BAYI
21 Agustus 2019

Ibu Bekerja, Ini Tips agar ASI Tetap Tercukupi

Setiap ibu mempunyai perjuangannya masing-masing dalam menjaga produksi ASI agar tetap berkualitas. Termasuk juga untuk para ibu yang bekerja
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Proses menyusui bayi adalah momen-momen yang tidak terlupakan bagi seorang ibu.

Di dalam tahapan ini, mereka pastinya menginginkan yang terbaik untuk Si Kecil. ASI memiliki banyak manfaat bagi bayi dan juga bayinya sendiri.

Menurut dr. Aini, konselor laktasi yang saat ini aktif praktik di RSIA Permata Bekasi, diketahui bahwa ASI menunjang perkembangan otak bayi, menguatkan sistem kekebalan tubuh bayi sehingga mampu mencegah berbagai jenis infeksi penyakit.

ASI juga memiliki dampak positif bagi Moms, yaitu sebagai pemulihan pasca persalinan, membantu mengembalikan berat badan, mencegah risiko terkena berbagai jenis penyakit termasuk kanker, dan meningkatkan keintiman hubungan dengan sang buah hati.

Sejuta manfaat dapat dirasakan Moms dan bayi selama proses menyusui, sehingga tentunya setiap ibu ingin agar produksi ASI berjalan lancar.

Perlu dipahami bahwa tidak semua ibu berdiam di rumah dan menjadi ibu rumah tangga. Sebagian ibu yang lainnya, memiliki peran lainnya ketika ia harus bekerja.

Ketika masih mendapatkan jatah cuti hamil dan melahirkan, produksi ASI tetap dapat diberikan secara optimal.

Namun, bagaimana jika Moms sudah kembali bekerja? Waktu yang dihabiskan tidak lagi di rumah saja dan harus berpisah dengan Si Kecil sementara.

Hal ini bisa menjadi dilema tersendiri bagi seorang ibu yang bekerja. Padahal sebenarnya, ibu yang bekerja juga tetap dapat memberikan ASI secara optimal untuk bayi.

ASI eksklusif diberikan ketika bayi berusia 0-6 bulan, dan kesuksesan memberikan ASI kira-kira sampai anak berusia 2 tahun.

Baca Juga : Berapa Takaran Jumlah ASI yang Dibutuhkan oleh Bayi?

Sukses Menyusui untuk Ibu Bekerja

Ibu Bekerja, Ini Tips agar ASI Tetap Tercukupi-2.jpg

Foto: mommybites

Hal pertama yang harus Moms ingat ketika sudah masuk kerja dan harus tetap menyusui adalah tidak melewatkan momen DBF (Direct Breastfeeding) atau menyusui secara langsung.

Bisa dilakukan pada pagi hari sebelum bekerja atau malam hari sesudah pulang bekerja.

Hal ini dilakukan agar proses menyusui tetap lancar, bayi tidak bingung puting, dan pelekatan bayi saat menyusui tidak mengalami masalah.

Ingat, Moms, proses menyusui lancar dilihat dari seberapa sering menyusui setiap hari, bukan dari jenis makanan yang menjadi asupan.

Baca Juga : Amankah Bayi Minum ASI Jika Ibu Sedang Sakit?

Lalu, cara yang bisa dilakukan agar bayi tetap tercukupi ASI saat Moms sedang bekerja? Yaitu, ASIP atau ASI perah adalah jawabannya.

ASIP harus disimpan dalam pendingin dengan suhu minimal 4 derajat Celcius agar kualitasnya tetap terjaga dengan baik.

Kualitas ASIP sangat berpengaruh pada perkembangan bayi sehingga pastikan ASIP yang Moms hasilkan tidak basi, ya.

Ada beberapa hal penting lainnya yang harus Moms lakukan dalam menjalani proses menyusui saat sudah bekerja ini.

“Sebaiknya tunda pumping, paling tidak 1 bulan sebelum masuk kerja. Saya juga selalu menyarankan bagi ibu yang tidak bekerja lebih baik tidak pumping. Selain itu hindari memakai dot karena mekanisme menghisapnya berbeda dengan payudara. Hal lainnya, tidak perlu memakai alat steril atau bottle warmer,” ujar dr. Aini saat berbincang-bincang pada Kulwap Orami Community, Senin (22/4) lalu.

Di samping itu, perlu diperhatikan bahwa ibu yang bekerja akan memiliki kesibukan dan tak jarang berujung stres.

Pastikan Moms tidak melewatkan jam makan dan hindari diet berlebihan.

Ingat, Moms, selama masa menyusui, bayi membutuhkan nutrisi yang didapatkan dari tubuh Moms juga.

Jadi, jaga kesehatan tubuh dan pikiran Moms agar produksi ASI dapat berjalan dengan lancar dan kualitas terjaga, ya!

(DG/CAR)

Artikel Terkait