TRIMESTER 1
7 September 2020

11 Manfaat Minyak Ikan untuk Ibu Hamil

Manfaat konsumsi minyak ikan ternyata tak terduga
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Mungkin kita sudah sering mendengar bahwa minyak ikan akan memberikan manfaat yang bagus pada anak, terutama dalam hal manambah nafsu makan Si Kecil.

Namun banyak yang bilang bahwa minyak ikan juga bagus jika dikonsumsi oleh ibu hamil.

Minyak ikan mampu memberikan banyak manfaat pada Moms yang sedang hamil.

Apa saja manfaat minyak ikan untuk ibu hamil? Yuk kita cari tahu.

Baca Juga: 6 Manfaat Minyak Ikan untuk Kesehatan Anak, Ternyata Luar Biasa

Manfaat Minyak Ikan untuk Ibu Hamil Muda

minyak ikan untuk ibu hamil, minyak ikan

Foto: minyakikansalmon.com

Mengonsumsi ikan dengan tingkat merkuri yang rendah saat hamil akan sangat membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Tapi tahukah Moms bahwa mengonsumsi suplemen minyak ikan selama kehamilan dapat memberikan manfaat kesehatan juga?

1. Mengurangi Risiko Asma pada Anak

Dalam sebuah penelitian pada New England Journal of Medicine, para peneliti dari Denmark mengamati hampir 700 wanita hamil. Mereka diberi tablet 2,4 gram yang mengandung minyak ikan atau minyak zaitun.

Para peneliti ini lalu memantau kesehatan anak dari para wanita ini setelah dilahirkan, selama lima tahun awal kehidupan mereka.

Hasil menunjukkan sebanyak 24 persen dari anak-anak yang ibunya diberi minyak zaitun menderita asma atau mengi pada usia lima tahun. Hanya 17 persen dari anak-anak yang ibunya minum minyak ikan, yang memiliki masalah yang sama.

Temuan ini tidak benar-benar mengejutkan, karena gagasan bahwa minyak ikan dapat bermanfaat bagi wanita hamil telah ada selama beberapa waktu.

"Saya akan mengatakan bahwa temuan bahwa efek yang ditunjukkan mungkin tidak mengejutkan, karena memang sudah ada indikasi," kata Hans Bisgaard, M.D, penulis studi.

"Tetapi besar persentase yang ditunjukkanlah yang sangat mengejutkan bagi kami,” lanjutnya.

2. Pembentukan Otak dan Sistem Saraf Janin

Mengutip Bare Biology, mengonsumsi minyak ikan selama trimester pertama kehamilan sangat penting, karena otak dan sistem saraf adalah salah satu hal pertama yang berkembang dalam janin.

Moms harus tetap mengonsumsi minyak ikan untuk ibu hamil atau Omega-3 selama kehamilan dan setelahnya.

Karena tubuh akan memprioritaskan DHA untuk perkembangan otak dan mata bayi.

Selain itu, hamil saja bisa menghabiskan simpanan asam lemak Omega-3 sendiri.

Itulah mengapa ada baiknya untuk tetap meminumnya setelah melahirkan, bahkan jika tidak sedang menyusui.

3. Menjaga Keseimbangan Hormon

Mengutip American Pregnancy Association, asupan minyak ikan untuk ibu hamil sangat penting untuk menjaga keseimbangan produksi zat seperti hormon yang disebut prostaglandin.

Prostaglandin membantu mengatur banyak fungsi fisiologis penting termasuk tekanan darah, pembekuan darah, transmisi saraf, respons inflamasi dan alergi, fungsi ginjal dan saluran pencernaan, serta produksi hormon lain.

Selain itu, dosis tinggi minyak ikan telah digunakan untuk mengobati dan mencegah gangguan mood, dan studi baru mengidentifikasi manfaat potensial untuk berbagai kondisi termasuk kanker, penyakit radang usus, dan penyakit autoimun lainnya seperti lupus dan rheumatoid arthritis.

4. Mencegah Risiko Anak Obesitas

Meskipun banyak faktor yang berperan, suplementasi DHA selama kehamilan dapat berdampak positif pada risiko anak mengalami obesitas.

Mengutip KD Pharma Group, sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition melaporkan bahwa ibu yang mengonsumsi 600 mg DHA selama kehamilan memiliki anak dengan massa tubuh bebas lemak lebih banyak pada usia lima tahun dibandingkan dengan kelompok plasebo.

