BAYI
16 September 2020

Dehidrasi Pada Bayi: Ini Penyebab, Tanda, dan Penanganannya

Konsistensi buang air besar dapat menjadi penanda penyebab dehidrasi pada bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Gladys
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Bayi sebenarnya cukup mendapatkan semua cairan yang dibutuhkan tubuh melalui asupan susu dan makan mereka sehari-hari.

Namun, saat bayi terkena suhu ekstrim atau kehilangan banyak cairan tubuh akibat muntah, diare, dan berkeringat, maka rentan mengalami dehidrasi pada bayi.

Hal ini mungkin terlihat mudah untuk diatasi dengan pemberian cairan, namun jika tidak terdeteksi dan tertangani dengan segera, dehidrasi pada bayi dapat mendatangkan masalah kesehatan yang serius.

“Jika seorang anak mengalami dehidrasi, mereka cenderung tidak ingin bermain atau tersenyum; mereka cenderung banyak tidur,” kata Katherine O'Connor, MD, seorang dokter anak di Rumah Sakit Anak di Montefiore, New York City.

Menurut American Academy of Pediatric (AAP), sampai bayi berusia sekitar 4 hingga 6 bulan atau ketika mulai makan makanan padat, bayi mendapatkan semua cairan dan nutrisi yang dibutuhkan hanya dari ASI atau susu formula.

Itu berarti, biasanya tidak perlu memberinya air untuk membuatnya tetap terhidrasi, kecuali jika kehilangan banyak cairan saat mengalami demam atau panas yang ekstrem, muntah atau diare.

Penyebab Dehidrasi Pada Bayi

1 Penyebab Dehidrasi Pada Bayi.jpg

Foto: freepic.diller - freepik.com

Dehidrasi terjadi ketika bayi tidak memiliki cairan tubuh yang cukup untuk menyamai dengan jumlah cairan yang keluar dari tubuhnya.

Hampir 75 persen tubuh manusia terdiri dari cairan, sehingga kurangnya cairan akan memengaruhi bagaimana tubuh menjalankan fungsinya dengan baik.

Dehidrasi pada bayi akan memengaruhi kadar kalium, natrium, dan klorida dalam tubuh, sehingga bayi memerlukan pengobatan dan tingkat cairan yang tepat untuk mengembalikan ketidakseimbangan tersebut.

“Dehidrasi seringkali disebabkan oleh penyakit di bagian perut, seperti gastroenteritis,” ungkap dokter anak di The Children’s Hospital, Montefiore, New York City, Katherine O’Connor, MD, seperti dikutip dari thebump.com.

Diare, muntah, dan berada di bawah cuaca panas merupakan beberapa penyebab umum dehidrasi pada bayi.

Baca Juga: Moms, Ini 5 Kondisi Tanda Bayi Mengalami Dehidrasi

Tanda-Tanda Dehidrasi Pada Bayi

2 Tanda-Tanda Dehidrasi Pada Bayi.jpg

Foto: Irina Murza – Unsplash.com

Salah satu tanda dehidrasi pada bayi adalah berkurangnya jumlah popok basah bayi dari biasanya.

Jika biasanya bayi buang air kecil tiga hingga empat kali sehari, dan kali ini hanya buang air kecil sekali, maka ada kemungkinan dehidrasi pada bayi. Dikutip dari healthychildren.org, jika dehidrasi pada bayi terjadi karena diare, maka feses bayi akan lebih encer (mencret).

Namun jika dehidrasi pada bayi disebabkan karena masalah makanan atau muntah, maka tidak akan banyak buang air besar dan mungkin akan lebih keras.

Dehidrasi pada bayi memengaruhi keseluruhan tubuh, sehingga Moms juga dapat melihat tanda-tanda dehidrasi pada bayi melalui aktivitasnya.

Saat bayi dehidrasi, maka akan terjadi penurunan aktivitas saat bermain atau tersenyum, dan bayi menjadi lebih sering tidur.

Perhatikan juga bagian lidah dan mulut yang rentan menjadi kering saat bayi dehidrasi. Mata bayi yang mengalami dehidrasi juga cenderung tampak cekung dan saat menangis, mungkin tidak mengeluarkan air mata.

