KESEHATAN
18 September 2019

Jangan Sampai Luput, Ini Pentingnya Imunisasi IPV untuk Anak!

Imunisasi IPV alias imunisasi polio suntik adalah salah satu imunisasi wajib yang diberikan pada anak. Kenapa, sih?
Artikel ditulis oleh Ryo
Disunting oleh Ryo

Polio (juga disebut poliomielitis) adalah penyakit menular yang sempat menghebohkan di masa lalu. Ini menyebabkan polio hampir dihilangkan dari belahan bumi Barat pada paruh kedua abad ke-20.

Meskipun polio telah ada sejak zaman kuno, wabahnya yang paling luas terjadi pada paruh pertama tahun 1900-an sampai vaksin polio diperkenalkan pada tahun 1955.

Pada puncak epidemi polio pada tahun 1952, hampir 60.000 kasus dengan lebih dari 3.000 kematian dilaporkan hanya di Amerika Serikat. Namun, dengan vaksinasi luas, polio alami telah dieliminasi di Amerika Serikat tahun 1979, diikuti negara-negara di seluruh dunia.

Baca Juga : Mengapa Anak Perlu Mendapatkan Imunisasi Ulang?

Jenis Imunisasi Polio

GPEI.jpg

Vaksin polio ada dua jenis, yaitu vaksin tetes dan vaksin suntik. Vaksin tetes atau vaksin oral dikenal sebagai oral poliovirus vaccine (OPV) , sementara vaksin suntik dikenal sebagai inactivated poliovirus vaccine (IPV).

Kedua vaksin ini sama-sama ampuh menjaga kekebalan tubuh anak. Dan vaksin polio boleh diberikan bersamaan dengan vaksin lainnya dan harus diberikan sejak usia anak-anak.

Baca Juga: 11 Jenis Imunisasi yang Disarankan untuk Bayi 0-12 Bulan dan Jadwal Pemberiannya

IPV vs OPV

IPSNEWS.jpg

Lantas, apa bedanya vaksin tetes dan suntik?

“Vaksin polio tetes diberikan sebanyak 4 kali sebelum bayi berusia 6 bulan. Vaksin ini bisa diberikan pada saat lahir, kemudian pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Sementara, vaksin suntik diberikan lima kali pada usia 2 bulan, 3-4 tahun sebagai booster kekebalan di masa prasekolah, 13-18 tahun sebagai booster di masa remaja,”ucap William M. Tierney, MD, seorang dokter penyakit dalam dan perawatan primer dari Dell Medical School di Austin, soal perbedaan waktu pemberian vaksin polio.

Selain itu, harga juga menjadi hal pembeda. Vaksin oral lebih murah dari vaksin suntik. “Hal ini disebabkan vaksin tetes sudah lebih umum dan lebih lama digunakan. Sementara vaksin suntik adalah teknologi baru yang berisi komponen virus yang telah dimatikan, sehingga harganya pun jelas lebih mahal,” tambah Dr Tierney.

Oh iya, Moms. Dua vaksin ini memiliki kandungan jenis virus yang berbeda. Vaksin polio tetes berisi virus polio yang masih hidup tetapi dilemahkan. Sedangkan vaksin yang disuntikkan melalui injeksi adalah virus polio yang sudah mati.

Jenis virus yang berbeda memberikan manfaat kekebalan berbeda antara vaksin suntik dan vaksin tetes.

OPV langsung masuk ke dalam saluran cerna untuk merangsang sistem kekebalan tubuh membentuk antibodi melawan penyakit. Sementara itu, IPV akan membentuk kekebalan langsung di dalam darah. Dengan mekanisme ini, IPV melindungi otak dan saraf tulang belakang dari virus polio agar tidak terjadi kelumpuhan.

Baca Juga: Bolehkah Anak Diimunisasi saat Sakit? Cari Tahu Dulu Faktanya

(RYO/DIN)

Artikel Terkait