PERNIKAHAN & SEKS
28 September 2020

Intip Cara Berhubungan Intim Saat Usia Kehamilan 9 Bulan yang Lebih Bergairah

Pilih salah satu cara berhubungan intim pada usia kehamilan 9 bulan ini moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Dina Vionetta

Berbicara mengenai hubungan intim yang dilakukan selama kehamilan tentunya menjadi topik yang sangat menarik.

Bagaimana tidak, disatu sisi Moms akan hamil sekitar 40 minggu atau 9 bulan yang membuat banyak perubahan dari segi fisik.

Di sisi lain, Moms merasakan hasrat berhubungan intim yang menggebu, terutama selama trimester kedua hingga ketiga kehamilan.

Namun, ada yang sedikit merasa khawatir saat melakukannya pada masa-masa akhir karena takut mengakibatkan kontraksi.

Jadi, bagaimana cara berhubungan intim pada usia kehamilan 9 bulan ?

Sebenarnya, berhubungan intim saat usia kehamilan memasuki 9 bulan sangat aman dilakukan.

Namun bagi banyak orang, ini masih tampak sedikit aneh dan mungkin berbahaya.

"Ada kesalahpahaman umum bahwa melakukan hubungan seksual yang normal dapat melukai janin yang sedang berkembang. Saya bercanda dengan orang tua yang sedang menunggu bahwa mereka seharusnya tidak terlalu menghargai diri mereka sendiri," kata Dr Jamie Lipeles D.O., seorang OB-GYN.

Baca Juga: 6 Alasan Kenapa Hubungan Seks Sakit Saat Hamil, Moms Perlu Tahu!

Studi : Tidak Ada Hubungan Seks dan Waktu Melahirkan

Cara Berhubungan Intim Usia Kehamilan 9 Bulan -1

Foto: Orami Photo Stocks

Terlepas dari kepercayaan luas bahwa seks selama trimester akhir kehamilan dapat mempercepat persalinan, sebuah studi baru dari Malaysia tidak menemukan perbedaan dalam waktu persalinan antara ibu hamil yang melakukan sering melakukan hubungan intim pada trimester ketiga dengan yang tidak.

"Kami sedikit kecewa karena kami tidak menemukan kaitannya. Akan sangat menyenangkan bagi pasangan untuk memiliki sesuatu yang aman, efektif dan bahkan mungkin menyenangkan yang dapat digunakan untuk membantu persalinan sedikit lebih awal jika menginginkannya," kata Dr Tan Peng Chiong, seorang profesor kebidanan dan ginekologi di Universitas Malaya yang menjadi salah satu penulis studi tersebut.

Tan mengatakan bahwa banyak perempuan percaya hubungan seksual dapat menyebabkan persalinan, dan para ilmuwan telah memberikan penjelasan biologis yang masuk akal mengapa hal itu dapat membantu.

Pertama, air mani mengandung zat mirip hormon yang disebut prostaglandin yang digunakan dalam bentuk sintetis untuk menginduksi persalinan. Stimulasi payudara juga diduga dapat mempercepat persalinan dan orgasme dapat memicu kontraksi rahim.

Tetapi sedikit penelitian yang pernah menyelidiki apakah seks benar-benar dapat memulai persalinan, dan sejumlah kecil bukti yang ada tidak meyakinkan. "Induksi persalinan untuk kehamilan berkepanjangan adalah hal biasa dan banyak perempuan juga tergoda karena berbagai alasan pribadi untuk memicu persalinan pada tahap akhir kehamilan," katanya.

Penelitian yang dipublikasikan di BJOG: An International Journal of Obstetrics and Gynecology tersebut mengundang lebih dari 1.100 ibu hamil yang berusia 35 hingga 38 minggu dan tidak ada yang pernah berhubungan seks dalam enam minggu sebelumnya.

Setengah dari responden disarankan untuk sering berhubungan seks sebagai cara mempercepat persalinan dengan aman. Sisanya diberitahu bahwa seks aman selama kehamilan, tetapi pengaruhnya terhadap persalinan tidak diketahui.

