PROGRAM HAMIL
6 Juli 2020

Fase Luteal Cacat Pengaruhi Peluang Hamil? Ini Penjelasannya

Ternyata seperti ini, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh Dina Vionetta

Banyak hal terkait siklus menstruasi seorang wanita yang dikaitkan dengan masalah kesuburan, termasuk salah satunya fase luteal.

Fase luteal cacat (Luteal Phase Defect/ LPD) sering kali disebut dapat menyebabkan infertilitas pada wanita.

Namun, benarkah demikian? Simak penjelasannya di sini.

Baca Juga: 4 Tips Cepat Hamil Dengan Siklus Menstruasi Pendek

Apa Itu Fase Luteal Cacat (LPD)?

Fase Luteal Cacat Pengaruhi Peluang Hamil? 1

Foto: freepik.com

Mengutip WebMD, fase luteal adalah suatu tahap dari siklus menstruasi seorang wanita yang terjadi setelah ovulasi dan sebelum menstruasi selanjutnya dimulai.

Selama waktu ini, lapisan rahim wanita biasanya mengalami penebalan untuk mempersiapkan kemungkinan kehamilan.

Fase luteal disebut cacat apabila lapisan rahim tidak mengalami penebalan seperti semestinya pada setiap bulan.

Inilah yang diduga dapat menyebabkan wanita lebih sulit hamil atau mempertahankan kehamilan (mengalami keguguran).

Hal ini dapat terjadi karena fase luteal hanya berlangsung selama 10 hari dari yang normalnya sekitar 12 hingga 14 hari.

Karena fase luteal terlalu singkat, akibatnya lapisan rahim tidak dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya.

Namun, penting untuk diingat bahwa beberapa wanita dengan siklus menstruasi normal juga dapat mengalami variasi panjang fase luteal, termasuk fase luteal yang lebih pendek.

Hal ini masih dianggap normal selama tidak terjadi setiap bulan.

Baca Juga: Titi Kamal Sempat Keguguran Anak Ketiga, Ini 5 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Apa Penyebab Fase Luteal Cacat (LPD)?

Fase Luteal Cacat Pengaruhi Peluang Hamil? 3

Foto: freepik.com

Ava Women mengungkapkan bahwa fase luteal cacat terjadi ketika ovarium gagal menghasilkan progesteron yang cukup atau ketika lapisan rahim gagal merespons kadar progesteron yang normal.

Selain itu, teknologi reproduksi berbantuan seperti IVF yang menggunakan hormon untuk merangsang produksi telur juga dapat menyebabkan LPD.

Oleh karena itu, wanita yang menjalani stimulasi ovarium menggunakan progesteron guna memastikan perkembangan dan pemeliharaan lapisan rahim yang tepat.

“Singkatnya, fase luteal cacat adalah konsekuansi dari fase folikuler cacat yang menyebabkan tingkat progesteron rendah. Ini menyebabkan seseorang tidak mengalami ovulasi atau sel telur yang dikeluarkan (saat ovulasi) bukan dari folikel yang kompeten untuk dapat menghasilkan progesteron dalam jumlah memadai,” kata Dr. Samuel Thatcher, MD, seorang OB-GYN di Johnson City, Tennessee, seperti dikutip dari OBGYN Net.

“Jika progesteron ditambahkan, saya pikir itu mungkin bermanfaat untuk siklus menstruasi berikutnya dan bukan pada siklus saat ini.”

Selain itu, beberapa kondisi kesehatan tertentu dan faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko LPD antara lain:

  • Obesitas
  • Olahraga berlebihan
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
  • Stres
  • Menyusui
  • Masalah tiroid
  • Hiperprolaktinemia

Selain itu, sebuah penelitian dalam jurnal Fertility and Sterility juga menemukan bahwa disfungsi hormon pada fase folikuler awal dapat menyebabkan fase luteal cacat pada wanita usia 30 - 44 tahun.

Baca Juga: Cara Alami Meningkatkan Progesteron

Apakah Fase Luteal Cacat (LPD) Menunjukkan Gejala?

Fase Luteal Cacat Pengaruhi Peluang Hamil? 4

Foto: freepik.com

Sebagaimana disebutkan Austin Fertility, kebanyakan wanita dengan kondisi ini cenderung tidak menunjukkan gejala apa pun.

Namun, pada beberapa kasus, fase luteal cacat dapat menunjukkan gejala seperti berikut ini:

  • Pendarahan ringan (spotting) antara dua siklus menstruasi
  • Siklus menstruasi yang sangat pendek
  • Sulit hamil meskipun selalu brusaha mencoba
  • Keguguran

Baca Juga: Pasca Keguguran, Ibu Justru Berpotensi Menjalani Kehamilan yang Sehat

Apa Fase Luteal Mempengaruhi Peluang Hamil Wanita?

Fase Luteal Cacat Pengaruhi Peluang Hamil? 2

Foto: freepik.com

Sebagaimana disebutkan di atas, fase luteal cacat dapat menyebabkan wanita mengalami kesulitan untuk hamil atau membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa hamil.

Hal tersebut dikarenakan pada wanita dengan LPD, lapisan rahim tidak tumbuh dan berkembang dengan baik untuk mendukung perkembangan janin.

Fase luteal cacat juga menyebabkan beberapa wanita tidak mengalami ovulasi, yang artinya tidak ada sel telur yang dapat dibuahi untuk menghasilkan kehamilan.

Bisakah Fase Luteal Cacat Diobati Agar Segera Hamil?

Fase Luteal Cacat Pengaruhi Peluang Hamil? 5

Foto: freepik.com

“Jika ada penyakit atau disfungsi yang mendasari atau menyebabkan fase luteal memendek secara koinsisten atau tingkat progesteron yang sangat rendah, maka penting untuk mengatasi itu terlebih dahulu,” kata Nicole Telfer, seorang peneliti ilmiah di Clue, kepada Cosmopolitan.

“Ini termasuk disfungsi hipotalamus, kelainan tiroid, disfungsi ovulasi, atau hiperprolaktinemia.”

Sementara terkait dengan prosedur untuk meningkatkan peluang kehamilan, sebuah studi yang diterbitkan oleh American Society of Reproductive Medicine menemukan bahwa penggunaan progesteron tambahan tidak terbukti bermanfaat pada pasien yang mencoba hamil tanpa bantuan teknologi reproduksi berbantuan.

Selain itu, meskipun para peneliti menemukan bahwa tingkat kehamilan dapat meningkat pada pasien yang menjalani teknologi reproduksi berbantuan setelah mendapatkan stimulasi hCG, hal ini diketahui dapat meningkatkan risiko OHSS.

Jadi, fase luteal cacat memang dapat mempengaruhi peluang hamil ya, Moms. Konsultasikan dengan dokter mengenai cara terbaik yang harus dilakukan jika ingin hamil dengan kondisi ini.

Baca Juga: Pengaruh Hiperandrogen pada Peluang Kehamilan, Kenali Tanda-tanda Ini

Artikel Terkait