BAYI
10 Agustus 2020

9 Penyakit Kulit pada Bayi dan Cara Mengatasinya, Cari Tahu Yuk Moms!

Sebab kulit Si Kecil sangat berbeda dengan orang dewasa
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Berikut beberapa penyakit kulit pada bayi yang paling sering dialami! Karena anatomi kulitnya sangat berbeda dengan orang dewasa, bayi rentan terkena gangguan kulit.

“Kulit merupakan organ yang bertindak sebagai benteng pertahanan terhadap beragam elemen yang mengancam tubuh mulai dari sinar matahari hinga bakteri," terang Bernard Cohen, M.D, direktur ilmu kesehatan kulit anak dari Johns Hopkins Children's Center.

Moms, bayi memiliki struktur kulit yang lebih tipis. Ikatan antarselnya lebih lemah dan lebih halus.

"Pada tahun pertama, seorang bayi akan sangat rentan terhadap gangguan karena lapisan kulit mereka belum sempurna. Pasalnya dibutuhkan waktu hingga satu tahun bagi epidermis kulit untuk berkembang dengan cepat dan berfungsi secara efektif,” lanjutnya.

Dikutip dari jurnal Maedica, kulit bayi juga memiliki pigmen yang lebih sedikit, dan tidak mampu mengatur temperatur seperti halnya anak-anak dengan usia lebih tua atau orang dewasa.

Bayi yang baru lahir membutuhkan perawatan dan penanganan khusus. Untuk melindungi kulit bayi Moms dari ruam dan kondisi kulit lainnya, Moms bisa balut kulit bayi dengan pakaian yang ringan dan tidak tebal, lalu hindari lampin tebal, terutama di cuaca yang panas.

Jangan lupa gunakan pembersih ringan atau pengganti sabun tanpa tambahan pewangi atau pewarna. Sabun yang kuat, terutama sabun antiseptik dan mandi busa tidak dianjurkan untuk bayi.

Suhu air ideal untuk memandikan bayi baru lahir adalah 36-38 derajat Celcius. Ini karena air panas akan menimbulkan iritasi kulit bayi dari minyak pelindung alaminya. Waktu mandi harus dibatasi 5-10 menit.

"Krim pelembab ringan yang diaplikasikan setelah mandi dapat melindungi kulit bayi dan membantu dalam pematangan pelindung kulit," kata Dr. Koh.

Jika bayi Anda mengalami ruam atau kondisi kulit lainnya, Moms dapat mengambil beberapa langkah mudah di rumah untuk mengatasi masalah ini dan membuat bayi merasa lebih nyaman.

Peradangan pada kulit atau warna kemerahan merupakan salah satu gejala dari reaksi alergi pada tubuh Si Kecil. Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit kulit pada bayi yang umum terjadi lengkap dengan cara mengatasinya..

Baca Juga: Mengenal Penyakit Scabies, Keadaan Kulit Akibat Tungau yang Bisa Terjadi Pada Bayi:

Penyakit Kulit pada Bayi

Apa saja penyakit kulit pada bayi yang umumnya menyerang? Simak ulasannya di bawah ini!

1. Penyakit Kulit pada Bayi: Intertrigo

salah satu penyakit kulit pada bayi

Foto: romper.com

Penyakit kulit pada bayi yang pertama adalah intertrigo. Peradangan pada lipatan tubuh. Biasanya terlihat di paha bagian dalam, ketiak, dan bagian bawah payudara atau perut.

“Lipatan tersebut membuat kulit tampak merah, gatal dan menyebabkan rasa sakit bila terjadi gesekan. Umumnya sering terjadi pada bayi yang gemuk,” kata Dr Cohen.

Penyebabnya bisa terjadi karena lembab berlebihan pada lipatan bayi, yang tidak pernah mendapatkan udara.

Mengatasinya, Moms bisa cuci bagian dalam lipatan kulit Si Kecil dengan air dan oleskan krim penghalang zinc-oxide atau petroleum jelly untuk melindungi kulit bayi.

