BALITA DAN ANAK
23 Agustus 2019

Cara Terbaik Memantau Pertumbuhan Anak dan Memenuhi Nutrisinya dengan Baik

Apakah nutrisi anak Moms sudah terpenuhi?
Artikel ditulis oleh Ikhda Rizky Nurbayu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Moms, pertumbuhan seorang anak tidak bisa diukur dari pertambahan tinggi badannya saja. Apalagi seperti yang kita tahu kalau pertumbuhan anak merupakan indikator paling jelas dari kesehatan dan perkembangan tubuhnya.

Itulah mengapa Moms harus selalu teliti dan mengikuti peningkatan berat, tinggi, dan tingkat perkembangan tubuh anak. Supaya bisa lebih maksimal, minta dokter anak untuk selalu mengukurnya secara teratur dan mencatatnya pada grafik pertumbuhan. Ini bisa jadi solusi terbaik buat melacak, apakah perkembangan tubuhnya normal dan sesuai batasan standar atau tidak.

Risiko Anak Lahir Kecil

stunting

Foto: shinyunsal.com

Mencatat dan memantau perkembangan anak jadi makin penting buat Moms yang punya bayi dengan berat badan rendah saat lahir. Dalam situasi ini, sebagian besar bayi bisa mengejar ketinggalannya saat usia dua tahun, namun sekitar 10%-nya tak sanggup.

Nah, anak-anak dengan kondisi inilah yang akan tujuh kali memiliki risiko tinggi badannya tidak sesuai dengan standar tinggi badan anak. Tak cuma itu masalahnya, mereka juga biasanya memiliki risiko mengalami masalah kesehatan.

Salah satunya adalah kekurangan gizi sejak dini. Hal ini berbahaya, bisa menghambat perkembangan anak selanjutnya. Bahkan dari usia masih sangat muda.

Baca Juga: Cara Merawat Bayi Baru Lahir

Cari Tahu Alasannya Sesegera Mungkin

stunting

Foto: tripsavvy.com

Untuk alasan itu, jika pertumbuhan anak tidak seperti seharusnya, Moms wajib cari tahu sesegera mungkin penyebabnya. Salah satunya jika yang jadi penyebab adalah kekurangan nutrisi, maka bisa dideteksi dan ditangani secepatnya. Dengan begitu, bisa segera dicarikan solusi nutrisi, sesuai kebutuhan dan target perkembangan fisiknya.

Baca Juga: Kenali 7 Tanda Anak Kekurangan Nutrisi Penting

Temukan Nutrisi Terbaiknya!

blemil kids

Foto: thestar.com

Ada pula fakta dari sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa setelah mengejar ketinggalan dalam soal perkembangan fisiknya, anak-anak tersebut bisa mencapai pertumbuhan yang ideal dan baik. Bahkan perkembangan kognitif-nya bisa sesuai dengan angka pertumbuhan anak-anak yang tidak pernah mengalami gangguan pertumbuhan.

Nah, itulah pentingnya selama periode mengejar ketinggalan pertumbuhan anak Moms dengan mengonsumsi beragam nutrisi terbaik untuk tubuhnya, seperti asupan energi, protein, karbohidrat, dan lemak. Dan yang tak juga kalah penting dan tak boleh dilupakan adalah asupan nutrisi mikro, seperti zat besi, seng, kalsium, dan vitamin D.

Kabar gembiranya, hanya dengan dua gelas Blemil Kids 3 & 4, bisa memenuhi kebutuhan 100% Zinc, 90% Kalsium, 80% Zat Besi, 50% Protein, 30% Kcal.

Baca Juga: 6 Nutrisi Penting Untuk Anak Tumbuh Tinggi

Blemil® Kids 3 dan Blemil® Kids 4

Moms bisa membantu meningkatkan kekuatan fisik dan intelektual yang memadai dengan memberikan Si Kecil Blemil® Kids. Tersedia dalam dua varian yaitu untuk Si Kecil umur 1 sampai 3 tahun dan untuk Si Kecil berusia lebih dari 3 tahun.

Blemil® Kids 3 membantu pertumbuhan Si Kecil berkat kandungan kalsium dan vitamin di dalamnya, sehingga membuat tulang Si Kecil semakin kuat. Selain itu, dukungan untuk perkembangan kognitif dan visualnya akan terbantu dari kandungan kombinasi eksklusif omega 3&6, DHA dan ARA.

Tidak sampai di situ saja Moms, di tiga tahun pertamanya, Si Kecil membutuhkan daya tahan tubuh yang baik, Blemil® Kids 3 hadir dengan kandungan probiotik B infantis IM1 eksklusif yang bermanfaat sebagai solusi untuk melindungi saluran cerna dan kemungkinan dari berbagai macam infeksi yang dapat menyerang.

Ketika usia Si Kecil sudah menginjak lebih dari 3 tahun, hadirkan Blemil® Kids 4 di rumah Moms. Susu pertumbuhan yang efektif memenuhi kebutuhan spesifik bagi pertumbuhan anak di atas 3 tahun agar bisa terus tumbuh kuat.

Tunggu apa lagi Moms, yuk sediakan di rumah Blemil® Kids 3 dan Blemil® Kids 4 sebagai pasokan nutrisi yang Si Kecil butuhkan untuk kehidupan sehari-hari.

*artikel ini diawasi oleh Ety Ginanjar - Nutritionist

(ADV)

Artikel Terkait