KESEHATAN
13 Januari 2020

6 Cara Mengatasi Telinga Berdenging yang Mengganggu

Telinga berdenging jarang menunjukkan masalah serius, tetapi tentu sangat mengganggu
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Orami

Moms atau Dads pernah mengalami kondisi telinga seperti mendengar sesuatu seperti dengingan, siulan, kicauan, desisan, senandung, raungan, atau bahkan jeritan?

Bukan mistis, tapi ternyata hal itu bisa jadi menandakan kalau Moms atau Dads mengalami tinnitus alias telinga berdenging.

Menurut ahli di bidang tinnitus dari Michigan Medicine, Susah Shore, Ph.D., faktor yang paling umum terkait dengan tinnitus adalah gangguan pendengaran terutama adanya luka pada sistem sensorik lainnya di daerah kepala dan leher. Tinnitus paling sering terjadi pada orang yang baru saja pulang dari konser.

Telinga yang terpapar lama oleh suara di atas 85 desibel (dB) bisa mengalami gangguan pendengaran. Sementara suara dari konser sekitar 115 dB atau lebih, tergantung di mana Moms atau Dads berdiri. Semakin dekat dengan speaker, semakin besar pula kemungkinan terjadi gangguan pendengaran.

Baca Juga: Tinnitus, Kondisi Saat Telinga Terus Berdenging

Mengatasi Telinga Berdenging

Berdasarkan American Tinnitus Association, sekitar 50 juta orang di Amerika mengalami tinnitus dan 5 juta di antara mereka merasa sangat terganggu dengan kondisi kesehatan ini sampai memengaruhi kehidupan sehari-harinya.

Sayangnya, kebanyakan kasus tinnitus sulit untuk disembuhkan. Akan tetapi, masih ada beberapa cara yang bisa Moms atau Dads lakukan untuk mengurangi telinga berdenging.

1. Pelajari Penyebab Tinnitus Memburuk

Mengatasi Telinga Berdenging1.jpg

Beberapa orang mengatakan bahwa ada jenis makanan, minuman, dan obat-obatan tertentu yang bisa membuat telinga berdenging mereka jadi lebih parah.

Meski setiap badan manusia berbeda, tapi tak ada salahnya bagi Moms atau Dads untuk mempelajari hal serupa.

Beberapa makanan dan minuman yang mungkin bisa mempengaruhi dengingan di telinga adalah kafein (kopi, teh, soda, minuman berenergi), alkohol, aspirin, dan garam.

2. Stop Merokok

Mengatasi Telinga Berdenging2.jpg

Jika Moms atau Dads adalah perokok, kini saatnya untuk berhenti. Merokok bisa menyebabkan tinnitus semakin memburuk karena kandungan dalam rokok menganggu jalannya aliran darah ke sel-sel saraf sensitif yang mengontrol pendengaran.

Kandungan dalam rokok pun bisa merangsang dengingan di telinga jadi semakin kencang.

Baca Juga: Hindari 9 Makanan yang Memicu Asam Lambung Ini

3. Dengarkan White Noise atau Musik yang Rileks

Mengatasi Telinga Berdenging3.jpg

Kondisi suasana yang sepi biasanya malah memperparah tinnitus. Untuk itu, coba dengarkan white noise atau musik yang rileks untuk mengurangi telinga berdenging.

Moms atau Dads juga bisa coba mendengarkan radio atau sekadar menyalakan kipas angin.

4. Meditasi

Mengatasi Telinga Berdenging4.jpg

Untuk mengurangi telinga berdenging, coba deh lakukan meditasi seperti yoga atau tai-chi.

Dengan metode meditasi yang hening ini, kebisingan yang jadi latar belakang saat melakukan yoga atau tai-chi malah bisa menutupi gejala tinnitus dan meningkatkan konsentrasi, lho.

5. Hindari Suara Kencang

Mengatasi Telinga Berdenging5.jpg

Salah satu penyebab utama tinnitus adalah mendengarkan suara kencang.

Untuk itu, hindarilah suara-suara kencang seperti berdiri dekat speaker saat konser atau mendengarkan musik dengan headset dengan volume maksimal.

Baca Juga: 7 Gejala Asam Lambung yang Wajib Diketahui

6. Gunakan Alat Bantu Dengar

Mengatasi Telinga Berdenging6.jpg

Moms atau Dads bisa juga menggunakan alat bantu dengar khusus untuk pasien tinnitus yang dikenal dengan istilah masking hearing aid.

Alat bantu dengar ini membantu menumpulkan suara yang mengganggu dan mengurangi gejala telinga berdenging. Sebelum memilih jenis alat bantu dengar, konsultasikan dulu dengan dokter, ya.

Itulah beberapa cara yang bisa Moms atau Dads lakukan untuk mengatasi telinga berdenging. Bila keadaan belum membaik juga, segera periksakan diri ke dokter, ya.

Jangan menunda-nunda demi kesehatan, Moms. Lebih baik mengobati di awal daripada saat sudah parah. Semoga lekas membaik!

Artikel Terkait