PROGRAM HAMIL
5 Juni 2020

IVF Di Usia Muda Tingkatkan Risiko Kanker?

Berdasarkan penelitian, IVF di usia muda risiko kanker payudara semakin tinggi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Gladys
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

IVF merupakan salah satu jalan keluar bagi pasangan yang mengalami infertilitas, namun mendambakan kehamilan. Tidak menutup kemungkinan, wanita di usia muda pun dapat menjalani prosedur IVF ini.

Namun, sebuah penelitian menemukan bahwa IVF di usia muda risiko kanker payudara menjadi lebih besar. Berikut penjabarannya.

Pengaruh Usia Pasien IVF

1 Pengaruh Usia Pasien IVF.jpg

Foto: ijeab - freepik.com

Dalam penelitian tentang IVF di usia muda risiko kanker payudara semakin besar ini, peneliti mengumpulkan data dari 21.025 wanita usia 20-40 tahun yang sedang menjalani perawatan fertilitas di rumah sakit Western Australia, antara tahun 1983 dan 2002.

“Usia rata-rata mereka saat pertama kali mengunjungi Dokter (kesuburan) adalah 31 tahun, dan seperempat dari jumlah ini berusia di bawah 28 tahun,” ungkap Louise Stewart, BSc, dari School of Population Health di University of Western Australia, seperti dikutip dari webmd.com.

Para peneliti berhasil mengumpulkan cukup data dengan mengikuti perkembangan para wanita tersebut hingga 16 tahun ke depan dan melihat apakah ada yang mengidap kanker payudara.

Hasilnya, 1,7% dari 13.644 wanita yang hanya mendapatkan obat kesuburan tanpa menjalani IVF mendapatkan kanker payudara di akhir penelitian.

Angka tersebut hanya berbeda 2% dengan wanita yang mendapatkan obat kesuburan dan menjalani IVF, sebuah perbedaan yang sebenarnya tidak terlalu signifikan.

Baca Juga: Deteksi Awal Masalah Infertilitas, Jangan Takut Datang ke Klinik IVF

IVF di Usia Muda Risiko Kanker Payudara

2 IVF di Usia Muda Risiko Kanker Payudara.jpg

Foto: Mayron Oliveira – Unsplash.com

Namun saat para peneliti membagi para wanita tersebut dalam dua kelompok usia, perbandingannya menjadi berubah. Hasilnya, wanita yang mengonsumsi obat kesuburan pada usia sekitar 24 tahun dan menjalani prosedur IVF memiliki 56% peluang mengidap kanker payudara, dibandingkan dengan wanita di usia yang sama namun hanya mengonsumsi obat kesuburan tanpa menjalani IVF.

Sementara itu, tidak ada peningkatan risiko kanker payudara pada wanita yang memulai perawatan kesuburan ketika berusia sekitar 40 tahun, terlepas dari mereka menjalani prosedur IVF ataupun tidak.

Penelitian yang melihat kemungkinan IVF di usia muda risiko kanker payudara semakin besar ini telah dipublikasikan dalam jurnal Fertility & Sterility.

Baca Juga: 10 Fakta Seputar Kanker Payudara Yang Perlu Mama Tahu

Dipengaruhi Estrogen

3 Dipengaruhi Estrogen.jpg

Foto: freepik.com

IVF merupakan prosedur dimana telur wanita dibuahi oleh sperma di luar tubuh. Untuk memaksimalkan kesuksesan kehamilan dengan IVF, estrogen tambahan seringkali diberikan guna meningkatkan hormon tubuh untuk sementara waktu.

Peningkatan ini bisa memuncak lebih dari 10 kali lipat dari tingkat normal siklus menstruasi. Hal ini pula yang disinyalir menjadi penyebab IVF di usia muda risiko kanker payudara semakin meningkat.

“Perkembangan kanker payudara dihubungkan dengan paparan estrogen dan semakin lama wanita terpapar, maka semakin tinggi risikonya,” ungkap Dr. Linda Giudice, Presiden American Society of Reproductive Medicine, seperti dikutip dari reuters.com.

Baca Juga: Waspadai Kelebihan Estrogen Memengaruhi IVF

Penyebab lain yang para peneliti kemukakan adalah kemungkinan masalah spesifik dari infertilitas yang dialami para wanita. Namun penyebab ini perlu dipastikan lebih lanjut melalui penelitian yang lebih mendalam.

Meski memiliki angka risiko lebih tinggi, namun jumlahnya tidak terlalu signifikan untuk dikhawatirkan. Moms dapat berkonsultasi dengan Dokter mengenai kemungkinan IVF di usia muda risiko kanker payudara semakin besar, untuk mendapatkan solusi terbaik dari masalah infertilitas.

Artikel Terkait