Hasilnya, sekitar 85 persen perempuan yang didorong untuk melakukan hubungan seks memang mengikuti nasihat dokter, sementara 80 persen perempuan di kelompok lain juga melakukan hubungan seks. Perempuan dalam kelompok yang disarankan untuk berhubungan seks juga melakukannya lebih sering selama sisa masa kehamilan .

Tetapi tingkat persalinan yang diinduksi serupa pada kedua kelompok: 22 persen dari yang disarankan untuk berhubungan seks dan 20,8 persen dari kelompok lain menjalani induksi, perbedaan yang sangat kecil sehingga kemungkinan besar didorong secara kebetulan. Kehamilan juga berlangsung rata-rata 39 minggu untuk kedua kelompok.

Dr. Jonathan Schaffir, seorang profesor kebidanan dan ginekologi di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Ohio mengatakan bahwa temuan tersebut memberikan dukungan yang baik untuk pendapat bahwa seks tidak akan menyebabkan persalinan.

"Meskipun penelitian ini tidak menunjukkan adanya peningkatan tingkat persalinan atau penurunan tingkat induksi, itu membantu memperkuat gagasan bahwa berhubungan seks mungkin aman jika Anda menginginkannya," katanya.

Baca Juga: Infeksi Menular Seksual Selama Kehamilan Bisa Menyerang? Ini Penjelasannya

Cara Berhubungan Intim untuk Usia Kehamilan 9 Bulan

Cara Berhubungan Intim Usia Kehamilan 9 Bulan -2

Foto: Orami Photo Stocks

Saat memasuki usia kehamilan 9 bulan, Moms akan memerluka beberapa modifikasi cara berhubungan intim untuk mendapatkan rasa aman sekaligus nyaman. Karena usia itu menjadi waktu yang sibuk dalam mempersiapkan segala hal untuk kedatangan bayi baru .

Tetapi sesibuk apa pun Moms saat mencuci pakaian dan berbelanja popok, kebutuhan akan hubungan seks tidak serta merta menghilang. Selama kehamilan berjalan normal dan sehat, melakukan hal yang menyenangkan dapat menjadi bagian yang membahagiakan dari bulan terakhir kehamilan.

Ada beberapa cara berhubungan intim pada usia kehamilan 9 bulan yang bisa dicoba.

  • Lakukan dengan cepat. Setelah memasuki usia kehamilan 9 bulan, Moms mungkin lebih fokus untuk mempersiapkan kelahiran bayi daripada mengeksplorasi cara berhubungan intim bersama Dads. Jadi, segera lakukan saat merasakan mood tersebut. Ajak Dads untuk melakukannya dengan cepat namun tetap nikmati momennya.
  • Spooning. Jika Anda kelelahan dan merasa tidak nyaman pada tanda sembilan bulan, bertemanlah dengan gerakan spooning, atau menyamping seperti sendok. Menurut Fit Pregnancy, variasi spooning bagus untuk ibu hamil karena memungkinkan penetrasi yang lebih dangkal. Ini menjadi cara yang bagus karena bayi akan memberikan banyak tekanan pada vagina saat ini.
  • Gunakan vibrator. Mendambakan orgasme tetapi tidak ingin melakukan hubungan intim terlalu lama? Ambil vibrator dan nikmati rasa itu. Dikutip The Bump, tidak masalah menggunakan vibrator selama dokter tidak melarangnya.
  • Cobalah striptease. Hanya karena sudah berusia 9 bulan, bukan berarti Moms tidak bisa bersenang-senang dan merasa seksi. Goda Dads dengan mengeluskan baby bump sebelum acara utama, karena melepas satu per satu selalu terasa lebih panas.
  • Tutupi. Kebalikan dari strip tease, membiarkan pakaian tetap utuh dapat meningkatkan rasa penasaran. Menurut Cosmopolitan, meminta Dads menggosok di selangkangan celana ketat bisa membuat sensasi seks lebih intens. Cobalah untuk tetap mengenakan pakaian sampai tidak tahan lagi untuk sesuatu yang berbeda.
  • Mendaki. Woman on top adalah posisi yang dapat digunakan sepanjang kehamilan, dikutip Baby Center. Moms menjadi pemegang kendali dan menjaga tekanan dari perut, posisi ini memiliki banyak variasi yang dapat menjadi pilihan hingga ke bulan kesembilan.
  • Pelumas. Jika hormon kehamilan membuat Moms sedikit ‘kering’, sedikit pelumas dapat membantu. Menurut Parents, pelumas berbahan dasar air aman digunakan selama kehamilan.
  • Seks oral. Cara ini aman dilakukan selama Dads berhati-hati untuk tidak meniupkan udara ke dalam vagina, seperti yang dilaporkan Mayo Clinic.
  • Coba role play. Gerakan seks klasik ini tidak terlarang saat hamil. Moms dan Dads dapat menggunakan permainan peran untuk memanaskan suasana di kamar tidur. Mulailah dengan beberapa pesan teks genit sepanjang hari untuk mengatur panggung acara utama malam.

