BAYI
12 Mei 2020

Ibu Terinfeksi Virus COVID-19 Menyusui, Bolehkah?

Jangan stop menyusui ya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Indah
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Saat ini seluruh dunia tengah mengalami krisis kesehatan yang diakibatkan oleh virus COVID-19. Virus ini bisa menyerang siapa saja tidak mengenal jenis kelamin, usia, pekerjaan dan status sosial.

Namun, sebagai ibu menyusui, tentu ini menjadi sebuah dilema dan muncul pertanyaan: Apa yang harus saya lakukan jika saya adalah ibu menyusui dan positif covid-19? Haruskah saya berhenti menyusui anak saya?

Baca Juga: Tips Melindungi Diri dari COVID-19 untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Boleh Menyusui Asal...

ibu menyusui covid-19

Foto: Orami Photo Stock

Berdasarkan informasi dari UNICEF dan diterjemahkan oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), semua ibu yang terdampak dan berada di wilayah beresiko serta menunjukkan gejala demam, batuk atau kesulitan bernapas, harus segera mencari bantuan medis dan mengikuti petunjuk dari petugas kesehatan.

Namun ibu menyusui masih diperbolehkan untuk menyusui anaknya jika seorang ibu positif COVID-19 dengan catatan seorang ibu masih mampu menyusui.

Sebagaimana diketahui bahwa ASI merupakan makanan dan minuman terbaik untuk bayi serta banyak mengandung antibodi alami yang dibutuhkan oleh bayi, pemberian ASI bisa menjadi antivirus terbaik untuk bayi terutama bayi yang belum makan makanan padat.

Baca Juga: Konsultasi dengan Dokter Anak lewat Video Call, Kisah Ibu Baru di Tengah Pandemi COVID-19 di Australia

Tetap Lakukan Tindakan Pencegahan

ibu menyusui covid-19

Foto: Orami Photo Stock

Tapi perlu diperhatikan bahwa seorang ibu yang menyusui dalam keadaan positif COVID-19 harus tetap melakukan semua tindakan pencegahan yang diperlukan.

Ada beberapa tindakan pencegahan yang wajib dilakukan oleh ibu menyusui yang positif COVID-19. Berikut daftarnya.

  • Ketika seorang ibu menyusui positif COVID-19 dan ia masih sanggup untuk menyusui, tindakan pencegahan yang wajib dilakukan adalah menggunakan masker ketika berada di sekitar anak baik ketika sedang menyusui maupun tidak.
  • Selalu mencuci tangan menggunakan sabun sesuai rekomendasi dari UNICEF, yakni mencuci tangan dengan sabun yang cukup selama minimal 20 detik dan harus menggosok seluruh bagian tangan termasuk punggung tangan, kuku-kukju jari dan sela-sela jari. Cuci tangan baik sebelum maupun sesudah melakukan kontak dengan anak, termasuk menyusui.
  • Membersihkan permukaan yang mungkin atau yang terkontaminasi dengan cairan pembersih atau desinfektan secara berkala.
  • Jika seorang ibu kondisinya terlalu lemah untuk memberikan ASI secara langsung, ibu disarankan untuk memerah ASI dan memberikannya menggunakan cangkir atau sendok bersih. Pemberian ASI perah mentode ini bisa didelegasikan kepada orang lain yang dipercaya.

Baca Juga: Apakah Ibu dengan HIV/AIDS Boleh Menyusui?

Virus COVID-19 ini tergolong virus baru dan belum diketahui dengan sangat akurat apakah virus ini bisa berdampak pada ibu hamil dan juga bayi.

Tapi virus ini bisa menular kepada siapa saja baik dengan atau tanpa gejala. Oleh karena itu, Moms harus senantiasa waspada ya.

Artikel Terkait