TRIMESTER 2
2 Juli 2019

Bolehkah Ibu Hamil Membersihkan Karang Gigi?

Ini fakta selengkapnya yang perlu diketahui.
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Setiap makanan dan minuman yang kita konsumsi berpotensi untuk menimbulkan plak pada gigi, yang akhirnya dapat menyebabkan gigi berubah warna. Plak itu sendiri terbentuk dari penumpukan kotoran dari sisa makanan dan bakteri yang dibiarkan dalam waktu lama.

Akhirnya, plak tersebut membentuk lapisan tipis berwarna kuning atau putih yang menempel pada gigi. Inilah permulaan terbentuknya karang gigi.

Umumnya, karang gigi dapat dibersihkan setiap 6 bulan sekali atau melihat tergantung pada area mulut dan gigi setiap orang. Pembersihan karang gigi menjadi satu dari rangkaian perawatan gigi yang sebaiknya dilakukan secara rutin.

Perawatan gigi sebaiknya dilakukan sejak dini hingga dewasa, tak terkecuali bagi kamu yang saat ini sedang menjalani masa kehamilan.

“Perawatan gigi sebagai tindakan preventif untuk menghindarkan Moms dari risiko infeksi pada rongga mulut yang dapat menyebabkan kontraksi hingga dapat berdampak pada kelahiran secara dini,” ujar seorang dokter gigi bernama drg. Annisa Sabhrina pada Kulwap Orami Community, Kamis (9/5) lalu.

Infeksi rongga mulut rentan terjadi pada ibu hamil karena adanya peningkatan kadar hormon dan iritasi gusi berasal dari faktor lokal seperti plak gigi. Hal ini akhirnya menyebabkan beberapa kondisi penyakit mulut dan gusi muncul pada trimester pertama kehamilan hingga setelah melahirkan.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Seputar Cara Merawat Gigi Bayi dan Jawabannya

Membersihkan Karang Gigi Saat Hamil

Bolehkah Ibu Hamil Membersihkan Karang Gigi 01.jpg

Foto: churneyperio.com

Lalu, apakah ibu hamil diperbolehkan untuk membersihkan karang gigi? Jawabannya adalah boleh, tentunya dengan mempertimbangkan kondisi tubuh Moms dan juga janinnya.

“Sebaiknya ibu hamil membersihkan karang gigi pada trimester kedua. Jika ingin melakukan pada trimester pertama, perhatikan kondisi Moms karena biasanya masih ada nausea/vomiting sehingga sebaiknya ditunda. Ataupun pada trimester ketiga, posisi duduk di dental unit dengan waktu yang lama dapat membuat ibu hamil menjadi tidak nyaman,” ujar drg. Annisa yang praktik di RSIA Cinta Kasih, Ciputat ini.

Jadi, membersihkan karang gigi atau perawatan gigi lainnya sebaiknya disesuaikan dengan usia kehamilan Moms agar mendapatkan perawatan yang tepat. Pada dasarnya, perawatan gigi ibu hamil mengutamakan kenyamanan kondisi tubuh Moms dan tentunya kesehatan janin dalam kandungan.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Waktu yang Tepat untuk Melakukan Perawatan Gigi Ibu Hamil

Perawatan Gigi Sesuai Usia Kehamilan

Bolehkah Ibu Hamil Membersihkan Karang Gigi 02.jpg

Foto: columbia.ab

Perawatan gigi pada masa kehamilan nyatanya dapat disesuaikan dengan usia kehamilan. Terpenting adalah Moms memberitahukan usia kehamilan saat kontrol rutin ke dokter. Adapun perawatan gigi yang biasanya dilakukan sesuai usia kehamilan adalah sebagai berikut.

Trimester pertama: edukasi pasien, menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan baik, kontrol plak. Pada trimester ini, lakukan pembatasan perawatan gigi untuk kasus periodontal dan tindakan darurat karena janin yang masih terlalu dini.

Trimester kedua: menjaga kebersihan gigi dan mulut, kontrol plak, melakukan perawatan seperti membersihkan karang gigi, kuretase, pencabutan gigi, perawatan saluran akar, penambalan gigi harus dengan konsultasi terlebih dulu kepada dokter kandungan. Lakukan kontrol untuk penyakit mulut dan sebaiknya hindari paparan radiologi bila tidak terlalu dibutuhkan.

Trimester ketiga: pada trimester ini, biasanya ibu hamil merasa tidak nyaman karena janin semakin membesar. Sebaiknya, buatlah perjanjian singkat di pagi hari bila anda ingin melakukan perawatan gigi. Tetap menjaga kebersihan gigi dan mulut, mengontrol plak gigi, dan hindari perawatan dengan menggunakan radiologi.

Itulah alasan pentingnya perawatan gigi dan rangkaian perawatan gigi yang bisa dilakukan saat masa kehamilan. Ingatlah, Moms, jaga kesehatan area rongga mulut agar tidak menginfeksi janin, ya.

Baca Juga: Pasta Gigi untuk Ibu Hamil Harus Bebas Fluoride, Mitos atau Fakta?

(DG)

Artikel Terkait