PERNIKAHAN & SEKS
26 September 2019

Hati-hati, Woman on Top Adalah Posisi Seks Paling Berbahaya!

Posisi seks ini bisa meningkatkan risiko fraktur penis
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Agar tetap intim saat melakukan hubungan seks, wajar jika Moms dan Dads perlu menggonta-ganti posisi seks agar tidak bosan.

Namun, meski ingin menikmati waktu yang intim dengan pasangan, jangan lupa bahwa penting memerhatikan keamanan saat berhubungan intim.

Jangan sampai kegiatan mesra ini justru menimbulkan 'kecelakaan' yang berdampak fatal.

Tahukah Moms, dari berbagai posisi, "woman on top" adalah posisi seks yang paling berbahaya bagi pria?

Baca Juga: 5 Posisi Seks yang Bisa Dilakukan dengan Menggunakan Bantal

Mengapa Posisi Woman on Top Berbahaya?

WOT-1.jpg

Mengutip Deccan Herald, sebuah penelitian Kanada yang diterbitkan dalam jurnal Advances in Urology, menemukan bahwa "woman on top" adalah posisi seks paling berbahaya bagi pria.

Ini karena posisi seks tersebut menjadi penyebab setengah dari jumlah kasus patah tulang penis, atau fraktur penis, yang diteliti.

"Studi kami mendukung fakta bahwa hubungan seksual dengan posisi 'woman on top' adalah posisi seksual yang paling berisiko terkait dengan fraktur penis," catat para penulis.

Penelitian dilakukan dengan mengamati tiga rumah sakit di Campinas, kota di Brasil yang berpenduduk tiga juta orang.

Baca Juga: Susah Orgasme Saat Berhubungan Seks, Normalkah?

Tim peneliti juga menggunakan catatan rumah sakit, dan dalam beberapa kasus mewawancarai para pasien.

Mereka mengamati pasien dengan dugaan "fraktur penis" selama periode 13 tahun. Setengah dari mereka, dengan usia rata-rata 34 tahun, dilaporkan mendengar retakan sebelum mengalami rasa sakit.

Beberapa dari pasien ini juga menderita pembengkakan. Pasien menunggu hingga enam jam sebelum mencari bantuan medis.

Baca Juga: Tips Anti Canggung Membahas Seks dengan Suami

Penyebab Fraktur Penis pada Posisi "Woman on Top"

WOT-2.jpg

"Hipotesis kami, ketika perempuan berada di atas, dia mengontrol gerakan dengan seluruh berat badannya di penis yang sedang ereksi. Pria tidak dapat mengontrol ketika penis mengalami penetrasi dengan cara yang salah," terang para peneliti.

"Sebaliknya, ketika pria mengendalikan gerakan, ia memiliki peluang yang lebih baik untuk menghentikan penetrasi yang salah, atau dapat meminimalisir rasa sakit," tambahnya.

Fraktur penis adalah kondisi klinis yang relatif tidak umum, yang bisa menyebabkan rasa takut dan malu, dan dapat menghambat fungsi seksual.

Jadi, tidak hanya untuk mencapai kenikmatan, perhatikan juga segi keamanan ketika berhubungan seks dengan pasangan ya, Moms!

Artikel Terkait