Dengan kata lain, konsumsi minyak ikan yang memiliki kandungan DHA dapat mengurangi risiko obesitas pada anak.

5. Mengurangi Kemungkinan Anak Alami Penyakit Alergi

Efek potensial suplementasi DHA pada kehamilan pada perkembangan anak usia dini cukup menjanjikan.

Melansir Cordlife, bukti dari studi hewan dan survei observasi telah menemukan peningkatan respon visual, fungsi otak dan skor kecerdasan masa kanak-kanak.

Konsumsi minyak ikan untuk ibu hamil muda atau peningkatan asupan DHA dalam darah bayi saat lahir juga berhubungan dengan penurunan kejadian penyakit alergi pada masa kanak-kanak seperti asma, dermatitis atopik, dan rinitis alergi.

Baca Juga: Banyak Kegunaannya! Ini 5 Manfaat Minyak Zaitun Untuk Bayi

Manfaat Minyak Ikan untuk Ibu Hamil Tua

minyak ikan untuk ibu hamil tua

Foto: Orami Photo Stock

Tidak hanya penting dikonsumsi pada kehamilan trimester awal, Moms mungkin juga perlu tetap mengonsumsi minyak ikan untuk ibu hamil tua. Berikut ini beberapa manfaat yang tentunya patut diketahui.

6. Memberikan Penglihatan Sehat pada Bayi Baru Lahir

Konsumsi minyak ikan untuk ibu hamil tua, yang mengandung DHA dan EPA juga memberikan manfaat bagi bayi baru lahir.

Selama perkembangan janin, DHA dengan cepat terakumulasi di jaringan tertentu yang dibutuhkan saat lahir, otak, mata, hati, adiposa (lemak), dan otot rangka.

Mengutip Nordic Naturals, setelah bayi lahir, DHA penting untuk penglihatan yang sehat, kemampuan kognitif yang sehat, dan sistem kekebalan yang optimal.

7. Mengurangi Risiko Lahir Prematur

Secara statistik, ibu dengan kadar DHA tinggi selama kehamilan memiliki kehamilan yang lebih lama dan kelahiran prematur yang lebih sedikit (<34 minggu).

Bayi yang lahir dari ibu ini cenderung memiliki berat lahir lebih tinggi, dan mengalami peningkatan visual, serta perkembangan kognitif lebih awal. Karena itu, penting mengonsumsi minyak ikan untuk ibu hamil tua.

Dalam jurnal Reviews in Obstetrics & Gynecology, bagi ibu hamil yang berisiko tinggi, asupan asam lemak omega-3 tampaknya memiliki pengaruh penting dalam mengurangi kelahiran prematur secara spontan.

8. Risiko Alergi

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa manfaat DHA dengan mengonsumsi minyak ikan untuk ibu hamil tua mungkin tidak terbatas pada otak dan bola mata.

Dua area dari bukti yang muncul menunjukkan bahwa DHA juga dapat memengaruhi komposisi tubuh anak di masa depan dan risiko alergi, kedua hal ini adalah masalah kesehatan yang semakin umum untuk remaja.

Baca Juga: 5 Manfaat Minyak Ikan untuk Kesehatan Bayi

9. Nutrisi Penting untuk Membuat ASI

Omega-3 juga digunakan setelah bayi lahir untuk membuat ASI. Dengan setiap kehamilan berikutnya, jumlah ASI ibu semakin berkurang.

Penelitian telah mengkonfirmasi bahwa menambahkan minyak ikan untuk ibu hamil yang punya kandungan EPA dan DHA ke dalam makanan ibu hamil memiliki efek positif pada perkembangan visual dan kognitif bayi.

10. Mengurangi Kemungkinan Risiko Depresi

Perlu diketahui, bahwa kekurangan omega-3 juga meningkatkan risiko depresi pada ibu.

Ini mungkin menjelaskan mengapa gangguan mood pascapartum bisa menjadi lebih buruk dan dimulai lebih awal dengan kehamilan berikutnya.

11. Pertumbuhan Anak Menjadi Lebih Sehat

Mengonsumsi suplemen minyak ikan untuk ibu hamil dapat menyebabkan pertumbuhan yang lebih sehat pada anak-anak selama enam tahun pertama kehidupan mereka.

"Studi ini menyoroti fakta bahwa paparan dalam rahim dapat memiliki efek mendalam pada janin yang bertahan hingga masa kanak-kanak," kata Dr. Jennifer Wu, dokter kandungan-ginekolog dari Lenox Hill Hospital di New York City, mengutip WebMD.

