KESEHATAN
5 September 2019

5 Jenis Anemia yang Umum Terjadi

Nomor dua paling berbahaya!
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Sering merasa lemas, sakit kepala, jantung berdebar, sulit berkonsentrasi, sampai kulit pucat, bisa jadi tanda-tanda anemia atau sering disebut kurang darah. Namun, jenis anemia ternyata sangat banyak lho Moms.

Setidaknya ada 400 jenis anemia yang telah terindentifkasi. Menurut Drs. Natasha Sewpersad dari Inkosi Albert Luthuli Central Hospital, Afrika Selatan, dari ratusan jenis tersebut, ada lima jenis anemia yang paling umum terjadi.

Karena penanganannya berbeda-beda, yuk kenali satu persatu jenis anemia!

1. Anemia Defisiensi Besi

Jenis-jenis anemia 2.jpg

Jenis anemia ini merupakan yang paling sering terjadi. Kondisi ini terjadi karena tubuh kita kekurangan zat besi.

Penyebabnya biasanya terkait kehamilan, menstruasi, efek samping penggunaan obat-obatan seperti aspirin atau ibuprofen, hingga adanya penyakit tertentu seperti radang usus.

Gejala- gejalanya cukup familiar seperti mudah lelah dan letih, sesak napas dan kadang disertai jantung yang berdebar cepat.

Kondisi ini bisa ditangani dengan mengonsumsi suplemen zat besi yang banyak dijual bebas atau merubah pola makan dengan memperbanyak kandungan zat besi.

Baca Juga: Ketahui Gejala dan Langkah Mencegah Anemia Pada Anak

2. Anemia Aplastik

Jenis-jenis anemia 2.jpg

Anemia aplastik adalah jenis anemia yang paling berisiko tinggi, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Kondisi ini merupakan kelainan darah dimana sumsum tulang tidak mampu menghasilkan sel darah baru dalam jumlah yang cukup.

Hal ini berakibat pada adanya sejumlah masalah pada jantung termasuk infeksi, perdarahan yang tidak terkontrol, hingga gagal jantung.

Penyebabnya bisa karena keturunan, infeksi, penyakit autoimun, efek samping terapi radiasi kanker sampai paparan zat beracun.

Gejala-gejala anemia aplastik antara lain kelelahan, sesak napas, pusing, sakit kepala, tangan dan kaki terasa dingin, kulit, gusi dan kuku terlihat pucat, sampai rasa sakit di dada.

Penanganannya melalui transfusi darah, transplantasi sel punca sumsum tulang dan darah hingga pengobatan rutin.

3. Anemia Hemolitik

Jenis anemia 3.jpg

Anemia ini terjadi saat kerusakan sel darah merah terjadi lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk menggantinya dengan sel darah sehat yang baru. Ada dua penyebabnya, bisa karena menurun dan didapat.

Bagi yang diturunkan, pada umumnya karena defisiensi glukosa 6 fosfat dehidrogenase, dan thalasemia.

Sementara jika didapat biasanya karena gangguan sistem imun, zat kimia sampai transfusi darah yang tidak cocok.

Beberapa gejala pada jenis anemia ini hampir sama dengan anemia pada umumnya. Namun, biasanya akan disertai nyeri dada, nyeri perut, luka pada kaki, perubahan warna kulit dan perubahan urine yang menjadi lebih gelap

Pengobatan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan dan penyebab terjadinya anemia hemolitik.

Penanganan yang diberikan bisa berupa transfusi darah, pemberian obat-obatan kortikosteroid, operasi, sampai perubahan gaya hidup.

Baca Juga: Anemia pada Bayi, Mungkinkah Menyerang?

4. Anemia Defisiensi Vitamin

Jenis anemia 4.jpg

Kondisi ini terjadi karena tubuh kekurangan folat, vitamin B12 dan nutrisi kunci lainnya. Padahal, tubuh membutuhkan folat dan vitamin B12 untuk memproduksi sel darah merah yang sehat.

Gejala anemia defisiensi vitamin tidak seperti anemia pada umumnya. Gejalanya justru lebih serius, seperti kerusakan saraf, depresi, hilang ingatan, muntah, konstipasi, kehilangan nafsu makan sampai liver yang membesar.

Bagi balita yang terkena anemia jenis ini, kemungkinan memiliki refleks yang lemah bahkan gerakan tidak terkontrol.

Pengobatan bisa dilakukan dengan menggantikan vitamin B12 yang hilang dari tubuh. Proses pengobatan ini bisa memakan waktu sangat lama.

5. Anemia Sel Sabit

Jenis anemia 5.jpg

Anemia ini terjadi akibat kelainan genetik yang membuat sel darah merah berbentuk seperti sabit.

Sel-sel ini mati terlalu cepat sehingga tubuh tidak pernah memiliki sel darah merah yang cukup. Bentuk sel darah ini juga membuatnya lebih kaku dan lengket sehingga bisa menghalangi aliran darah.

Gejala-gejalanya hampir sama dengan anemia pada umumnya. Tapi ada jenis anemia ini, biasanya akan disertai rasa sakit mendadak di seluruh tubuh. Ini disebut sickle cell crisis atau krisis sel sabit.

Baca Juga: Mengenal Menorrhagia, Darah Berlebih Saat Haid yang Bisa Sebabkan Anemia

Pengobatan untuk anemia sel sabit tidak bisa menyembuhkan, melainkan hanya meredakan gejala dan mencegah kondisi bertambah parah.

Namun, transplantasi sumsum tulang belakang bisa menjadi pengobatan yang ampuh bagi beberapa kasus anemia sel sabit.

Nah, dengan mengenali penyebab dan gejala dari berbagai jenis anemia yang ternyata cukup beragam, kita bisa mulai berupaya hidup lebih sehat ya Moms.

(SERA)

Artikel Terkait