NEWBORN
27 Agustus 2019

Inilah Fakta-Fakta Bayi Lahir Prematur yang Harus Moms Ketahui

Saat ini, secara medis definisi viabilitas (bayi bisa hidup di luar janin) ditetapkan pada usia kehamilan 23 minggu.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Sebagian besar kehamilan berlangsung sekitar 40 minggu.

Bayi yang lahir antara 37 dan 42 minggu kehamilan dianggap cukup bulan.

Sementara itu, bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu didefinisikan sebagai prematur.

Saat ini, secara medis definisi viabilitas (bayi bisa hidup di luar janin) ditetapkan pada usia kehamilan 23 minggu.

Namun, ini adalah definisi yang kurang tepat berdasarkan generalisasi semata mengingat pertumbuhan bisa saja terhambat.

Bayi yang lahir pada atau sebelum usia kehamilan 23 minggu biasanya akan memerlukan alat penunjang hidup termasuk bantuan pernapasan, perawatan invasif, dan harus tinggal di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dahulu.

Nah, Moms, sekarang simak fakta bayi prematur yang wajib Moms ketahui, yuk.

Statistik Kelahiran Prematur

adorable-baby-blanket-1973270.jpg

Sebanyak 11,4 persen dari semua kehamilan berakhir dengan persalinan prematur.

Sekitar 450.000 bayi di Amerika Serikat saja dilahirkan prematur. Sementara itu, di seluruh dunia 15 juta bayi tercatat lahir prematur.

Lebih dari 80% kelahiran prematur tidak diantisipasi dari awal. Sekitar 45-50% penyebab kelahiran prematur bersifat idiopatik atau tidak diketahui.

Sementara itu, 30% terkait dengan ketuban pecah dini.

"Kelahiran prematur masih belum sepenuhnya dipahami, karena bisa terjadi berkat banyak faktor. Faktor-faktor penyebab kelahiran bayi prematur meliputi kondisi medis ibu atau janin, pengaruh genetik, paparan lingkungan, perawatan infertilitas, faktor perilaku dan sosial ekonomi, dan prematuritas iatrogenik (terkait dengan pemeriksaan atau perawatan medis)," ungkap pernyataan Badan Kesehatan PBB, WHO.

Baca Juga: Ini Masalah Kesehatan yang Sering Dialami Bayi Prematur

Di Mana dan Kapan Kelahiran Prematur Terjadi?

baby-beautiful-birth-460234.jpg

Lebih dari 60% kelahiran prematur terjadi di Afrika dan Asia Selatan, tetapi kelahiran prematur benar-benar merupakan masalah global.

Di negara-negara berpenghasilan rendah, rata-rata, 12% bayi dilahirkan terlalu dini dibandingkan dengan 9% di negara-negara berpenghasilan tinggi.

Di berbagai negara, keluarga miskin memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi prematur.

Baca Juga: Berisiko Tinggi, Begini Gejala Dini Cerebral Palsy pada Bayi Prematur

10 Negara dengan Jumlah Kelahiran Prematur Terbesar:

baby-birth-black-and-white-266055.jpg

India: 3.519.100

Cina: 1.172.300

Nigeria: 773.600

Pakistan: 748.100

Indonesia: 675.700

Amerika Serikat: 517.400

Bangladesh: 424.100

Filipina: 348.900

Republik Demokratik Kongo: 341.400

Brazil: 279.300

Baca Juga: Perhatian Ekstra untuk Stimulasi Tumbuh Kembang Bayi Prematur

Peluang Bayi Prematur

baby-birth-born-734541 (1).jpg

Peluang bertahan hidup meningkat saat kehamilan berlangsung.

Tiap minggunya, bayi di dalam rahim berkesempatan untuk berkembang dan bertahan hidup.

Namun, usia kehamilan bukan satu-satunya faktor penentu kelangsungan hidup bayi yang lahir terlalu dini.

Banyak faktor berperan penting dalam seberapa baik bayi bertahan hidup, termasuk berat lahir, komplikasi kehamilan seperti solusio plasenta, infeksi, dan perkembangan paru-paru yang belum matang, contohnya.

Untungnya, penelitian dan kemajuan medis telah meningkatkan peluang bertahan hidup bahkan pada bayi terkecil sekalipun.

Tanggapan WHO

baby-child-cute-1557255.jpg

Pada 2012, WHO dan mitra menerbitkan laporan Born Too Soon, laporan aksi global tentang kelahiran prematur yang mencakup perkiraan kelahiran prematur pertama kali oleh negara.

WHO berkomitmen untuk mengurangi masalah kesehatan dan kehilangan nyawa sebagai akibat dari kelahiran prematur dengan berbagai cara.

Salah satunya, bekerja sama dengan negara-negara Anggota dan para mitra untuk menerapkan rencana aksi untuk mencegah kematian pada setiap bayi yang baru lahir.

Rencana ini diatur dalam kerangka strategi Sekretaris Jenderal PBB Global untuk kesehatan wanita dan anak-anak yang diadopsi pada Mei 2014 silam.

Salah satu rencana tersebut adalah bekerja dengan negara-negara anggota untuk memperkuat ketersediaan dan kualitas data kelahiran prematur.

Lantas, mereka juga memberikan analisis terkini tentang tingkat dan kecenderungan kelahiran prematur global setiap 3 hingga 5 tahun.

Terakhir, badan ini juga bekerja sama dengan mitra di seluruh dunia untuk melakukan penelitian tentang penyebab kelahiran prematur, dan menguji efektivitas pencegahan kelahiran prematur, juga mengedukasi ibu tentang cara merawat bayi yang dilahirkan prematur.

(TPW)

Artikel Terkait