NEWBORN
14 Agustus 2019

Apakah Bisa Mengembalikan Produksi ASI Seperti Awal Melahirkan?

Moms, apakah bisa mengembalikan produksi ASI seperti awal melahirkan?
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms, apakah saat ini sedang proses pemberian ASI untuk Si Kecil? Sudah berapa bulan usia sang buah hati dan seberapa sering Moms mengukur perkembangan serta pertumbuhan tubuhnya?

ASI sangat penting bagi perkembangan bayi, mencegah berbagai infeksi penyakit, hingga menjaga kekebalan tubuh bayi.

Untuk itu, seorang ibu dianjurkan untuk memberikan ASI paling tidak satu jam setelah melahirkan.

Setelahnya, ASI eksklusif diberikan saat bayi berusia 0-6 bulan. Keberhasilan ASI dilihat ketika anak menyusui sampai berusia 2 tahun.

Tidak hanya untuk bayi, ASI juga bermanfaat bagi Moms sendiri. Menurut dr. Aini, konselor laktasi yang praktik di RSIA Permata Bekasi, ASI dapat membantu pemulihan pasca persalinan, mengurangi risiko terkena penyakit kanker ovarium, membantu menurunkan berat badan, hingga meningkatkan keintiman antara anak dan ibu.

Baca Juga: Ketahui 4 Cara Meningkatkan Produksi ASI

Memaksimalkan Produksi ASI

produksi asi

Melihat pentingnya dan bermanfaat ASI bagi Moms dan Si Kecil, tentunya setiap ibu ingin agar produksi ASI selalu lancar dan dapat tercukupi.

Tapi seiring pertambahan usia anak, produksi ASI dapat berkurang tidak seperti pada awal-awal melahirkan.

Apakah hal tersebut adalah hal yang wajar? Lalu, adakah cara untuk mengembalikan produksi ASI seperti awal melahirkan?

“Produksi ASI wajar berkurang, terlebih lagi jika bayi sudah memasuki MPASI. Konsepnya adalah semakin sering bayi menyusu, maka semakin lancar ASI. Jadi, ketika bayi sudah mencoba makanan padat, maka wajar produksi ASI tidak seperti saat awal melahirkan,” ujar dr. Aini, saat berbincang-bincang pada Kulwap Orami Community, Senin (22/4) lalu.

Namun, Moms tidak perlu khawatir. Tetap lanjutkan menyusui anak dan lanjutkan proses MPASI agar anak semakin banyak mengenal bentuk makanan.

Jika Moms bekerja, sebaiknya tidak perlu pumping melainkan tetap DBF atau menyusu secara langsung.

“Ketika anak berusia 1 tahun, untuk ibu bekerja tidak perlu pumping. Cukup berikan anak makan 4-5 kali dan ditambah camilan, seperti buah atau kue sebanyak 2-3 kali. Setelah itu, lanjutkan dengan minum air putih dan jus. Tidak perlu juga melakukan pijat laktasi,” lanjut dr. Aini.

Baca Juga: Lakukan 5 Tips Ini Sejak Akhir Kehamilan untuk Meningkatkan Produksi ASI

Ketahui Tanda Bayi Cukup ASI

Produksi ASI

Penting sekali bagi seorang ibu untuk mengetahui tanda-tanda bayi sudah cukup mendapatkan ASI atau sudah merasa kenyang.

Ada beberapa kondisi bayi akan mengalami gumoh, yang bisa disebabkan karena menyusu terlalu banyak atau kekenyangan.

Hal ini wajar terjadi, namun gumoh yang berlebihan dapat menjadi indikasi bahwa pelekatan bayi salah sehingga perlu dikonsultasikan kepada ahli laktasi.

Adapun beberapa tanda bayi yang sudah menerima cukup ASI, yaitu sebagai berikut:

  • Saat menyusu, bayi punya irama menyusu tersendiri.
  • Hisapan bayi saat menyusu akan terasa nyaman bagi Moms.
  • Payudara melunak sehabis dihisap bayi.
  • Bayi akan melepaskan payudara sendiri setelah kenyang.
  • Bayi akan buang air kecil sesuai dengan hari usianya.
  • Buang air besar pada bayi akan berubah warna.
  • Berat badan bayi dapat turun di 7 hari awal, namun pada usia bayi 14 hari, berat badan bayi diharapkan sudah naik.

Baca Juga: Power Pumping, Cara Memompa Efektif yang Jadi Solusi ASI Seret

Bayi dengan ASI yang cukup akan terlihat kenyang dan tenang saat ia sedang tidur. Bayi juga tidak mengalami kesulitan buang air kecil.

Moms juga bisa melihat dari pup bayi, yaitu berwarna kuning cerah dan terlihat lebih encer. Selamat menjalani proses menyusui, ya, Moms. Bayi sehat, ibu juga ceria!

(DG)

Artikel Terkait