2-3 TAHUN
27 Agustus 2020

Gondongan Pada Anak, Ini Dia Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Gondongan pada balita bisa dicegah dengan imunisasi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Gondok atau gondongan pada balita adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus dan memang sering menyerang anak dan balita, terutama menyerang kelenjar penghasil air liur (saliva) yang terletak di dekat telinga. Moms juga mungkin sudah tahu kalau ciri khas penyakit ini adalah munculnya benjolan di leher.

Di Amerika Serikat, gondongan memang umumnya menyerang anak-anak, terutama pada Si Kecil yang berusia 5 hingga 9 tahun. Namun sekarang sudah lebih berkurang berkat adanya vaksin gondongan.

Walau sering dianggap tidak berbahaya, gondongan pada balita sebenarnya perlu segera ditangani sebelum berujung pada masalah kesehatan yang lebih serius seperti meningitis, encephalitis, atau kehilangan pendengaran.

Penyebab Gondongan Pada Anak

Gondongan Pada Balita Gejala, Penyebab dan Pengobatannya 1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Menurut Julio Orkin, dokter anak di Toronto’s Hospital for Sick Children, gondongan terjadi akibat kelenjar parotis terkena infeksi Paramyxovirus A. Kelenjar parotis sendiri terletak di bagian depan dan bawah setiap telinga, dan berfungsi untuk menghasilkan air liur.

Si Kecil bisa terkena virus dari paparan air liur atau cairan hidung orang lain, misalnya terkena bersin atau berbagi gelas dan peralatan makan dengan orang yang sudah terinfeksi.

Berita baiknya, menurut Centers for Disease Control and Prevention, resiko anak dan balita terkena gondongan bisa ditekan sampai 99% dengan dua kali imunisasi MMR.

Gondongan itu penyakit yang menular. Ia dapat menyebar dalam tetesan kecil cairan ketika seseorang yang terinfeksi virus ini bersin, batuk, berbicara, atau tertawa. Kontak dengan benda yang mereka gunakan, seperti tisu kotor, sedotan, atau gelas minum juga dapat menularkan virus. Jika mereka tidak mencuci tangan, permukaan apa pun yang mereka sentuh dapat menyebarkan gondok kepada orang lain yang menyentuhnya.

Seseorang dengan gondongan akan menular dari 2 hari sebelum gejala mulai hingga 5 hari setelah mereka selesai. Siapa pun yang terinfeksi dapat menularkan penyakit tersebut, meskipun mereka tidak menunjukkan gejala.

Gondongan paling sering terjadi pada anak usia sekolah dan mahasiswa. Wabah terjadi ketika banyak orang dari satu daerah terserang penyakit yang sama. Sebagian besar orang yang menderita gondongan tidak pernah mendapatkannya lagi.

Baca Juga: Mengapa Anak Perlu Mendapatkan Imunisasi Ulang?

Gejala Gondongan Pada Anak

Gondongan Pada Balita Gejala, Penyebab dan Pengobatannya 2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Moms mungkin sudah tahu kalau gejala yang jadi ciri khas gondongan adalah munculnya pembengkakan di sekitar pipi, mulut, dan atas leher yang membuat Si Kecil merasa sakit saat mengunyah atau menelan.

Namun menurut National Health Services, sebenarnya gejala gondongan sudah bisa terlihat sebelum kelenjar parotis membengkak, seperti:

Baca Juga: 3 Pertanyaan Seputar Masalah Imunisasi yang Paling Sering Ditanyakan

Dalam beberapa hari, kelenjar parotis bisa membengkak dan terasa nyeri. Ini membuat pipi terlihat sembab. Rasa sakit bertambah parah saat anak menelan, berbicara, mengunyah, atau minum jus asam (seperti jus jeruk). Salah satu atau kedua kelenjar parotis bisa membengkak. Terkadang yang satu membengkak beberapa hari sebelum gejala yang lain.

Meskipun jarang, namun mereka yang terinfeksi gondongan juga mungkin mengalami:

  • ensefalitis atau meningitis
  • orkitis (radang testis)
  • ooforitis (radang ovarium)
  • pankreatitis (radang pankreas)
  • gangguan pendengaran

Hubungi dokter jika anak Moms mengalami gejala gondongan atau pernah berada di dekat seseorang yang menderita gondongan. Dokter mungkin memberi Moms instruksi khusus sebelum mengunjungi dokter anak, agar tidak menularkannya pada orang lain.

