RUPA-RUPA
9 Juli 2019

5 Fakta Unik Makanan Astronot di Luar Angkasa

Makanan beremah tidak boleh dibawa ke pesawat, lho!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms tentu sudah mengira bahwa proses merancang makanan untuk dikonsumsi di luar angkasa oleh para astronot sangat rumit. Makanan harus memenuhi sejumlah kriteria, yakni:

  • Makanan astronot harus cocok secara fisiologi, yakni bergizi, mudah dicerna, dan enak
  • Makanan astronot harus bisa dikonsumsi di gravitasi nol. Jadi, makanan harus ringan, dikemas dengan baik, bisa disajikan dengan cepat, dan tidak perlu repot dibersihkan
  • Makanan dapat digunakan dengan mengeluarkan energi seminimal mungkin. Artinya, makanan harus ringkas, tidak cepat basi, mudah dibuka, dan hanya menyisakan sedikit sampah.

Hal ini menjadi tantangan karena di satu sisi makanan astronot harus memenuhi syarat untuk dibawa ke luar angkasa berbulan-bulan, sementara di sisi lain, astronot juga manusia yang secara psikologis ingin makan makanan kesukaannya seperti di bumi.

Seiring perkembangan zaman, makanan di pesawat luar angkasa semakin mendekati makanan yang ada di bumi. Inilah beberapa fakta unik tentang makanan astronot:

Baca Juga: Unik! Begini Perkembangan Makanan Astronot dari Masa ke Masa

1. Proses Pengolahan Makanan

makanan astronot

Foto: wikimedia.org

Banyak makanan di bumi yang cepat basi jika tidak disimpan di kulkas. Sayangnya, di misi-misi awal luar angkasa, pesawat tidak memiliki lemari pendingin untuk menyimpan makanan.

Jadi, resep-resep makanan dikonversi menggunakan metode freeze-drying dan thermo-stabilization agar tahan lama tanpa pendingin.

Thermo-stabilization adalah proses pengalengan. Namun, di luar angkasa, kaleng diganti dengan pouch agar lebih ringan dan lebih ringkas disimpan.

Mengonversi resep tak semudah tinggal mengeringkan dengan proses pembekuan atau menstabilkan suhunya dengan disimpan di pouch. Butuh berkali-kali uji coba dan penyesuaian sampai makanan bisa berhasil dinikmati oleh para astronot.

Meski tidak ada kulkas, stasiun luar angkasa menyediakan oven untuk menghangatkan makanan

2. Makanan Astronot Terasa Hambar

makanan astronot

Foto: verywellhealth.com

Makanan di luar angkasa terasa berbeda dengan di bumi. Hal ini disebabkan penyumbatan di kepala yang menumpulkan sensasi rasa dan aroma akibat gravitasi nol. Karena itu, para astronot cenderung menyukai makanan yang berbumbu kuat.

Baca Juga: 4 Bahan Alternatif Pengganti MSG, Tetap Enak dan Gurih!

3. Makanan Beremah Dilarang di Stasiun Luar Angkasa

makanan astronot

Foto: bbci.co.uk

Lingkungan tanpa gravitasi membuat kru luar angkasa menghabiskan 90 menit sehari hanya untuk bersih-bersih.

Saat makan di lingkungan mikrogravitasi, makanan mengambang di lambung. Ini menimbulkan keinginan sendawa bahkan muntah yang tentu akan susah dibersihkan.

Makanan yang paling merepotkan untuk disantap di luar angkasa adalah makanan yang beremah. Ketika bertaburan, remah bisa masuk ke sistem penyaring udara dan harus dibersihkan memakai penyedot debu.

Di stasiun luar angkasa juga ada bumbu seperti saus, mustard, dan mayones. Tapi garam dan lada tersedia dalam bentuk cair. Sebab, jika dalam bentuk bubuk, garam dan lada akan mengambang.

Hal ini berbahaya karena bisa menyumbat ventilasi udara, mengontaminasi peralatan, atau masuk ke mata, mulut, dan hidung astronot.

4. Makanan Astronot Semakin Beragam

makanan astronot

Foto: shopify.com

Beberapa makanan seperti brownies dan buah-buahan bisa disantap seperti biasa (tidak perlu diproses dulu agar mudah dimakan di luar angkasa). Sebagian makanan lain perlu diseduh dengan air dulu sebelum disantap. Misalnya, macaroni keju atau spageti.

Sekarang, para astronot bisa menikmati lebih banyak jenis makanan. Misalnya kacang-kacangan, selai kacang, daging ayam, daging sapi, seafood, permen, dan sebagainya.

Untuk minuman, ada kopi, teh, jus jeruk, fruit punch, serta lemonade. Makanan favorit para astronot adalah makanan dingin, terutama es krim

Baca Juga: Ini Dia 6 Makanan Korea yang Menggugah Selera

5. Kimchi di Luar Angkasa

makanan astronot

Foto: shutterstock.com

Kimchi pertama kali dibawa ke luar angkasa pada 2008. Butuh tiga lembaga penelitian internasional, beberapa tahun pengerjaan, dan dana lebih dari satu juta dolar demi menciptakan kimchi yang bisa dinikmati di luar bumi.

Unik sekali ya makanan astronot? Jadi penasaran ingin mencicipi makanan di luar angkasa!

(EMA)

Artikel Terkait