Tanda lainnya adalah;

  • Kurang dari enam popok basah dalam 24 jam atau popok tetap kering selama dua atau tiga jam, yang mungkin merupakan tanda bahwa pengeluaran urin jarang terjadi.
  • Urin berwarna kuning gelap dan lebih pekat.
  • Selaput lendir kering. Moms mungkin akan melihat bibir bayi pecah-pecah.
  • Menangis tak tertahankan.
  • Kulit tampak kering dan kendur atau tidak kembali ke bentuk semula saat ditekan dengan lembut.
  • Mata cekung.
  • Lesu.
  • Ubun-ubun cekung.

Baca Juga: Ketahui Risiko Penyakit Yang Mengintai Bayi Dehidrasi

Penanganan Dehidrasi Pada Bayi

3 Penanganan Dehidrasi Pada Bayi.jpg

Foto: cloudninecare.com

Saat melihat adanya tanda-tanda dehidrasi pada bayi, maka ada beberapa penanganan yang perlu dilakukan.

“Dehidrasi ringan dapat mereda dengan meningkatkan jumlah makanan (atau minuman) pada bayi baru lahir, namun tetap batasi jika bayi mengalami ketidaknyamanan pada perutnya,” ungkap perawat ruang gawat darurat, Shayla Black, seperti dikutip dari romper.com.

Sedangkan bayi yang sudah lebih besar, dapat diberikan minum Pedialyte atau air putih, dan jus untuk mengembalikan cairan tubuh bayi.

Ketika cuaca panas, langkah terpenting untuk mencegah dehidrasi pada bayi adalah dengan melindunginya dari cahaya matahari dan memakaikan pakaian yang tipis dan nyaman. Selain itu, jangan pernah menutupi badannya dengan selimut saat tidur di malam hari berisiko SIDS, menurut AAP.

Saat sakit, bayi dapat kehilangan banyak cairan dengan cepat jika muntah, diare atau menolak makan karena sakit tenggorokan atau mulut. Biasanya gejala-gejala ini disebabkan oleh virus. Dan meskipun Moms tidak dapat sepenuhnya mencegah bayi terkena flu, mencuci tangan yang baik dapat membantu mencegah dehidrasi pada bayi.

Selain itu, ada juga vaksin untuk rotavirus yang menjadi salah satu penyebab paling umum diare parah pada bayi dan balita yang bisa dimulai pada usia 2 bulan. Tentu saja pemberian vaksin flu dimulai pada usia 6 bulan.

Baca Juga: Patut Tahu! Ini Penyebab dan Ciri-Ciri Dehidrasi Pada Balita

Mengobati Dehidrasi pada Bayi

Cari Tahu Cara Mencegah dan Mengobati Dehidrasi pada Bayi -3

Foto: Orami Photo Stock

Jika sudah tidak dapat dicegah, Moms bisa mengobati dehidrasi pada bayi dengan beberapa cara. “Kapan pun anak Anda tampaknya tidak minum terlalu banyak atau mengalami cukup banyak diare atau muntah, Anda harus memberikan sedikit cairan secara konsisten sepanjang hari,” kata dia.

Selain itu, Moms bisa mencoba hal ini:

  • Meski bayi yang disusui atau diberi susu formula sedang muntah atau diare, teruslah memberikan ASI atau susu formula secara teratur. Atau setidaknya sesering biasa.
  • Tunggu satu jam setelah bayi muntah untuk memberikan satu sendok teh cairan setiap 10 menit selama satu jam.
  • Untuk bayi yang lebih tua yang sudah mulai makan makanan padat, memberikan air mungkin cukup mengobati dehidrasi pada bayi dalam kasus ringan.
  • Jika bayi memiliki kombinasi diare dan muntah, dokter anak biasanya merekomendasikan cairan untuk penggantian elektrolit seperti minuman Pedialyte untuk menggantikan natrium dan kalium yang hilang untuk bayi yang lebih besar.

Jika muncul tanda-tanda dehidrasi pada bayi, ada baiknya segera berkonsultasi dengan Dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan maksimal.

Artikel Terkait