NEWBORN
11 Oktober 2019

5 Cara Ampuh Mengatasi Ruam Popok Bayi

Membatasi penggunaan tisu basah penting untuk mengurangi risiko ruam popok
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Ruam popok merupakan ruam kulit yang umum terjadi, tetapi bisa menjadi tidak nyaman pada bayi. Ruam kulit tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan lembap.

Ruam popok bayi dapat disebabkan oleh beberapa gejala berikut ini:

  • Iritasi oleh tinja dan urin
  • Makanan atau penggunaan produk baru
  • Kulit sensitif
  • Popok yang terlalu ketat

Beberapa bayi sangat rentan mengalami ruam popok. Karenanya, ketahui cara mengobati ruam popok bayi untuk mencegah gejalanya memburuk.

Cara Mengatasi Ruam Popok Bayi

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi ruam popok bayi, berikut ini dikutip dari Parents.com:

Baca Juga: Sebabkan Gatal dan Perih, Ikuti 5 Tips Menghindari Ruam Popok Pada Kulit Bayi

1. Sering Mengganti Popok

Darah di Popok Bayi Perempuan Benarkah Karena Menstruasi 4.jpg

Minimalkan kontak bokong bayi dengan urin dan kotoran, hal ini rentan menyebabkan ruam popok pada bayi.

Ganti popok yang kotor setiap 2-3 jam, dan lakukan lebih sering jika Si Kecil mengalami ruam, terutama setelah ia baru bangun dari tidur.

"Ganti selalu popok bayi yang basah atau kotor sesegera mungkin. Itu strategi terbaik untuk mencegah ruam popok," kata dokter anak James Mandelik, MD, mengutip Cleveland Clinic.

2. Batasi Penggunaan Tisu Basah

Sering Pakai Tisu Basah Ini 7 Hal Yang Harus Moms Tahu -5.jpg

Bahkan tisu yang dibuat untuk kulit sensitif juga dapat menyebabkan reaksi alergi dan ruam.

"Jika Anda menggunakan tisu, pastikan tidak beraroma dan bebas alkohol. Jika ruam tidak hilang, hentikan penggunaan tisu dan cobalah air atau lap basah," jelas Ellen Schumann, MD, dokter anak di Weston, mengutip WebMD.

Jika ruam terlihat merah, banyak, dan tersebar di mana-mana, ganti penggunaan tisu basah dengan waslap, atau coba ganti merek tisu basah dengan sedikit kandungan bahan kimia.

Baca Juga: Sering Pakai Tisu Basah? Ini 6 Hal Yang Harus Moms Tahu

3. Menggunakan Krim Diaper

Krim Ruam Popok

Krim diaper dengan kandungan seng atau petroleum jelly yang dapat membantu menjaga kulit bayi tetap lembut dan terlindungi dari kotoran dan kencing.

"Cari produk yang mengandung seng oksida atau petroleum jelly untuk digunakan dan diaplikasikan saat mengganti popok," terang Dr. Mandelik.

Lewati juga penggunaan bedak, karena dokter anak tidak lagi merekomendasikannya. Menghirupnya bisa berbahaya bagi kesehatan anak.

4. Ketahui Tanda Ruam Popok Bayi

siapa yang lebih rentan ruam popok

Ruam yang disebabkan oleh ragi dan infeksi bakteri memerlukan resep dokter untuk pengobatannya. Namun, terlebih dahulu cari penyebab umum dari ruam popok pada anak.

"Pertama-tama cari penyebab ruam popok yang paling umum, sebelum mencari penyebab-penyebab lainnya," jelasnya.

Perhatikan tanda-tanda seperti benjolan merah kecil, lepuh, bercak kasar, atau abses dengan nanah. Jika Si Kecil memiliki ini, atau ruam tidak membaik dalam beberapa hari, hubungi dokter.

Baca Juga: 4 Cara Cepat Mengilangkan Bekas Ruam Popok

5. Tidak Berlebihan Membersihkan

perbedaan dalam mencegah ruam popok

Meskipun penting menjaga kulit bayi bersih dan terjaga, tetapi jangan berlebihan pula dalam membersihkannya.

Ini karena Moms dapat menghilangkan bakteri sehat yang menjaga ragi dan bakteri jahat tetap terkontrol sehingga jauh dari risiko ruam popok.

Jika memungkinkan, gunakan waslap dan air hangat sebagai pengganti tisu untuk membersihkan pantat bayi.

"Bila ruam tidak hilang setelah beberapa hari melakukan pembersihan dan salep secara teratur, ada baiknya memanggil dokter anak," kata Adnan Mir, MD, dokter kulit anak di Children's Health di Dallas.

Si Kecil mungkin memerlukan obat untuk mengobati peradangan atau infeksi.

Artikel Terkait