Baca Juga: Mengenal Dermatomiositis, Penyakit Yang Sebabkan Radang Pada Kulit dan Otot

2. Penyakit Kulit pada Bayi: Biang Keringat

Biang keringat pada bayi

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit kulit pada bayi yang selanjutnya adalah biang keringat. Lebih dikenal dengan sebutan miliaria, adalah jenis ruam yang terjadi pada bayi yang baru lahir karena kelenjar keringat mereka belum berkembang dengan sempurna dan mudah tersumbat. Ini terutama terjadi di daerah beriklim panas dan lembab seperti.

“Bukannya menguap, keringat akan tetap terperangkap di bawah kulit bayi, menyebabkan peradangan dan ruam,” jelas Dr. Mark Koh Jean Aan, Kepala dan Konsultan, Layanan Dermatologi Anak, KK Women's and Children's Hospital (KKH).

Penyakit kulit pada bayi satu ini sering terlihat pada lipatan leher, wajah, punggung, atau bokong bayi. Secara klinis miliaria terlihat dengan adanya kulit kemerahan disertai rasa gatal sehingga bayi rewel, dengan gelembung-gelembung kecil berair.

Penyebab biang keringat pada bayi ini di antaranya:

  • Keringat berlebih karena cuaca panas
  • Pakaian bayi yang terlalu hangat atau bedong tebal
  • Membungkus bayi dalam kain yang tidak memungkinkan keringat menyerap secara normal
  • Demam tinggi
  • Krim dan salep tebal yang menyumbat saluran keringat bayi

Cara mengatasi biang keringat:

  • Pakaikan bayi pakaian ringan
  • Mandikan Si Kecil dengan air dingin
  • Jangan gunakan lampin
  • Jaga agar ruangan tetap dingin dan sejuk
  • Hindari pelembap yang tebal
  • Gunakan steroid topikal ringan, untuk mengurangi peradangan

Sedapat mungkin hindari bayi Anda dari suhu yang terlalu panas dan berikan pakaian yang longgar. Dengan begitu, ruam akan terlihat lebih baik dalam waktu sekitar 30 menit.

Selain itu, menurut Medical Journal Armed Forces India, satu-satunya pengobatan dan pencegahan yang efektif terhadap biang keringat adalah dengan mencegah panas atau kelembapan itu sendiri.

3. Penyakit Kulit pada Bayi: Eksim

Yuk, Ketahui Cara Tepat Merawat Kulit Bayi dengan Dermatitis Atopik.jpg

Penyakit kulit pada bayi yang selanjutnya adalah eksim. Dapat muncul di manapun pada tubuh bayi mulai dari usia 3 sampai 4 bulan, meskipun sangat jarang ditemukan di daerah bekas pemakaian popok.

Eksim atau sering disebut eksema atau dermatitis adalah peradangan hebat yang menyebabkan pembentukan lepuh atau gelembung kecil (vesikel) pada kulit hingga akhirnya pecah dan mengeluarkan cairan. Kondisi yang lebih parah, penyakit ini juga dapat menyebabkan kulit berubah menjadi merah, mengeluarkan nanah, dan kerak.

Apa pun bisa menjadi pemicu bayi rentan terhadap eksim (dengan predisposisi genetik atau riwayat alergi dalam keluarga). Setiap bayi mempunyai pencetus eksim yang berbeda-beda.

Ada orang yang setelah memegang sabun atau deterjen akan merasakan gatal yang luar biasa, ada pula yang disebabkan oleh bahan atau alat rumah tangga yang lain.

Tujuan utama dari pengobatan adalah menghilangkan rasa gatal untuk mencegah terjadinya infeksi. Ketika kulit terasa sangat kering dan gatal, lotion dan krim pelembab sangat dianjurkan untuk membuat kulit menjadi lebih lembap.

Lalu dilansir dari National Eczema Association, ASI merupakan nutrisi terpenting dalam tahun awal kehidupan bayi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa menyusui bayi dapat membantu mencegah eksim pada bayi baru lahir yang berisiko tinggi terkena eksim.