Dokter akan melakukan pemeriksaan, menanyakan gejala, dan memeriksa apakah anak Moms mendapat vaksin gondongan. Dokter terkadang mengirimkan sampel air liur atau sampel darah untuk diuji lebih lanjut.

Mengatasi Gondongan Pada Anak

Gondongan Pada Balita Gejala, Penyebab dan Pengobatannya 3.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Karena virus gondongan sangat menular sampai dengan 9 hari setelah muncunya gejala, hal pertama yang harus Moms lakukan adalah memastikan Si kecil tidak banyak berinteraksi dengan orang lain saat sedang gondongan.

Bukan hanya itu saja, berikut adalah beberapa tip kunci untuk membantu Moms mengatasi gondongan pada anak secara alami dan dengan obat untuk mengurangi ketidaknyamanan yang terkait dengan gejala, dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

1. Istirahat yang Cukup

Untuk membantu menghentikan penyebaran virus, serta membiarkan sistem kekebalan tubuh Si Kecil menendang keluar virus tersebut dan mengatasi gejala yang ada, yang terbaik adalah tetap di rumah saat Si Kecil mengalami gejala tersebut. Ini bisa berarti menghindari kontak dengan orang selama antara tujuh hingga 20 hari tergantung pada seberapa parah virusnya.

Istirahat sepenuhnya di tempat tidur biasanya tidak diperlukan, tetapi penting untuk tidur setidaknya delapan hingga sembilan jam setiap hari untuk Si Kecil.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan agar anak-anak tinggal di rumah dan berhenti sementara dari kegiatannya di sekolah setidaknya selama lima hari setelah kelenjar mereka mulai membengkak. Anak-anak harus tidak bersekolah sampai gejala mereda.

Baca Juga: Jika Anak Susah Tidur, Ikuti 4 Langkah Ini Agar Dia Cepat Mengantuk!

2. Minum Lebih Banyak Cairan dan Konsumsi Elektrolit

Karena gondongan pada anak dapat menyebabkan sakit di tenggorokan dan membuat Si Kecil kesulitan menelan atau mengunyah makanan secara normal, banyak orang yang akhirnya kehilangan nafsu makan dan mengonsumsi sedikit kalori atau cairan. Untuk membantu menjaga sistem kekebalan anak tetap kuat dan mencegah gejala memburuk, penting untuk minum cukup air dan mencegah ketidakseimbangan elektrolit.

Makanan dan minuman yang bermanfaat seperti kaldu, sup atau semur, kombucha, smoothie, yogurt / kefir, jus sayur, dan santan dapat memberikan nutrisi penting untuk Si Kecil selama gondogngan. Moms juga dapat mencoba menggunakan pengobatan alami dengan menyesap air panas yang menenangkan dengan lemon, madu, dan kayu manis. Atau Moms bisa membuat teh jahe buatan sendiri dengan madu mentah yang meningkatkan kekebalan tubuh.

3. Sanitasi Rumah Kita untuk Mengatasi Penyebaran Virus

Ketika seseorang dalam keluarga berada dalam masa inkubasi akibat gondongan, berhati-hatilah untuk meminimalkan kontak dengan orang lain yang tinggal di rumah dan desinfeksi permukaan dan kain.

Cara untuk mempraktikkan kebersihan yang baik dan mengendalikan virus meliputi: membersihkan permukaan secara menyeluruh menggunakan minyak esensial antivirus alami (seperti lemon dan minyak oregano), mencuci tangan secara teratur, menutupi mulut orang yang terinfeksi saat bersin atau batuk, tidak berbagi tempat tidur, dan menghindari berbagi minuman atau peralatan sampai gejala hilang.

4. Kendalikan Rasa Sakit dan Atasi dengan Alami

Jika gejalanya menjadi sangat tidak nyaman, obat penghilang rasa sakit tanpa resep, seperti ibuprofen, dapat membantu menurunkan peradangan untuk sementara dan memungkinkan anak untuk tidur lebih nyenyak, namun Moms juga harus konsultasikan itu ke dokter dulu ya.

Ada juga cara alami untuk mengatasi rasa sakit dan meredakan gejala seperti kelenjar bengkak, nyeri otot, atau sakit kepala, termasuk menggunakan minyak esensial dan menggunakan kompres es.

