KEHAMILAN
23 Maret 2020

Heartburn dan GERD Saat Hamil, Ini Penjelasan tentang Keduanya

Heartburn saat hamil merupakan masalah kehamilan yang dialami hampir semua ibu hamil, tak hanya itu beberapa Moms juga mengalami GERD saat hamil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Istilah heartburn dan GERD sering digunakan secara bergantian, namun sebenarnya memiliki perbedaan arti seperti yang dilansir oleh Healthline.

Heartburn adalah gejala refluks asam dan GERD, sedangkan GERD atau gastroesophageal reflux disease adalah bentuk refluks asam yang lebih parah dan kronis.

Untuk lebih memahami perbedaan GERD dan heartburn saat hamil, berikut penjelasan mengenai perbedaannya.

Heartburn saat Hamil

Heartburn dan GERD Saat Hamil.jpg

Foto: babycenter.com

Heartburn adalah suatu kondisi dimana asam lambung naik dengan sensasi terbakar di sekitar dada bagian bawah hingga tenggorokan bagian bawah.

Kondisi ini banyak dialami oleh ibu hamil.

Heartburn saat hamil memang tidak berbahaya, namun akan mengganggu kenyamanan ketika kondisi ini terus berulang.

Kondisi seperti ini disebabkan perut kembung selama kehamilan dan terjadi di trimester kedua.

Namun, sebagian juga merasakan heartburn saat trimester pertama.

Menurut American Pregnancy Association, selama kehamilan, hormon progesteron menyebabkan katup rileks, yang dapat meningkatkan frekuensi mulas.

Ini memungkinkan asam lambung masuk ke kerongkongan dan mengiritasi lapisan.

Mulas dan gangguan pencernaan justru lebih sering terjadi selama trimester ketiga karena rahim yang tumbuh memberi tekanan pada usus dan lambung.

Tekanan pada perut juga dapat mendorong isi kembali ke kerongkongan.

Baca Juga: Heartburn, Tanda Kehamilan Paling Umum Terjadi

Penyebab dari Cara Mengatasi Heartburn Saat Hamil

Heartburn dan GERD Saat Hamil 2.jpg

Foto: rahulsen.com.au

Biasanya bagi wanita yang memiliki kelebihan berat badan sebelum hamil akan rentan terhadap heartburn saat hamil.

Heartburn disebabkan hormonal yang bergeser dalam tubuh pada trimester pertama.

Perubahan selama kehamilan dalam tubuh dapat menyebabkan heartburn. Plasenta yang menghasilkan hormon progesteron melemaskan otot polos pada rahim.

Otot melemaskan katup yang memisahkan kerongkongan dari perut yang menyebabkan asam lambung merembes ke tenggorokan.

Inilah yang dimaksud dengan sensasi terbakar.

Untuk mengatasinya, Moms harus menghindari makanan atau minuman yang menyebabkan lambung bereaksi, dan hindari mengonsumsi kopi dan coklat.

Coba untuk sering makan namun dengan porsi yang kecil, tidak memakan permen karet, usahakan mengonsumsi makanan berserat, gunakan pakaian yang longgar, serta pastikan posisi nyaman saat tidur.

Baca Juga: Mengatasi Heartburn dan 3 Manfaat Lain Madu untuk Kesehatan Ibu Hamil

GERD saat Hamil

Heartburn dan GERD Saat Hamil 3.jpg

Foto: blessmedicine.com

Kebanyakan wanita saat hamil memiliki gejala penyakit GERD.

Gejala-gelaja ini dapat bermula kapan saja selama kehamilan, dan sering memburuk sepanjang kehamilan.

Dikutip dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, kenaikan asam lambung terjadi saat hamil disebabkan oleh hormon yang membuat sistem pencernaan melambat.

Meskipun gejala GERD hampir sama dengan gejala maag, namun tetap ada perbedaan di antaranya GERD ditandai dengan mual, kembung, cepat kenyang, muntah, rasa terbakar di bagian dada, kurang nafsu makan, diare, dan naiknya cairan lambung ke kerongkongan hingga mulut.

Ketika masa kehamilan trimester pertama, hormon yang mengalami perubahan memungkinkan otot-otot kerongkongan serta pintu kerongkongan dan perut akan mengendur, dan menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan saat ibu hamil sedang berbaring.

Gejala GERD sering terjadi saat hamil, tetapi tidak menyebabkan komplikasi seperti radang kerongkongan.

GERD merupakan kondisi yang lebih parah dibandingkan refluks asam, karena isi lambung yang naik ke atas esofagus dapat menyebabkan masalah.

Penderitanya akan mengalami batuk atau mesrasa seperti ada benjolan di belakang tenggorokan.

Baca Juga: GERD, Gangguan Pencernaan yang Mirip Serangan Jantung

Mengatasi GERD Saat Hamil

Heartburn dan GERD Saat Hamil 4.jpg

Foto: momlovesbest.com

Moms sebaiknya mengobatinya dengan berkonsultasi dengan dokter. Sebagian besar, gejala ini akan membaik setelah bayi lahir.

Untuk mengatasi GERD yang terlanjur memburuk, Moms harus mengurangi gejala yang muncul dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat serta pola makan yang baik.

Moms perlu menghindari minum saat sedang makan, sebaiknya dilakukan setelah makan, makanlah secara perlahan dan kunyah makanan hingga hancur.

Hindari mengonsumsi makanan yang dapat memicu gangguan lambung seperti kafein, coklat, makanan berlemak dan berminyak, makanan pedas, makanan asam, dan minuman berkarbonasi.

Usahakan berbaring menghadap kiri, gunakan bantal yang lebih tinggi agar asam lambung tidak naik ke kerongkongan.

Artikel Terkait