Baca Juga: Hamil 9 Bulan, Perhatikan 7 Hal Ini ya Moms

Fakta Tentang Berhubungan Intim Saat Usia 9 Bulan

Cara Berhubungan Intim Usia Kehamilan 9 Bulan -3

Foto: Orami Photo Stocks

Dapat dipahami ada perubahan hasrat untuk melakukan hubungan intip pada Moms dan Dads saat usia kehamilan memasuki 9 bulan, seperti dilansir dari penelitian yang dipublikasikan oleh Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI).

Apalagi ada beberapa perubahan mendasar seperti tubuh dan beberapa fungsi seksual yang akan memperngaruhi hal tersebut, dikutip dari The Journal of Sexual Medicine.

Kekhawatiran ini juga didasarkan pada perkembangan janin.

"Bayi terlindungi dengan baik dari cedera akibat hubungan intim oleh leher rahim, kantong air dan jarak dari tempat hubungan itu terjadi," kata Jamie.

Menurutnya, seks penetrasi tidak akan melukai janin. Hubungan seksual selama kehamilan harus dilakukan dengan lembut, karena tidak ingin mengambil risiko cedera atau memar.

Ada beberapa fakta tentang cara berhubungan intim saat usia kehamilan memasuki usia 9 bulan, yaitu:

  • Membuat kehamilan lebih mudah. Keintiman mengarah pada pelepasan endorfin yang sangat dibutuhkan pada ibu hamil. Endorfin adalah hormon yang dibuat oleh kelenjar pituitari yang membantu mengurangi rasa sakit, meningkatkan kepuasan, meminimalkan stres dan akan membuat Moms bahagia.
  • Membuat orgasme lebih kuat. Moms mungkin juga mengalami klimaks yang lebih intens, berkat peningkatan aliran darah di alat kelamin. Banyak perempuan bahkan mengatakan bahwa seks saat kehamilan adalah yang terbaik yang pernah dilakukan.
  • Payudara bocor. Ada beberapa kemungkinan efek samping dari berhubungan intim saat hamil. Misalnya, payudara yang mungkin bocor. Hal ini kemungkinan besar terjadi pada trimester kedua. Kebocoran dari puting payudara saat berhubungan seks pada periode ini sebenarnya bukanlah susu; itu adalah cairan kekuningan yang disebut kolostrum dan bukan merupakan tanda penyakit.
  • Miliki efek samping lain. Setelah berhubungan, serviks mungkin sedikit berdarah karena volume darah yang meningkat yang kemungkinan terjadi pada trimester ketiga. Jika Moms melihat adanya pendarahan, segera periksakan diri.

Bicarakan tentang cara berhubungan intim saat usia kehamilan memasuki 9 bulan dengan Dads agar momen hangat tersebut dapat dinikmati bersama.

Artikel Terkait