KESEHATAN
27 Agustus 2019

Cara Menurunkan Risiko Infertilitas Pada Pria

Dads, segera perbaiki gaya hidup agar terhindar dari infertilitas
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Infertilitas tidak hanya dialami oleh perempuan. Lubna Pal, M.D., dosen bidang obstetri, ginekologi, dan ilmu reproduksi di Yale School of Medicine mengatakan, penyebab infertilitas bisa berasal dari pihak perempuan maupun dari pihak pria.

“Bahkan, terkadang dokter menemukan baik pihak pria maupun pihak perempuan sama-sama memiliki masalah kesuburan yang menyebabkan infertilitas sehingga mereka susah hamil,” tambah dokter Pal.

Dikutip dari situs web Resolve, sekitar 30 persen kasus infertilitas yang menyebabkan pasangan susah hamil bersumber dari masalah kesuburan pada pria.

Sebelumnya, peran pria dalam masalah susah hamil tidak terlalu diperhatikan, baik oleh masyarakat umum maupun profesional di bidang kedokteran. Hal itu dikatakan oleh Peter Schlegel, M.D., kepala ahli urologi di Rumah Sakit Presbyterian New York/Pusat Medis Weill Cornell, yang juga presiden Society for Male Reproduksi dan Urologi.

Baca Juga: 7 Mitos Seputar Infertilitas

Seiring dengan meningkatnya kasus infertilitas pada pria, para ahli mulai mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya dan mencari cara untuk menurunkan risiko infertilitas pada pria.

Umumnya, faktor-faktor penyebab infertilitas pada pria berkaitan dengan gaya hidup yang kurang sehat, seperti merokok, tidak pernah berolah raga, hingga kelebihan berat badan atau obesitas.

Kabar baiknya, masalah yang disebabkan oleh gaya hidup buruk masih dapat diperbaiki. Segera lakukan langkah-langkah berikut untuk menurunkan risiko infertilitas pada pria:

Stop Merokok

Cara menurunkan risiko infertilitas pada pria (1).jpg

Foto: chatelaine.com

Pria yang mempunyai kebiasaan merokok sebaiknya menghentikan kebiasaan itu bila ingin menjauhi risiko infertilitas. Sebuah studi berjudul Male Infertility; Evidences, Risk Factors, Causes, Diagnosis and Management in Human menyebutkan, kebiasaan merokok berkontribusi terhadap penurunan jumlah sperma, terganggunya motilitas sperma, serta penurunan kadar hormon testosteron.

Menghentikan kebiasan merokok berkontribusi besar pada upaya menurunkan risiko infertilitas pada pria.

Baca Juga: Gangguan Makan Penyebab Infertilitas?

Menjaga Berat Badan Tetap Normal

Cara menurunkan risiko infertilitas pada pria (2).jpg

Foto: images.ctfassets.net

Langkah ini sangat penting untuk menurunkan risiko infertilitas pada pria. Para ahli sepakat bila berat badan berlebih, termasuk obesitas, tidak hanya menyebabkan penyakit kronis, tetapi juga mempengaruhi kesuburan.

Dads dapat menjaga berat badan tetap normal dengan rajin berolah raga dan menjauhi asupan junk food. Menurut Bridgit Danner, ahli akupunktur dan kesuburan berlisensi di Portland, Oregon, serta penulis buku Making Super Sperm, junk food tidak mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi sperma.

Danner menyarankan pria agar mengonsumsi asupan sehat rendah kalori seperti buah dan sayuran, serta mengurangi konsumsi makanan berkadar gula tinggi.

Rutin Berolahraga

Cara menurunkan risiko infertilitas pada pria (3).jpg

Foto: mensfitness.co.za

Berolah raga secara rutin tidak hanya bermanfaat dalam menjauhkan pria dari obesitas dan risiko penyakit kardiovaskuler–yang bisa memicu timbulnya gangguan kesuburan. Danner mengatakan, “Olah raga dapat meningkatkan kadar testosteron dan mendorong tubuh untuk memproduksi sperma.”

Baca Juga: 4 Penyebab Utama Infertilitas pada Pria, Segera Tangani!

Tidak Menunda Punya Momongan

Cara menurunkan risiko infertilitas pada pria (4).jpg

Foto: timesofindia.indiatimes.com

Menurut Michael Kimmel, Ph.D, dosen bidang sosiologi dari Stony Brook University, selama ini ada anggapan bahwa kesuburan pria tidak akan menurun sebagaimana yang terjadi pada perempuan.

Anggapan ini ternyata tidak benar. Dikutip dari situs web Web MD, kualitas sperma pria pun akan menurun seiring dengan pertambahan usia mereka.

Pria yang berusia di atas 45 tahun memang memiliki peluang cukup besar untuk hamil. Namun, berbagai riset membuktikan anak yang dilahirkan dari pria-pria yang berusia lanjut berisiko mengalami sejumlah kelainan, seperti Down syndrome dan skizofrenia.

Artikel Terkait