PROGRAM HAMIL
23 Mei 2019

3 Cara Halus Membicarakan Rencana Kehamilan Bersama Pasangan

Cari tahu tipsnya agar pembicaraan lancar, Moms.
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Orami

Sebagian pasangan yang sudah menikah ingin cepat-cepat punya momongan. Sebagian lagi memilih untuk menunda. Sebagian lagi malah jarang membicarakan soal momongan. Lho, kok bisa?

Sebuah studi oleh para ahli dari Middlesex University di London, Inggris menemukan fakta menarik pada pasangan (sudah menikah dan berhubungan jangka panjang) yang tidak punya anak.

Beberapa mengaku mereka hanya pernah berbicara soal rencana kehamilan satu kali. Sementara, beberapa lainnya malah tidak pernah berbicara soal menambah anggota keluarga sama sekali.

Namun, yang menarik dari studi tersebut menurut Edina Kurdi, profesor ilmu sosial yang memimpin penelitian dari Middlesex tersebut, adalah bahwa ternyata pasangan-pasangan tersebut sangat jarang membahas tentang rencana kehamilan.

“Jadi, keputusan untuk tidak punya anak diambil melalui satu kali diskusi singkat atau bahkan sebenarnya tidak ada pengambilan keputusan yang jelas karena obrolan mereka pun tidak mendalam. Keputusan tersebut bahkan tidak mereka utarakan atau sepakati secara lisan,” ujar Kurdi.

Padahal, keputusan untuk memiliki momongan adalah momen penting bagi pasangan. Yang pasti, obrolan soal menambah anggota keluarga tidak cukup dilakukan hanya sekali.

Suami dan istri perlu berbicara berkali-kali dan secara mendalam sebelum memutuskan kapan mereka siap untuk punya anak, atau bila memang tidak berniat memiliki keturunan.

Nah, bagaimana dengan Moms? Kapan membicarakan rencana kehamilan dengan Dads?

Bila Moms masih bingung bagaimana memulai topik obrolan ini dengan Dads, simak dulu masukan dari Elly Taylor, penasihat hubungan pasangan berikut.

Baca Juga: Sedang Program Hamil? Yuk Ikut Senam Yoga

1. Spontan, Tetapi Santai

4 Cara Halus Membicarakan Rencana Kehamilan Bersama Pasangan 1.jpg

Obrolan tentang rencana punya momongan memang bisa bikin pasangan seperti tertekan atau terbebani. Oleh karena itu, Taylor menyarankan agar Moms mengangkat isu ini secara santai alih-alih serius.

“Tak perlu terlalu direncanakan karena malah bisa memberikan tekanan tersendiri,” ujarnya.

Moms bisa memulai obrolan dengan membicarakan film atau serial favorit tentang keluarga. Lalu tanyakan kepada Dads, “kira-kira kapan ya rumah kita bisa ramai seperti itu” dan lihat reaksi Dads.

Bila dilakukan dengan cara ini, obrolan dapat mengalir santai dan tidak terasa seperti suatu tekanan atau todongan.

Baca Juga: Apakah Kesibukan Pekerjaan Dapat Memengaruhi Program Hamil?

2. Mengikuti Momen

4 Cara Halus Membicarakan Rencana Kehamilan Bersama Pasangan 2.jpg

Obrolan juga bisa dimulai berdasarkan momen tertentu. Misal, Moms dan Dads menghadiri acara pernikahan dan bertemu teman yang membawa bayi.

Saat melihat Dads menggoda bayi tersebut, Moms bisa menyambut dengan berkata, misal, “lucu, ya. Kamu cocok menggendong bayi”.

Dari situ, obrolan bisa lebih diarahkan menjadi kapan membicarakan rencana punya momongan atau bahkan langsung tentang rencana punya momongan.

Baca Juga: 9 Pertanyaan yang Wajib Ditanyakan Ke Dokter Kandungan Saat Program Hamil

3. Bersiap Menghadapi Reaksi yang Tak Diharapkan

4 Cara Halus Membicarakan Rencana Kehamilan Bersama Pasangan 3.jpg

Banyak pasangan memutuskan menunda punya momongan dengan alasan belum siap secara finansial.

Bila setelah memancing Dads ia bilang belum siap karena alasan tersebut, Moms sebaiknya memaklumi dan tidak memaksa membicarakan hal itu lebih lanjut.

Apalagi bila keputusan menunda sudah Moms dan Dads sepakati dari awal pernikahan.

Langkah yang bisa Moms lakukan selanjutnya misalnya mengajak Dads membicarakan cara-cara untuk meningkatkan kemampuan finansial.

Dengan demikian, upaya untuk merealisasikan rencana punya momongan pun terasa lebih ringan karena dilakukan bersama-sama.

(AN)

Artikel Terkait