PERNIKAHAN & SEKS
3 Desember 2019

Kanker Prostat VS Infertilitas Pria

Kanker prostat dapat menyebabkan infertilitas pria dan juga sebaliknya, menurut sebuah penelitian.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Kanker prostat biasanya diidap oleh pria mulai usia 65 tahun ke atas. Namun dalam beberapa kasus, kanker prostat juga bisa memengaruhi pria di bawah usia 40 tahun.

Menurut American Cancer Society, kanker prostat jarang menjadi pemicu kematian. Tapi dalam pengobatannya, ada efek yang harus dialami oleh para pengidap kanker prostat.

Salah satunya, hubungan antara kanker prostat & infertilitas pria. Pahami bagaimana kanker prostat & infertilitas pria saling berkaitan berikut ini.

1. Pengobatan Kanker Prostat

kanker prostat & infertilitas pria

Foto: verywell.com

Ada beberapa pengobatan terhadap kanker prostat, salah satunya adalah dengan pemantauan (di mana Dokter memantau perkembangan kanker prostat).

Selain itu, juga bisa dilakukan operasi pengangkatan prostat, terapi radiasi, cryotherapy (menggunakan temperatur sangat tinggi untuk membunuh sel kanker), terapi hormon, chemotherapy, dan pengobatan vaksin untuk membantu meningkatkan sel kekebalan tubuh yang dapat melawan sel kanker.

Dalam kebanyakan kasus dimana kanker tidak menyebar di luar prostat, dua jenis pengobatan yang paling umum yaitu operasi atau radiasi.

Baca Juga: Mengenal Varikokel, Faktor Risiko Infertilitas Pria!

2. Kanker Prostat & Infertilitas Pria

kanker prostat & infertilitas pria

Foto: ogpnews.com

Pengobatan kanker prostat dapat menyebabkan infertilitas pria. “Jika menjalani operasi prostat, maka biasanya bagian vesikuler prostat dan seminalis akan dihilangkan. Padahal, keduanya menghasilkan cairan yang membantu sperma menavigasi saluran ejakulasi,” ungkap asisten profesor di Departemen Urologi, Universitas Texas MD Anderson Cancer Center, Brian Chapin, M.D., seperti dikutip dari self.com.

Tanpa cairan tersebut, pria akan sulit untuk ejakulasi dan membuat adanya hubungan antara kanker prostat & infertilitas pria, yaitu kesulitan kehamilan tanpa intervensi medis.

Sedangkan pria pengidap kanker prostat yang mendapatka pengobatan radiasi juga dapat mengalami kerusakan testis dan mengganggu produksi sperma serta kesuburan.

Baca Juga: Masalah Reproduksi Ini Penyebab Infertilitas Pria!

Meski kanker prostat & infertilitas pria memiliki hubungan erat, namun masih ada peluang bagi pengidap kanker prostat untuk memiliki keturunan. Salah satunya adalah menggunakan prosedur bank sperma sebelum operasi dan radiasi kanker prostat dilakukan.

Sedangkan pilihan pasca pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan ekstraksi sperma testis, yaitu menanam sperma yang belum matang untuk digunakan dalam program IVF.

Namun ini hanya bisa dilakukan jika testis penderita kanker prostat tidak rusak oleh radiasi. Risiko masalah kesuburan dari radiasi bervariasi dan tergantung pada jenis radiasi yang digunakan.

3. Terapi Kesuburan Memicu Kanker Prostat

kanker prostat & infertilitas pria

Foto: novaivifertility.com

Hubungan antara kanker prostat & infertilitas pria rupanya juga berbalik, di mana infertilitas pria dapat menandakan adanya kemungkinan kanker prostat di kemudian hari.

Hal ini sesuai dengan penelitian dari Swedia yang dipublikasikan dalam BMJ dengan menganalisis 1,2 juta kelahiran selama dua dekade.

Para peneliti menemukan bahwa pria yang menjalani perawatan kesuburan bernama ICSI (sperma tunggal disuntikkan langsung pada telur wanita) 64% lebih mungkin mengalami kanker prostat dibanding pria yang memiliki keturunan dengan cara alami di kemudian hari.

Baca Juga: Cara Menurunkan Risiko Infertilitas Pada Pria

Sedangkan pria yang menjalani IVF 33% lebih mungkin mengalami kanker prostat dan 51%-nya mendapatkan penyakit ini saat masih berusia muda.

Para peneliti menyebutkan bahwa penemuan ini merupakan pertanda baik untuk pria yang mengalami infertilitas, karena dapat menerima manfaat pemeriksaan dan pemantauan terhadap kemungkinan kanker prostat di kemudian hari.

“Sangat penting untuk diketahui bahwa hal ini (kanker prostat) bukan terjadi karena teknik bantuan reproduksi, namun mungkin karena keduanya memiliki kesamaan penyebab,” ungkap Profesor Andrologi di Sheffield University, Allan Pacey, seperti dikutip dari thesun.co.uk.

GS

Artikel Terkait