Cara mengatasi eksim:

  • Mandikan bayi setiap hari dengan air dingin atau sedikit hangat dan sabun lembut
  • Tepuk-tepuk bayi setelah mandi, jangan menggosok kulitnya dengan handuk
  • Oleskan pelembap setiap hari untuk mencegah dan mengendalikan eksim
  • Jika memburuk, gunakan steroid topikal yang diresepkan dokter
  • Bila sampai terjadi infeksi, antibiotik biasa akan diresepkan

4. Penyakit Kulit pada Bayi: Seborrhea

Penyakit kulit pada bayi

Foto: babycentre.com

Penyakit kulit pada bayi yang selanjutnya adalah seborrhea. Seborrhea atau dikenal juga dengan dermatitis seboroik biasanya muncul dalam beberapa minggu pertama kehidupan dan dapat kambuh hingga 4-6 bulan.

“Kondisi ini terjadi karena pertumbuhan berlebih dari jamur kulit normal/ragi, sekunder untuk stimulasi dari hormon ibu saat bayi masih dalam kandungan. Namun, pada beberapa bayi, itu mungkin merupakan tanda awal dermatitis atopik atau eksim atopik,” kata Dr. Koh.

Peradangan pada kulit bagian atas, yang menyebabkan timbulnya sisik pada kulit kepala, wajah, kadang pada bagian tubuh lainnya seperti belakang telinga, leher, pipi, dan dada.

“Penyakit kulit pada bayi ini sering dialami oleh bayi di bawah usia 6 bulan. Pada kulit kepala, seborrhea tampak seperti ketombe, sisik kuning atau berkerak,” terang Dr Cohen.

Yang harus Moms lakukan adalah memberikan pengobatan tradisional dengan menggosokan minyak zaitun atau baby oil pada kulit kepala bayi, kemudian sikat dengan lembut.

Cara mengatasi dermatitis seboroik:

  • Pakaikan bayi shampo setiap hari yang tidak membuat mata perih
  • Oleskan minyak zaitun pada kulit kepala bayi, satu jam sebelum mandi. Ini akan membantu melonggarkan sisiknya
  • Jika sudah parah, dokter bisa saja meresepkan krim steroid topikal ringan untuk dioleskan pada bagian tersebut.

Baca Juga: Dari yang Mudah Disembuhkan hingga Mengancam Jiwa, Ketahui Jenis-jenis Penyakit Kulit

5. Penyakit Kulit pada Bayi: Scabies

scabies merupakan penyakit kulit pada bayi

Foto: momjunction.com

Penyakit kulit pada bayi yang selanjutnya adalah scabies. Pernahkah Moms mendengar scabies? Penyakit scabies merupakan keadaan kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcopes scabei yang ditandai dengan keropeng pada kulit dan rasa gatal.

Scabies ini biasanya disebabkan oleh kondisi lingkungan di sekitar rumah yang memiliki sanitasi yang buruk, lingkungan tempat tinggal yang sedikit padat, lalu keadaan sosial ekonomi yang rendah, tingkat pengetahuan yang kurang, dan dari orang tua, akibat berganti-ganti pasangan seksual.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Eka Hospital BSD, dr. Teti Loho mengatakan, penyakit kulit pada bayi ini sangat mudah menular, termasuk kepada bayi dan balita.

“Penyakit scabies bisa disebarkan melalui benda-benda yang pernah digunakan oleh penderita penyakit scabies, seperti pakaian, sprei, handuk, dan bantal,” tutur dr. Teti.

Bayi yang terinfeksi penyakit kulit scabies akan memiliki gejala yang cukup khas, yakni ada bisul di area telapak kaki dan telapak tangan. Selain itu, masih banyak gejala lain yang perlu Moms curigai, seperti gatal di sela jari tangan, pergelangan tangan, siku bagian luar, ketiak, dan bagian perut. Semua gejala ini akan diikuti dengan rasa gatal pada kulit dan akan semakin memburuk di malam hari ketika anak tidur.

“Rasa gatal juga bisa ditemukan pada area bokong dan selangkangan, di sekitar payudara untuk perempuan, dan di sekitar alat kelamin untuk laki-laki,” terang dr Teti.

6. Penyakit Kulit pada Bayi: Ruam Popok

ruam popok padda kulit bayi

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit kulit pada bayi yang selanjutnya adalah ruam popok. Ruam popok, juga dikenal sebagai dermatitis popok, merupakan penyakit umum yang bisa menyerang semua bayi. Kondisi ini terjadi pada 35 persen bayi di beberapa bagian tubuh di tahun pertama kehidupan mereka. Kondisi ini akan memuncak pada usia sekitar 9-12 bulan.