"Selama dekade terakhir, pentingnya minyak ikan dan asam lemak omega-3 telah ditekankan pada pasien. Penggunaan minyak ikan di akhir kehamilan berdampak pada tulang dan massa otot. Meskipun anak-anak ini lebih besar, mereka tidak meningkatkan kemungkinan obesitas," tambah Wu.

Baca Juga: Fakta Seputar Minyak Ikan untuk Anak yang Harus Moms Tahu

Kandungan dalam Minyak Ikan

minyak ikan untuk ibu hamil, minyak ikan

Foto: shutterstock.com

Temuan ini menunjukkan tes darah dapat mengidentifikasi apakah bayi dari wanita yang hamil berisiko asma, yang pada gilirannya akan memudahkan dokter untuk mengidentifikasi pasien mana yang harus mengonsumsi suplemen minyak ikan selama trimester ketiga.

Suplemen minyak ikan mengandung dua jenis asam lemak omega-3 yang bermanfaat, yaitu asam docosahexaenoic (DHA) dan asam eicosapentaenoic (EPA).

Banyak orang menggunakan minyak ikan untuk mengatasi penyakit jantung, memerangi tekanan darah tinggi, dan menurunkan trigliserida.

Berbagai penelitian juga mengklaim konsumsi minyak ikan untuk ibu hamil dalam membantu masalah terkait ginjal, depresi, ADHD, psoriasis, diabetes, sakit maag, mata kering, dan masalah lain yang tak terhitung jumlahnya.

Berdasarkan hal ini dapat disimpulkan bahwa mengonsumsi minyak ikan untuk ibu hamil dapat membantu lebih dari sekadar mengurangi risiko asma pada bayi.

Baca Juga: 3 Manfaat Omega 3 untuk Kesehatan Ibu Hamil

Sumber Minyak Ikan untuk Ibu Hamil

minyak ikan untuk ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Ikan yang kaya asam lemak omega-3 antara lain mackerel, salmon, trout, kippers, anchovies, sarden pilchards, herring dan whitebait.

Ikan tuna segar juga dihitung sebagai ikan berminyak, tetapi tuna kalengan tidak, karena proses pengalengan menghabiskan minyaknya.

Sementara itu, kepiting dan udang mengandung lemak omega-3 dalam jumlah yang wajar.

Ikan putih, seperti cod dan haddock, mengandung sedikit omega-3, tetapi dalam jumlah yang lebih rendah. Beberapa makanan yang dibuat dengan ikan putih memiliki tambahan omega-3.

Mengutip Baby Centre, meskipun ikan berminyak baik untuk ibu hamil, jangan makan lebih dari dua porsi seminggu saat hamil.

Ikan berminyak juga bisa mengandung polutan lingkungan, seperti dioksin dan polychlorinated biphenyls (PCBs).

Dioksin dan PCB dapat menumpuk di tubuh dalam jangka waktu yang lama. Ada beberapa bukti bahwa mereka dapat memengaruhi perkembangan bayi yang belum lahir.

Satu atau dua porsi ikan berminyak seminggu akan bermanfaat bagi Moms dan janin yang sedang berkembang, tetapi tidak akan menyebabkan bahaya dari polutan pada ikan.

American Academy of Pediatrics menerangkan, bahwa konsumsi minyak ikan untuk ibu hamil yang berkualitas aman dikonsumsi selama kehamilan.

Ikan segar sering kali mengandung racun lingkungan seperti merkuri yang terakumulasi selama masa hidupnya. Racun ini dapat dihilangkan selama pembuatan dan pemrosesan minyak ikan, dengan penggunaan bahan baku berkualitas tinggi dan proses pemurnian lanjutan.

Baca Juga: Makan Seafood saat Hamil, Begini Aturannya

Wanita hamil yang tidak makan ikan, yang tidak tertarik untuk mengonsumsinya saat hamil, atau kebanyakan makan ikan yang tidak berminyak (spesies tropis), dapat memperoleh asam lemak omega-3 melalui pil minyak ikan.

Ada banyak formulasi suplemen minyak ikan, dan karakteristiknya dapat memengaruhi kemanjurannya, meskipun hingga saat ini, klaim tersebut belum cukup diteliti.

Namun konsensusnya adalah mengonsumsi antara 200 mg dan 300 mg asam lemak omega-3 dalam sehari.

Namun ingat, sebelum membeli suplemen minyak ikan ini, konsultasikan terlehin dahulu dengan dokter kandungan ya, Moms.

Artikel Terkait