelopak mata menjadi bengkak dan merah.

Baca Juga: Mata Bayi Belekan? Cek Cara Mengatasinya!

Memperhatikan dan membersihkan mata bayi tentunya akan sangat menjauhkan bayi dari bahaya blefaritis Moms.

Artikel Terkait