PARENTING
24 Juni 2019

Dampak Memukul Anak pada Kondisi Mentalnya saat Dewasa

Anak bisa merasa rendah diri dan sulit bersosialisasi di sekolah
Artikel ditulis oleh Amelia
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Beberapa orang tua menggunakan cara memukul anak untuk mengajarkan kedisiplinan. Misalnya, ketika anak tidak menuruti perkataan orang tua atau melakukan sesuatu yang salah.

Meskipun Moms mungkin selanjutnya meminta maaf kepada Si Kecil, namun jika kerap dilakukan akan memengaruhi kondisi mental dan psikologis pada anak saat ia tumbuh besar nanti. Dampak memukul anak cukup besar lho Moms.

Situs Pedriatrics merilis jurnal dengan judul "Physical Punishment and Mental Disorders: Results From a Nationally Representative US Sample." Penelitian ini menyelidiki hubungan yang mungkin antara anak yang mendapatkan hukuman fisik seperti mendorong, meraih, menampar, memukul dan gangguan mental Axis I dan II.

Sebagai catatan, penelitian ini meniadakan faktor kekerasan yang lebih parah seperti pelecehan fisik, pelecehan seksual, pelecehan emosional, penelantaran, pengabaian emosional.

Hasilnya, disebutkan bahwa hukuman fisik keras tanpa adanya perlakuan buruk terhadap anak berhubungan dengan gangguan suasana hati, gangguan kecemasan, penyalahgunaan zat/ketergantungan, dan gangguan kepribadian pada sampel populasi umum.

Baca Juga: Tips Mendisiplikan Anak Tanpa Iming-Iming Maupun Hukuman

Kontroversi Hukuman Kekerasan Fisik pada Anak

dampak anak dipukul-1.jpg

Foto: parentmap.com

Beberapa orang mungkin berpikir bahwa mendisiplinkan anak dengan memukul anak dinilai efektif, tanpa menyadari risiko yang bisa memengaruhi tumbuh kembang anak.

Penggunaan memukul anak sendiri juga menjadi topik yang kontroversial, apalagi mengetahui bahwa mungkin orang tua pada zaman dahulu menjadikan memukul anak sebagai pemberian hukuman yang lazim

Sandra Graham-Bermann, PhD, profesor psikologi dan peneliti utama untuk Laboratorium Kekerasan dan Trauma Anak di Universitas dari Michigan mengatakan, ini adalah area yang sangat kontroversial meskipun ada penelitian yang sangat jitu, sangat jelas dan konsisten tentang efek negatif pada anak-anak.

“Orang-orang frustrasi dan memukul anak-anak mereka. Mungkin mereka tidak melihat ada opsi lain," jelasnya seperti dikutip dari American Psychological Association (APA).

Disebutkan, bahwa hukuman fisik seperti memukul anak dan cara lain yang menyebabkan rasa sakit, menimbulkan peningkatan agresi, perilaku antisosial, cedera fisik dan masalah kesehatan mental untuk anak-anak.

Baca Juga: Hukuman dan Konsekuensi, Mana yang Lebih Baik untuk Mendidik Balita?

Harga Diri Anak Rendah hingga Ingin Bunuh Diri

dampak anak dipukul-2.jpg

Foto: health.clevelandclinic.org

Ketika anak dipukul, ia mungkin belajar untuk takut akan hukuman, daripada mengerti mengapa ia harus mengikuti aturan. Dampak memukul anak, ia tumbuh dengan kemampuan yang kurang untuk menghentikan dirinya dari perilaku tidak pantas.

Beberapa anak mungkin menafsirkan tamparan sebagai tanda bahwa orang tua mereka tidak mencintai mereka dan ini dapat menyebabkan hubungan yang tegang dengan orang tua mereka sendiri.

Jika seorang anak dihukum secara fisik tanpa diberi tahu alasannya, ia dapat mengembangkan harga diri yang buruk dan ini dapat membuatnya sulit untuk menyesuaikan diri secara sosial di sekolah.

“Harga diri yang buruk dan kepercayaan diri yang rendah dapat meningkatkan kemungkinan kinerja akademik yang buruk. Anak itu mungkin mengalami kesulitan berkonsentrasi, dan ini dapat mengurangi potensinya untuk unggul secara akademis," jelas Lynn Soh, Psikolog Kepala Senior di Layanan Dukungan Trauma Psikososial, Rumah Sakit Wanita dan Anak KK (KKH), dikutip dari Health Xchange.

Bahkan, dalam skenario terburuk, seorang anak bahkan dapat berpikir untuk bunuh diri.

Karenanya, sebagai orang tua perlu bertanggung jawab mengurus kebutuhan materi anak-anak mereka dan menjadi panutan yang memfasilitasi pertumbuhan fisik, mental, emosional dan sosial anak-anak yang sehat.

Baca Juga: Bolehkah Memberikan Silent Treatment Sebagai Hukuman Untuk Anak?

Jenis Hukuman Tanpa Kekerasan Fisik yang Disarankan

dampak anak dipukul-3.jpg

Foto: theconversation.com

Bila orang tua tidak disarankan untuk memukul anak mereka, lalu adakah teknik non-kekerasan yang dapat membantu mengajarkan anak agar bisa disiplin?

Mengutip dari APA, Kazdin, seorang pemimpin Program Pelatihan Manajemen Induk di Yale memberikan pengajaran bagi orang tua untuk menggunakan penguatan positif dan pujian untuk menghargai anak-anak ketika mereka berperilaku yang baik.

Kazdin juga menggunakan teknik yang mungkin terdengar seperti hal aneh bagi kebanyakan orang tua: Mengajarkan anak untuk berlatih 'melempar' tantrum.

Orang tua meminta anak-anak mereka untuk mengamuk tanpa ada unsur kekerasan seperti memukul atau menendang.

"Secara bertahap, ketika anak-anak berlatih mengendalikan amarah ketika mereka sedang tidak dalam kemarahan, amarah mereka yang sebenarnya akan berkurang," jelas Kazdin.

Elizabeth Gershoff, PhD, seorang peneliti terkemuka tentang hukuman fisik di University of Texas di Austin mengatakan, orang tua harus berbicara dengan anak-anak mereka tentang cara yang tepat untuk menyelesaikan konflik.

"Membangun hubungan saling percaya dapat membantu anak-anak percaya bahwa disiplin tidak sewenang-wenang atau hanya dilakukan karena marah," ungkapnya.

"Bagian dari masalahnya adalah disiplin yang baik itu tidak bisa dilakukan cepat atau mudah. Bahkan orang tua yang terbaik pun tidak selalu memiliki kesabaran seperti itu," tambahnya.

Ternyata, dampak memukul anak itu besar sekali ya Moms. Buruk-buruknya bahkan hingga si anak punya keinginan bunuh diri.

Terkadang Moms mungkin bingung mengenai hukuman bagi anak, seperti apa hukuman yang pantas diberikan dan hukuman yang tidak baik bagi Si Kecil. Bila Moms kebingungan, yuk gabung ke WhatsApp Group Orami Moms Community.

Di WhatsApp Group Orami Moms Community, Moms bisa berkonsultasi dengan para ahli, seperti psikolog, dokter kandungan, dokter anak, konselor laktasi, konselor pernikahan, dan lain sebagainya.

orami wag

Moms bisa langsung add WhatsApp di nomor 0811-8852-250 atauklik link ini untuk informasi lebih lanjut.

Yuk gabung WhatsApp Group Orami Moms Community untuk mendapatkan berbagai keuntungan!

Artikel Terkait