RUPA-RUPA
26 Mei 2020

5 Inovasi Indonesia Lawan Virus Corona. Apa Saja?

Ada bantuan Artificial Intelligence juga, lho
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Pandemi virus corona (COVID-19) di Indonesia belum terlihat ujungnya atau kapan akan berakhir.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, jumlah kasus positif corona di Indonesia terus meningkat, hingga menembus angka 22.750 orang. Namun berbagai upaya untuk menghentikan penyebaran COVID-19 tetap dilakukan oleh pemerintah.

Baca Juga: 9 Istilah Selama Pandemi COVID-19, Moms Sudah Tahu Semuanya?

Indonesia banyak melakukan inovasi baru untuk sebagai salah satu upaya penanganan COVID-19. Apa saja inovasi-inovasi yang dilakukan Indonesia untuk melawan COVID-19? Yuk kita simak di bawah ini, Moms.

Inovasi Indonesia untuk Penanganan COVID-19

Berikut ini ada beberapa inovasi baru yang dilakukan oleh Indonesia untuk menangani COVID-19.

1. Rapid Detection Test (RDT) Covid-19

inovasi indonesia untuk COVID-19

Foto: Antara Foto/Novrian Arbi

Mengutip CNN Indonesia, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama dengan Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yaitu UGM, Unair, Hepatika Mataram, Universitas Mataram, ITB, Unpad dan banyak pelaku industri melakukan pengembangan RDT Kit untuk Indonesia.

RDT Kit ini nantinya akan terdiri dari dua perangkat, yakni RDT Kit untuk deteksi antibodi IgG/IgM, dan RDT Kit untuk deteksi antigen micro-chip.

RDT antibodi IgG/IgM mampu mendeteksi secara cepat keberadaan virus Covid-19 dalam waktu 5-10 menit. Caranya cukup dengan meneteskan darah atau serum pada alat RDT Kit IgG/IgM tersebut.

RDT Kit ini sudah didesain menggunakan platform teknologi imunokromatografi yang berbasiskan virus lokal Indonesia, sehingga diharapkan akan lebih sensitif dan lebih spesifik untuk orang Indonesia dibandingkan produk impor.

2. Menggunakan Artificial Intelligence (AI)

inovasi indonesia untuk COVID-19

Foto: mix.co.id

Teknologi AI juga merupakan inovasi baru untuk penanganan COVID-19. Prinsip kerjanya, berdasarkan data X-Ray dan CT-Scan dari pasien yang positif dan negatif COVID-19, akan dibangun model AI.

Selanjutnya dibuat software berbasis AI untuk mendeteksi COVID-19 dari CT-scan & X-ray yang dapat digunakan untuk membantu pendeteksian dini pasien dengan validasi dari radiolog dan dokter.

Baca Juga: 6 Dokter Gugur dalam Pandemi COVID-19 di Indonesia, Turut Berduka Cita

AI ini bisa digunakan untuk menjadi landasan pengambilan keputusan dan kebijakan oleh pihak yang berwenang.

Keunggulan software ini yang dibangun adalah cepat, mudah, relatif murah, membantu radiolog dan dokter dalam memutuskan diagnosis COVID-19.

3. Emergency Ventilator

inovasi indonesia untuk COVID-19

Foto: kumparan.com

Sementara itu, untuk membantu pasien yang terinfeksi virus corona yang mengalami gangguan pernapasan, BPPT, PT LEN, PT Polijaya telah mengembangkan Emergency Ventilator.

Produk ini didesain dengan open source yang dikembangkan di Eropa dengan modifikasi sesuai material dan komponen yang ada di pasar lokal.

Produk ini menggunakan ambu bag (alat untuk memompa oksigen atau pipa berkatup). Cara kerjanya, akan dipompa dengan alat mekanisme menggunakan motor listrik yang dikendalikan secara otomatis.

Diperkirakan kebutuhan ventilator di Indonesia pada saat puncak pandemi akan lebih dari 70 ribu unit. Padahal, jumlah ventilator yang tersedia di rumah sakit di seluruh Indonesia belum mencukupi.

4. Aplikasi Covid Track

inovasi indonesia untuk COVID-19

Foto: dok. BPPT

Inovasi lainnya adalah aplikasi untuk memonitor keberadaan pasien positif COVID-19 dalam rangka melindungi tenaga medis.

Baca Juga: Silent Hypoxia, Gejala Baru COVID-19 yang Menyerang Diam-diam

Melalui aplikasi ini, dokter yang akan melakukan anamnesa dan mulai mendata pasien, berdasarkan NIK yang dimasukkan, dokter akan tahu apakah pasien tersebut sudah pernah terdata sebelumnya atau belum.

Bila data menunjukkan bahwa pasien berstatus PDP atau konfirmasi positif, aplikasi akan mengirimkan notifikasi ke dokter, untuk mengambil tindakan preventif.

5. Mobile Lab BSL-2

inovasi indonesia untuk COVID-19

Foto: cnnindonesia.com

Inovasi selanjutnya adalah Mobile laboratorium Bio Safety Level-2 (BSL-2). Inovasi ini siap untuk difungsikan, dan telah diuji coba di Rumah Sakit (RS) Ridwan Meuraksa, Jakarta Timur, pada Selasa (19/05/2020) kemarin.

Mobile Lab BSL-2 merupakan laboratorium yang dirancang secara mobile untuk deteksi COVID-19. Lab ini memiliki fitur yang memenuhi standar WHO (BSL 2 ), memiliki Biosafety Cabinet Level II A2, mencegah virus menginfeksi penguji, ruang utama bertekanan negatif, mencegah virus keluar ke lingkungan, memiliki autoclave (alat pemusnah limbah).

Mobile Lab BSL-2 ini dibangun di atas kontainer yang diharapkan bisa dikirimkan ke berbagai daerah untuk memudahkan pelaksanaan uji PCR dalam rangka mendeteksi COVID-19.

Kita doakan dengan inovasi-inovasi baru ini, kasus penyebaran COVID-19 di Indonesia bisa semakin berkurang ya, Moms.

Artikel Terkait