PROGRAM HAMIL
6 Desember 2019

Gangguan pada Vagina, Menghambat Kehamilan?

Pahami juga cara menjaga keseimbangan ekosistem vagina, Moms.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Bila terdapat gangguan pada vagina, upaya untuk hamil ternyata bisa terhambat. Salah satu cara supaya dapat hamil adalah menjaga kesehatan organ reproduksi.

Contoh gangguan pada vagina adalah ketidakseimbangan ekosistem vagina.

Dalam situs web The Conversation, Deborah Bateson, dosen klinis pada departemen obstetri, ginekologi, dan neonatal di University of Sydney menyebutkan, ekosistem vagina yang berlangsung seimbang disebut sebagai mikrobioma vagina. Keasaman vagina yang dihasilkan memberi proteksi terhadap infeksi yang ditransmisikan melalui hubungan seksual.

Terkadang terjadi keputihan di area vagina, namun itu pun kebanyakan normal. Menurut Bateson, selain memberikan lingkungan yang protektif, keputihan menyediakan lubrikasi alami.

Baca Juga: Sebelum Melakukan Program Bayi Tabung, Ibu Hamil Wajib Pahami Dulu 5 Hal Ini

Keputihan Normal dan Flora Vagina

Gangguan pada vagina bisa hambat kehamilan (1).jpg

Foto: bbci.co.uk

Keputihan yang sehat memiliki aroma yang khas dan mungkin lebih kuat pada beberapa perempuan karena banyaknya kelenjar keringat di daerah vagina. Membersihkan bagian dalam vagina tidak disarankan, tetapi penting untuk menjaga kulit bagian luarnya tetap bersih.

Dikutip dari situs web Medical Express, tingginya jumlah dua bakteri vagina (Atopobium vaginae and Gardnerella vaginalis) berfungsi sebagai penanda diagnostik mikrobiota vagina abnormal yang dapat menyebabkan gangguan implantasi dan kegagalan pada hasil reproduksi selanjutnya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Human Reproduction menunjukkan perempuan dengan mikrobiota vagina abnormal yang sedang menjalani IVF mempunyai peluang untuk hamil 9% lebih rendah dibandingkan perempuan yang memiliki mikrobiota vagina normal, yaitu yang didominasi Lactobacillus (44%).

Penelitian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Fertility Clinic Regional Hospital Skive, Aarhus University, Trianglen Fertility Clinic, dan Statens Serum Institute di Denmark.

Baca Juga: Selain Buah Zuriat, 7 Buah Ini Juga Bagus untuk Program Hamil

Pengobatan Mikrobiota Abnormal

Gangguan pada vagina bisa hambat kehamilan (2).jpg

Foto: redhotmamas.org

Sekitar 20% dari semua wanita yang sedang menjalani perawatan kesuburan memiliki mikrobiota vagina abnormal yang juga dapat berada di saluran reproduksi bagian atas, yaitu rahim dan saluran telur. Namun, kebanyakan kondisi tersebut tidak menimbulkan gejala sehingga gangguan pada vagina pun tidak terdeteksi.

Menurut Thor Haahr yang bekerja di Fertility Clinic Regional Hospital Skive dan terlibat dalam penelitian tersebut bersama Peter Humaidan dan Dr. Jørgen Skov Jensen dari Statens Serum Institute, hasil penelitian ini akan berdampak besar terhadap perawatan kesuburan secara umum.

“Pengobatan mikrobiota abnormal mungkin saja dapat membantu banyak perempuan untuk dapat hamil secara alami,” ujar Haahr.

“Secara garis besar, para peneliti mulai memahami bahwa bakteri yang hidup di dalam maupun luar organ kita memiliki dampak besar terhadap kesehatan kita,” terang Humaidan.

Baca Juga: 5 Minuman Sehat untuk Membantu Program Hamil

Uji Coba Obat Bioterapi Terapeutik

Gangguan pada vagina bisa hambat kehamilan (3).jpg

Foto: rd.com

Humaidan dan tim peneliti telah mengamati mikrobioma ini dan bagaimana kemungkinan implikasinya terhadap reproduksi manusia. Menurut mereka, diperlukan uji coba berbasis intervensi untuk memahami hubungan antara sebab dan akibatnya.

Oleh karena itu, para peneliti menggunakan obat bioterapi terapeutik yang mengandung jenis bakteri yang oleh banyak studi dianggap bakteri paling sehat di vagina, yaitu Lactobacillus crispatus.

Pada dasarnya, apa pun yang dimasukkan ke vagina berpotensi mengganggu lingkungan dan keseimbangan flora vagina. Namun, gangguan tersebut biasanya bersifat sementara dan vagina dapat mengembalikan keseimbangannya sendiri.

Untuk menghindari adanya gangguan pada vagina, terutama pada ekosistemnya, Moms hanya perlu menjaga kebersihan area luar vagina dengan membersihkannya dengan air secara rutin tanpa cairan pembersih apa pun.

(AN/DIN)

Artikel Terkait