KESEHATAN
9 Januari 2020

Mengenal Donor Ginjal, Ketahui Hal-Hal Ini

Mau donor ginjal? Perhatikan artikel ini!
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ryo

Cangkok ginjal biasanya menggunakan sumbangan ginjal dari donor yang sudah meninggal. Tapi tetap mungkin bagi seseorang yang sehat walafiat untuk mendonorkan ginjalnya jika diperlukan. Asalkan ginjal tersebut cocok dan aman untuk tubuh si penerima ginjal.

Orangtua, anak, suami, istri, teman, rekan kerja, bahkan orang asing sekalipun bisa jadi calon donor ginjal. Tapi tidak sembarang orang bisa mendonorkan ginjalnya.

“Untuk menjadi donor ginjal, seseorang harus tidak memiliki bukti penyakit ginjal, tetapi juga tidak memiliki bukti kondisi medis utama yang akan terlalu meningkatkan risiko penyakit ginjal di masa depan,” ungkap Dr Karl Womer, Asisten Professor of Medicine di Johns Hopkins University.

Mau tahu lebih banyak soal seluk beluk donor ginjal? Langsung dicek!

Baca juga: Ini yang Perlu Diperhatikan Saat Anak Anda Butuh Donor Jantung!

Apa Alasan Seseorang Mau Menyumbangkan Ginjal?

Alasan paling umum untuk donasi adalah karena ikatan emosional, seperti antara pasangan dan anggota keluarga lainnya.

“Namun, belakangan, kami menemukan donor yang tertarik untuk menyumbang dengan cara yang tidak terarah. Dalam donasi ini, mereka menyumbang kepada orang-orang yang tidak mereka kenal secara pribadi,” ucap Dr.Wormer

Rata-rata, untuk tipe pendonor seperti ini, ada motivasi untuk memberikan sesuatu dari hidupnya untuk orang lain. Mereka akan berbahagia menyumbangkan satu ginjalnya kepada seseorang untuk membantu mereka.

Apa Kesalahpahaman Tentang Donasi Ginjal?

“Kesalahpahaman terbesar yang sering muncul dalam proses donasi adalah bahwa donor ginjal harus berpasangan sempurna dengan ginjal pasien,” ungkap Dr Wormer.

“Tentu saja hasilnya ditingkatkan ketika donor dan penerima cocok dengan sempurna, namun kita tahu sekarang bahwa kelangsungan hidup pada dialisis sangat menurun dibandingkan dengan transplantasi. Sehingga sangat penting untuk melakukan transplantasi sesegera mungkin. Berapa pun tingkat kecocokannya, jauh lebih baik daripada tidak melakukan transplantasi.”

Baca Juga: Serba-serbi Donor Trombosit

Apa Kondisi Medis yang Dapat Menghalangi Seseorang Menyumbangkan Ginjal?

Catat, Apa Saja yang Perlu Diketahui Para Donor Ginjal1.jpg

Diutip dari American Journal of Kidney Disease, pertama dan terutama, dokter pasti ingin memastikan bahwa seorang donor cukup sehat untuk selamat dari operasi tanpa komplikasi besar. Namun dokter juga mempertimbangkan risiko penyakit ginjal mereka di masa depan.

Diabetes adalah masalah medis utama di seluruh dunia. Dan sekitar 30-40% penderita diabetes berpotensi mengembangkan beberapa bentuk penyakit ginjal.

Bagian dari pekerjaan seorang dokter adalah untuk memastikan bahwa seorang donor potensial tidak memiliki diabetes, dan risiko mereka untuk terpapar diabetes dalam hidup mereka sangat rendah.

Apakah Obesitas Merupakan Faktor Pertimbangan untuk Pendonor Ginjal?

Catat, Apa Saja yang Perlu Diketahui Para Donor Ginjal2.jpeg

Obesitas adalah epidemi utama di beberapa negara di dunia saat ini. Dan penelitian belum dilakukan untuk menentukan konsekuensi jangka panjang dari obesitas pada penyakit ginjal.

“Saya menyarankan pendonor membatasi asupan kalori dan melakukan olahraga teratur untuk menjaga berat badan mereka dalam kisaran normal,” tandas Dr Wormer.

Apakah Ada Efek Jangka Pendek dari Menyumbangkan Ginjal?

Ada potensi komplikasi medis setelah sumbangan. Misalnya, penelitian telah menunjukkan bahwa tekanan darah dapat naik sedikit setelah proses donasi.

Ada komplikasi medis jangka panjang yang lebih mengkhawatirkan, termasuk kebutuhan untuk dialisis di masa depan. Tim dokter pasti berusaha meminimalkan hal ini melalui proses evaluasi.

Baca Juga: 12 Aturan Sehat Mengonsumsi Makanan Sebelum dan Setelah Donor Darah

Artikel Terkait