Gejala ruam popok yang bisa dikenali oleh Moms seperti timbul ruam merah dan bersisik di area kulit yang tertutup popok.

Penyebab ruam popok bisa beraneka ragam, seperti:

  • Kontak yang lama antara kulit dengan urin dan feses
  • Kelembapan yang berlebih dari penggunaan popok dalam waktu lama
  • Gesekan dari kain atau pita perekat
  • Infeksi sekunder dari bakteri atau jamur/ragi

Cara mengatasi ruam popok:

  • Ganti popok bayi sesering mungkin
  • Gunakan air biasa untuk membersihkan area kulit yang tertutup popok, dan oleskan krim pelembap
  • Jika sudah parah, diskusikan dengan dokter untuk meresepkan obat

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Ruam Popok Bayi yang Ampuh

7. Penyakit Kulit pada Bayi: Milia

milia pada bayi

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit kulit pada bayi yang selanjutnya adalah milia. Milia merupakan benjolan putih kecil di wajah bayi. Penyakit kulit pada bayi satu ini terlihat seperti whiteheads, tetapi mereka adalah kista kecil yang berisi dengan sebum dan keratin (sejenis protein yang membentuk lapisan luar kulit serta rambut dan kuku seseorang).

Kadang-kadang milia bisa muncul di gusi. Mereka sangat umum selama beberapa hari pertama kehidupan dan akhirnya akan sembuh tanpa perawatan khusus, jadi Moms tidak perlu khawatir.

8. Penyakit Kulit pada Bayi: Jerawat pada Bayi

jerawat pada kulit bayi

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit kulit pada bayi yang selanjutnya adalah jerawat pada bayi. Ini adalah ruam yang sangat umum terjadi pada bayi. Sebagian besar akan muncul pada hidung dan dahi dan terlihat seperti jerawat atau komedo.

Jerawat pada bayi diduga terjadi ketika hormon ibu atau bayi menyebabkan kelenjar bayi memproduksi lebih banyak sebum. Terkadang jerawat ini juga disebabkan oleh ragi yang hidup di kulit.

Ruam biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan pertama, tetapi pengobatan mungkin diperlukan dalam beberapa kasus. Dokter anak dapat memberi tahu Moms jika kondisi ini perlu perawatan.

Baca Juga: Bayi Rewel Karena Kulit Gatal? Ini 6 Cara Mengatasinya!

9. Penyakit Kulit pada Bayi: Hemangioma Infantil

Penyakit kulit pada bayi

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit kulit pada bayi selanjutnya adalah Infantil Hemangioma. Kondisi kulit ini adalah tanda lahir paling umum yang terbuat dari pembuluh darah.

Pembentukannya terjadi ketika kelompok pembuluh darah tumbuh dengan cepat, jauh lebih cepat daripada bagian lain dari tubuh bayi. Di masa lalu, itu disebut "strawberry hemangioma" karena kadang-kadang berwarna merah cerah dan timbul dan dapat terlihat seperti berry.

Beberapa hemangioma terjadi lebih dalam di kulit dan mungkin terlihat seperti benjolan berwarna kulit atau kebiruan di bawah permukaan kulit.

Hemangioma infantil ini biasanya tidak ada saat Si Kecil baru lahir, atau mungkin hanya bercak kemerahan pada kulit. Namun, setelah beberapa minggu, timbulan akan mulai membesar dan terangkat. Lalu dapat terus tumbuh selama beberapa minggu sebelum menjadi stabil dan kemudian menyusut sampai menghilang.

Hemangioma yang lebih dalam berperilaku dengan cara yang sama seperti yang terjadi pada permukaan kulit dan juga menghilang seiring waktu.

Baca Juga: Mengenal Penyebab Eksim Dishidrotik dan Gejalanya

Nah, Moms. Itulah penyakit kulit pada bayi yang umum terjadi. Namun, jangan takut. Ikuti saja solusi-solusi dari untuk mengatasinya, ya!

Artikel Terkait