Baca Juga: Ini 5 Fakta Tentang Essential Oils yang Harus Moms Tahu

Moms bisa mencoba mengoleskan obat gosok otot buatan sendiri yang mengandung minyak peppermint ke area tubuh anak yang nyeri. Kompres es atau kompres dingin juga dapat digunakan untuk melawan kelenjar yang membengkak untuk mengurangi peradangan dan nyeri pada Si Kecil.

Jika otot atau area tertentu membuat anak kesulitan, Moms bisa coba beralih menggunakan kompres panas karena dapat membantu meredakan nyeri juga.

Obat alami lainnya adalah mandi dengan garam Epsom. Encerkan dua cangkir ke dalam satu galon air, lalu tuangkan ke dalam bak mandi anak dan tambahkan minyak esensial lain seperti lavender untuk membantu Si Kecil merasa lebih baik.

5. Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Anak Melalui Makanannya

Jika anak didiagnosis menderita gondongan, Moms mungkin berpikir sudah terlambat untuk mulai mengkhawatirkan pola makan yang sehat. Tetapi makanan kaya nutrisi yang tepat membantu menurunkan risiko komplikasi gondongan seperti infeksi serius lainnya atau kerusakan telinga pada anak.

Bergantung pada kemampuan anak untuk mengunyah secara normal, cobalah menghaluskan atau memasak makanan dengan antioksidan tinggi seperti buah dan sayuran untuk membuat smoothie dan sup yang disukai Si Kecil. Makanan seperti bawang putih dan bawang bombay, beri, sayuran berdaun hijau, alpukat, ubi jalar, apel matang, wortel matang, selai kacang mentah, dan biji-bijian mudah dimakan dan sarat dengan nutrisi pelindung.

Telur, minyak zaitun dan minyak kelapa, dan produk olahan susu organik seperti yoghurt dan kefir juga merupakan makanan anti-inflamasi yang dapat menyediakan lemak dan protein esensial untuk Si Kecil.

Makanan probiotik, seperti sayuran yang dibudidayakan, yogurt, dan kombucha, juga merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan kesehatan usus anak, yang berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Cobalah untuk menghindari makanan inflamasi yang dibuat dengan tambahan gula, aditif sintetis seperti pemanis buatan, atau daging yang dibuat dengan hormon dan bahan kimia tidak alami lainnya.

6. Obat Pereda Nyeri

Beberapa obat penurun demam juga efektif untuk meredakan nyeri pada anak yang sedang gondongan. Moms dapat menggunakan obat pereda nyeri yang dijual bebas jika Si Kecil mengalami nyeri otot atau nyeri akibat pembengkakan kelenjar parotis. Namun konsultasikan lagi dengan dokter anak ya Moms.

Baca Juga: 5 Manfaat Grapefruit Bagi Anak, Bagus untuk Kekebalan Tubuh!

Mencegah Gondongan pada Anak

mencegah gondongan pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Untuk mencegah gondongan pada anak, bisa Moms lakukan dengan memberikan vaksin kombinasi campak, gondok, dan rubella (MMR). Vaksin MMR ini akan memberikan kekebalan bagi sebagian besar penerimanya. Anak-anak yang menderita gondongan akan kebal seumur hidup.

Vaksin MMR diberikan dalam 2 dosis. Dosis pertama diberikan antara umur 12 bulan sampai 15 bulan. Dosis kedua diberikan antara usia 4 dan 6. Dosis kedua harus diberikan setidaknya 4 minggu setelah dosis pertama.

Untuk membantu mencegah penyebaran gondongan ke orang lain, Moms bisa melakukan beberapa hal berikut:

  • Jauhkan anak dari sekolah atau tempat penitipan anak sampai gejalanya hilang, agar tidak menular.
  • Cuci tangan Moms dengan baik sebelum dan sesudah merawat anak yang sakit.
  • Pastikan anggota keluarga rumah lainnya sering mencuci tangan, terutama sebelum makan atau memegang sesuatu.
  • Minta anak Moms untuk menutupi mulut dan hidungnya saat bersin atau batuk.
  • Bersihkan permukaan keras, mainan, dan gagang pintu dengan disinfektan.
  • Pastikan pusat penitipan anak menganjurkan untuk mencuci tangan.

Baca Juga: Awas! 4 Tempat Main di Area Publik Ini Berpotensi Tularkan Virus dan Penyakit Lainnya pada Anak

Berikut beberapa hal yang harus Moms ketahui tentang gondongan pada anak termasuk cara untuk mengatasi gondongan dan mencegahnya pada anak. Berikan anak vaksin yang dibutuhkannya ya Moms!

Artikel Terkait